Skip to main content

Dapat DAK Sebesar Rp.116,8 Miliar, Diskes Inhil : 3 Rumah Sakit Akan Tambah Bangunan di 2020

Setelah terus berusaha untuk melobi Pemerintah Pusat, akhirnya Bupati Inhil bersama Dinas Kesehatan Inhil mendapat hasil yang sangat memuaskan. Dimana di tahun 2020, Pemkab melalui Diskes mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 116,8 Miliar.

Dana yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut akan digunakan untuk peningkatakan pelayanan di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Inhil, H. Zainal Arifin, SKM M.Kes bahwasanya dana sebesar Rp 116,8 miliar tersebut terbagi menjadi 90 miliar untuk DAK Fisik dan 26,8 miliar untuk non fisik.

Dari 90 miliar untuk kegiatan fisik, dijelaskan H. Zainal Arifin, SKM M.Kes 47 miliar akan digunakan untuk pembangunan RSUD Puri Husada Tembilahan, 12,5 miliar untuk RS Raja Musa Sungai Guntung, 13 miliar untuk RS Tengku Sulung Pulau Kijang dan 17,4 miliar Dinas Kesehatan.

Sementara untuk kegiatan nin fisik, dana sebesar Rp26,8 miliar dikatakannya akan digunakan untuk biaya operasional kesehatan (BOK) dan Jampersal.

“Alhamdulillah usaha kita bersama Pak Bupati membuahkan hasil yang memuaskan. Kita mendapatkan DAK paling besar diantara kabupaten lainnya di Riau”, papar Zainal Arifin.

Ia berharap, dengan DAK yang sangat besar itu dapat meningkatakan kualitas pelayanan kesehatan di Inhil.

“Semoga dengan apa yang kita dapat ini bisa lebih meningkatkan kualitas kesehatan,” harap Zainal Arifin.

PERAYAAN HKN KE-55, DINKES INHIL WUJUDKAN KESEHATAN UNGGUL LEWAT PROGRAM DURASI PENTING SEKALIGUS LAUNCHING MAJALAH ELEKTRONIK

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir merayakan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 yang di gelar di lapangan venue futsal jalan Lingkar 1 tembilahan, pada Senin (18/11/2019).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meluncurkan program DURASI PENTING (Posyandu Pra Konsepsi dalam Pencegahan Stunting).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Zainal Arifin, SKM., M.Kes pada perayaan Hari Kesehatan Nasional  (HKN) ke-55 tersebut.

“Durasi Penting merupakan pelayanan kesehatan secara terpadu dan terstandar pada calon pengantin, bekerja sama dengan kantor Kementerian Agama  dan pengurus cabang Muslimat NU Kabupaten Indragiri Hilir. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir membuat terobosan baru dalam upaya pencegahan stunting dengan kegiatan terpadu” ungkap Kadis Kesehatan Zainal Arifin. SKM., M.Kes.

Terobosan baru dalam upaya pencegahan stunting dikatakan Zainal Arifin diantaranya Dinas Kesehatan akan memberikan konseling dan pelayanan kesehatan, buku saku kesehatan reproduksi serta pemberian tablet tambah darah kepada clon pengantin.

” Dalam Hal Ini Kementerian Agama akan memberikan penyuluhan dan bimbingan Perkawinan pada calon pengantin dan pengurus cabang Muslimat NU memberikan pencerahan pada calon pengantin,” ujarnya

H. Zainal Arifin Selaku Kepala Dinas Kesehatan berharap pemberian pelayanan kesehatan dan penyuluhan secara terpadu serta tablet tambah darah khususnya pada calon pengantin secara benar, akan menciptakan perempuan yang sehat yang akan melahirkan generasi sehat.

“Kedepan tantangan utama Dinas Kesehatan adalah pencegahan stunting, dengan peluncuran program Durasi Penting diharapkan calon pengantin sebelum melakukan pernikahan untuk punya anak, dilakukan penyuluhan secara terpadu serta pemberian tablet tambah darah,” tambahnya

Selain meluncurkan program Durasi Penting, Dinas Kesehatan juga meluncurkan Majalah Online Dinkes, Dan pengukuhan Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Unit RSUD Puri Husada Tembilahan serta pembagian Penghargaan kepada tenaga Kesehatan (NAKES) Berprestasi Di Kabupaten Indragiri Hilir.

Tidak hanya itu, Dinas kesehatan kabupaten Indragiri Hilir sebelumnya juga sudah meluncurkan beberapa aplikasi seperti Dmac-HD, Tanda Tangan Elektronik, dan aplikasi lainnya, serta Kedepannya Yaitu Aplikasi TELEMEDICINE, ungkap H. Zainal Arifin.

Desa Sungai Berapit Wakili Inhil Untuk Desa Terpencil ber-PHBS

Tim Penilai Desa Percontohan Tingkat Provinsi Riau didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melakukan penilaian di Desa Sungai Berapit Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir (24/10/2019). Yang mana Desa Sungai Berapit masuk dalam kategori terpencil.

Camat Concong Luar Antoni Siregar M.Pd mengatakan desa Sungai Berapit sudah merupakan desa unggulan bagi Kecamatan Concong untuk desa yang ber-PHBS disamping itu memang desa ini didukung oleh masyarakat dengan tidak buang air besar sembarangan.

“Kami (Desa Sungai Berapit) mendapatkan juara 1 untuk desa ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tingkat Kabupaten Inhil”,ungkap Antoni

“Semoga bisa juara 1 juga untuk tingkat provinsi”, tambahnya

Lebih lanjut Antoni mengatakan dengan penilaian ini, pihaknya mengakui belum maksimal untuk dinilai tapi ada semangat untuk memperbaiki kekurangan.

