Skip to main content

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA ( MMD) PUSKESMAS SUNGAI PIRING DI DESA GEMILANG JAYA

Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik dengan menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri (SMD), Sehubungan dengan hal tersebut Puskesmas Sungai Piring mengadakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Kantor Desa Gemilang Jaya, jumat (21/06/2019)

Dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa tersebut dihadiri oleh Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Ibu-ibu PKK, Kader Kesehatan, Bidan Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Masyarakat setempat.

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri.

Tujuan dari Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD) adalah :

  1. Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya.
  2. Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa Siaga dan Poskesdes.
  3. Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan serta menindaklanjuti permasalahan kesehatan yang terjadi di wilayahnya.

Adapun salah satu hasil dari Musyawarah Masyarakat Desa Pukesmas Sungai Piring adalah Kepala Desa mendukung kegiatan kesehatan yang alokasi dananya bisa di ambil dari Dana Desa.

Menurut Kepala Puskesmas Sungai Piring Ibu HJ.Nuraf’ni,S.Tr.Keb mengatakan ” kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa ini di harapkan masyarakat bersama-sama bisa dan mampu mengatasi masalah kesehatan karna sudah ada Bidan Desa yang menetap selama 24 jam.

Semoga dengan adanya Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) permasalahan tentang kesehatan yang ada cepat terselesaikan dan tentunya agar kesehatan masyarakat semakin meningkat baik.

PENTINGNYA PENGAWASAN SDIDTK BAGI TUMBUH KEMBANG ANAK YANG OPTIMAL

02/April/2019. Di dalam perhatian dan pengawasan tumbuh kembang anak se Kecamatan Tempuling di masa dan usia emas (golden period) baik melalui pertumbuhan dan perkembangan otak di dalam berbagai masukan, pembelajaran, pengaruh dari lingkungan sekitar di dalam perihal positif dan negatif. Puskesmas Sungai Salak Kecamatan Tempuling bersama tenaga kesehatan (Nakes) Kelurahan, Desa, dan Pustu melakukan STIMULASI, DETEKSI dan INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) pada setiap Taman Kanak-Kanak yang ada di Desa dan  Kelurahan di wilayah kerja tenaga kesehatan/Pustu masing-masing.

“SDIDTK dilaksanakan mengingat golden period adalah masa yang “relatif pendek” dan tidak akan terulang lagi serta orang tua dan keluarga harus memanfaatkan periode yang singkat ini untuk membentuk anak kearah yang positif dengan cara memberikan masukan dan pembelajaran nilai – nilai positif di samping pemberian nutrisi dan gizi seimbang serta pelayanan kesehatan yang maksimal,  ujar Lenni Khairani, Amd. Keb.

Setiap stimulasi yang di laksanakan di sambut antusias oleh orang tua mengingat para orang tua juga ingin tumbuh kembang pada anaknya adalah yang terbaik dan maksimal serta bernilai positif. Seru Lenni Khairani, Amd.keb selaku Bidan yang melakukan SDIDTK di Paud Tunas Muchtari Karya Tunas Jaya.

Hampir secara merata SDIDTK telah kita lakukan di wilayah Kecamatan Tempuling di dampingi mitra Puskesmas yaitu tenaga kesehatan desa dan pustu karena di dalam tumbuh kembang anak perlu adanya stimulasi rutin dan sedini mungkin serta berkelangsungan pada setiap kesempatan. Karena harapan kita bersama orang tua adalah yang terbaik bagi tumbuh kembang anak tanpa harus terganggu dengan berbagai penyimpangan dan gangguan menetap. tutup Kepala Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan, S. Kep.

Narasumber : Promkes PKM Sungai Salak, ASMULIYANTI, SKM