Skip to main content

Gerak Cepat, UPT. Puskesmas Tembilahan Hulu mulai Lakukan Penyuluhan Pencegahan DBD ke sekolah

KAMIS, (10/10/19). Memasuki musim pancaroba saat ini masyarakat perlu mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit Demam Berdarah (DBD).

Dalam hal ini petugas Upt. Puskesmas Tembilahan Hulu melakukan penyuluhan DBD di Seluruh sekolah wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Hulu dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam maupun di luar ruangan, rumah atau gedung, yaitu melalui peningkatan Gerakan Jumat Bersih untuk memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk.

Pencegahan demam berdarah (DBD) yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu :

  1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk tempat terjadinya perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan PLUS, adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, Menggunakan kelambu saat tidur, Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, Menanam tanaman pengusir nyamuk, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan yang dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan.

 

Sumber : Anggita Merry, SKM (Promkes Puskesmas Tembilahan Hulu)

PUSKESMAS ENOK BERIKAN PEMAHAMAN TENTANG BUBUK ABATE DAN PENYAKIT DBD PADA MASYARAKAT

ENOK, 01/07/2019. Penyuluhan tentang Demam Berdarah ( DBD ) terus di lakukan guna mencegah penyakit DBD yang bisa mengancam siapa saja , tak terlepas dari upaya ini puskesmas Enok juga terus mengajak masyarakat  serta memberikan pengetahuan tentang bubuk ABATE dan penyuluhan tentang DBD .

kegiatan ini di lakukan salah satu rumah warga di kelurahan pusaran 8 wilayah kerja Puskesmas Enok , dihadiri oleh promotor kesehatan H. Muhammad Rusli, SKM dan Sudaryani, SKM dan di ikuti oleh warga setempat dan Bidan yang ada di pustu pusaran 8 ini.

H. Muhammad Rusli, SKM menjelaskan kepada warga bahwa Abate adalah obat yang tergolong ke dalam larvasida yang bisa memberantas nyamuk saat masih berada di dalam fase larva, Obat abate ini juga sudah lama dipakai guna megendalikan wabah Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan dan Aedes albopictus.

Kandungan kimia yang ada di dalam bubuk abate, yaitu Temephos bisa membunuh jentik-jentik nyamuk sebelum ia mencapai dewasa dan menyebarkan penyakit DBD. Hal ini bisa mengurangi jumlah vektor DBD dan angka kejadian DBD pun bisa diturunkan,

Dosis abate adalah 1 gram untuk 10 liter air. Jadi, jika di dalam wadah penampungan air berisikan 100 liter air, maka membutuhkan 10 gram bubuk abate. Jangan heran jika hanya membutuhkan sedikit bubuk abate. Pasalnya, obat abate bisa bekerja secara efektif dengan dosis yang sangat rendah.  tambah Muhammad Rusli.

Sudaryani, SKM menyampaikan tujuan penyuluhan ini adalah agar masyarakat bisa mengetahui bahaya nyamuk DBD dan melakukan pencegahan sebelum terjadi pada warga setempat. Dan menjelaskan kegunaan bubuk ABATE untuk membunuh jentik-jentik agar tidak terjadi perkembangbiakan nyamuk DBD tersebut.

Kita promosi kesehatan dari puskesmas Enok terus memberikan pengetahuan kepada warga setempat tentang kegunaan ABATE dan cara mencegah penyakit DBD Sebelum nantinya akan di lakukan Fogging, tutupnya.

Narasumber : SUDARYANI, SKM (Promkes Puskesmas Enok)

UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA GANDENG SISWA MTs N 094 UNTUK TEKAN DBD DENGAN PRAKTEK OVITRAP

IMG-20170320-WA0010Tembilahan (18/3), penyakit DBD masih menjadi satu masalah kesehatan yang mengancam di Inhil terlebih lagi pada musim hujan yang sedang berlangsung saat ini.

Kondisi lingkungan yang kotor sangat berpengaruh terhadap penyebaran nyamuk Aides Aegypti penyebab DBD dan anak sekolah merupakan kelompok yang rentan terkena DBD, terutama di jam-jam kegiatan belajar-mengajar yaitu jam 8 pagi sampai jam 10 pagi.

Untuk itu, agar mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab Aides Aegypti UPT Puskesmas Tembilahan Kota gandeng Siswa MTsN praktek penggunaan ovitrap. Ovitrap adalah sebuah perangkap yang dibuat untuk menangkap telur dan nyamuk dewasa.

Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota , drg. Wahyu Winda, M.Si mengatakan, Ovitrap merupakan salah satu langkah pembasmian nyamuk dengan cara yg lebih sederhana, mudah dan aman bagi lingkungan karna tidak menggunakan bahan kimia yg berbahaya bagi kesehatan.

Ia menjelaskan,  pembuatan ovitrap ini Cukup memanfaatkan bekas botol minuman plastik, kain kasa, plastik hitam, gula merah dan lakban. Botol plastik dipotong menjadi dua bagian. Kemudian kepala botol ditutup kain kasa dan dihadapkan terbalik ke dalam sisa potongan botol. Isi air gula sampai kain kasa terendam lalu Semua bagian botol dibungkus dengan plastik hitam.

“Ini untuk memancing agar nyamuk DBD bisa terpancing dan bertelur di dalam jebakan ini. Dengan adanya perubahan musim setiap saat, demam berdarah dengue ( DBD) bisa muncul dimana saja, sehingga kita perlu memutus siklus perkembangan nyamuk melalui alat tersebut” terang drg. Wahyu Winda, M.Si.

Dengan adanya sosialisasi pembuatan ovitrap kepada siswa MTsN, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit terhadap dampak buruk akibat serangga khususnya nyamuk bagi kesehatan masyarakat.  Dimana para siswa nantinya diharapkan bisa memasang ovitrap sendiri dirumah dan mengajarkan kepada masyarakat dilingkungannya.

“Sehingga jika setiap rumah sudah memasang ovitrap maka dapat menekan angka populasi nyamuk, dan meminimalisir angka kasus DBD di masyarakat yang tentunya tetap diikuti dengan monitoring perilaku masyarakat setelah diberikan pemahaman tentang cara-cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN)”. tutupnya

Narasumber: Tenaga Promkes Monica Julya Hidayad, SKM