“Kami bersama-sama dengan masyarakat ingin merubah perilaku, jadi saya yakin ini bisa menjadi desa percontohan tingkat Provinsi”, terang Antoni

“Penilaian ini kami jadikan sebagai pendorong dan motivasi untuk membuat lebih baik lagi”, tutupnya

Sementara itu Tim Penilai Desa Percontohan Tingkat Provinsi Riau yang juga Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Rozita mengatakan penilaian ini merupakan kolaborasi antara dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD),PMD, PKK dan Dinas Kesehatan.

“Kita melihat bagaimana desa dengan kriteria terpencil bisa menjadi sebuah desa yang ideal yang kita harapkan baik dari sisi kesehatan, pemerintahan, kemudian juga pemberdayaan masyarakatnya”, ungkap Rozita

Lebih lanjut Ia menjelaskan pihaknya juga melakukan pembinaan untuk desa-desa dengan 4 kriteria :

  1. Desa terpencil
  2. Desa perairan sungai pesisir
  3. Desa kantong kemiskinan
  4. Desa yang mendukung pariwisata

“Nah desa Sungai Berapit ini ternyata memiliki 4 kriteria yang kita inginkan, disini sudah ODF meskipun belum melakukan dekralasi padahal daerahnya perairan jadi ini kita apresiasi pencapaiannya”, ucap Rozita

“Yang mana salah satu Indikator PHBS Open Defecation Free (ODF) yang artinya Stop Buang Air Besar Sembarangan”, tutupnya

32 Desa Di Kecamatan Pelangiran, Teluk Belengkong dan Pulau Burung Serempak Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Seksi Kesling Kesehatan Kerja dan Olah Raga Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar Deklarasi ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan untuk 32 Desa yang ada di Kecamatan Pelangiran, Teluk Belengkong – Pulau Burung, Jum’at (20/09/2019).

Camat Kateman yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Tata Pemerintahan, Sariali dalam arahannya mengatakan ini merupakan upaya untuk menekan angka penyakit dilingkungan masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah, Kecamatan Kateman yang mewakili dari 3 Kecamatan (Teluk Belengkong, Pelangiran dan Pulau Burung) mengucapkan terima kasih kepada panitia dan Kepala Dinas yang telah memberikan dorongan kepada masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan”, ungkap Sariali

“Pelaksanaan Deklarasi ODF ini sebagai bukti komitmen kita bersama untuk mau merubah pola hidup menuju kearah yang lebih baik, dan target di tahun 2020 Desa Teritip akan mewakili Kecamatan Kateman menuju ODF”, tambahnya

Lebih lanjut Sariali mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada petugas kesehatan yang selalu memberikan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat, salah satunya bahaya buang air besar sembarangan.

“Tentu ini tidak terlepas dari peran penting insan kesehatan yang ingin miningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mudah-mudahan dengan adanya Dekralasi ini bisa memacu masyarakat untuk sadar membangun WC dan tidak buang air besar sembarangan”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinkes Rahmi Indrasuri SKM. M.KL dalam sambutannya mengingatkan tentang 5 (lima) Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), yaitu :

  1. SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan)
  2. Cuci tangan pakai sabun
  3. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
  4. Pengamanan sampah rumah tangga
  5. Pengamanan limbah cair rumah tangga.

Merubah perilaku masyarakat membuang air besar sembarangan bukan hanya tugas seorang pemimpin atau dari dinas kesehatan, tetapi kita semua harus terlibat dan saling bekerjasama dalam mewujudkan pola hidup sehat.

“Disadari bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat untuk dapat berperilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan diare dan penyakit-penyakit berbasis lingkungan lainnya”, ungkap Rahmi Indrasuri

“Mari kita terapkan 5 Pilar STBM dikehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri”, tambahnya

Pada tahun ini, dikatakan Rahmi, Dinas Kesehatan akan mencoba membentuk tim program pemberdayaan komunitas masyarakat peduli jamban di daerah aliran sungai (sikat libas) yang akan ditanda tangani oleh Bupati langsung, tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan akses sanitasi kabupaten Inhil lebih baik kedepannya.

Kabut Asap Kembali Menyelimuti, Dinas Kesehatan Inhil Bagikan 2.300 Masker Kepada Masyarakat.

Kabid P2P Subowo Radiyanto saat memberikan masker kepada masyarakat

Kabut asap menebal lagi dan jarak pandang terganggu, Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali membagikan masker secara gratis kepada pengendara dan masyarakat yang melintas dijalan M. Boya, Tembilahan, selasa (03/09/2019). Total ada 2.300 masker yang dibagikan.

Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes yang dalam hal ini melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Subowo Radiyanto, SKM, M.Kes mengatakan pembagian ini dilakukan karena melihat asap kembali menyelimuti kota Tembilahan.

“Kabut kembali menyelimuti, Kepala Dinas Kesehatan langsung memerintahkan staf Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk bagi-bagi masker”, terang Subowo Radiyanto kepada Media Center Tim (MCT) saat ikut membagikan masker kepada masyarakat.

Lebih lanjut Subowo Radiyanto mengatakan untuk memperbanyak minum air putih untuk menghindari serangan penyakit yang diakibatkan oleh asap.

“Kami menghimbau masyarakat agar memperbanyak minum air putih, cuci bersih dan masak makanan dengan baik serta gunakan masker jika bepergian keluar rumah”, tutupnya.