Skip to main content

Dapat DAK Sebesar Rp.116,8 Miliar, Diskes Inhil : 3 Rumah Sakit Akan Tambah Bangunan di 2020

Setelah terus berusaha untuk melobi Pemerintah Pusat, akhirnya Bupati Inhil bersama Dinas Kesehatan Inhil mendapat hasil yang sangat memuaskan. Dimana di tahun 2020, Pemkab melalui Diskes mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 116,8 Miliar.

Dana yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut akan digunakan untuk peningkatakan pelayanan di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Inhil, H. Zainal Arifin, SKM M.Kes bahwasanya dana sebesar Rp 116,8 miliar tersebut terbagi menjadi 90 miliar untuk DAK Fisik dan 26,8 miliar untuk non fisik.

Dari 90 miliar untuk kegiatan fisik, dijelaskan H. Zainal Arifin, SKM M.Kes 47 miliar akan digunakan untuk pembangunan RSUD Puri Husada Tembilahan, 12,5 miliar untuk RS Raja Musa Sungai Guntung, 13 miliar untuk RS Tengku Sulung Pulau Kijang dan 17,4 miliar Dinas Kesehatan.

Sementara untuk kegiatan nin fisik, dana sebesar Rp26,8 miliar dikatakannya akan digunakan untuk biaya operasional kesehatan (BOK) dan Jampersal.

“Alhamdulillah usaha kita bersama Pak Bupati membuahkan hasil yang memuaskan. Kita mendapatkan DAK paling besar diantara kabupaten lainnya di Riau”, papar Zainal Arifin.

Ia berharap, dengan DAK yang sangat besar itu dapat meningkatakan kualitas pelayanan kesehatan di Inhil.

“Semoga dengan apa yang kita dapat ini bisa lebih meningkatkan kualitas kesehatan,” harap Zainal Arifin.

32 Desa Di Kecamatan Pelangiran, Teluk Belengkong dan Pulau Burung Serempak Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Seksi Kesling Kesehatan Kerja dan Olah Raga Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar Deklarasi ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan untuk 32 Desa yang ada di Kecamatan Pelangiran, Teluk Belengkong – Pulau Burung, Jum’at (20/09/2019).

Camat Kateman yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Tata Pemerintahan, Sariali dalam arahannya mengatakan ini merupakan upaya untuk menekan angka penyakit dilingkungan masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah, Kecamatan Kateman yang mewakili dari 3 Kecamatan (Teluk Belengkong, Pelangiran dan Pulau Burung) mengucapkan terima kasih kepada panitia dan Kepala Dinas yang telah memberikan dorongan kepada masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan”, ungkap Sariali

“Pelaksanaan Deklarasi ODF ini sebagai bukti komitmen kita bersama untuk mau merubah pola hidup menuju kearah yang lebih baik, dan target di tahun 2020 Desa Teritip akan mewakili Kecamatan Kateman menuju ODF”, tambahnya

Lebih lanjut Sariali mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada petugas kesehatan yang selalu memberikan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat, salah satunya bahaya buang air besar sembarangan.

“Tentu ini tidak terlepas dari peran penting insan kesehatan yang ingin miningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mudah-mudahan dengan adanya Dekralasi ini bisa memacu masyarakat untuk sadar membangun WC dan tidak buang air besar sembarangan”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinkes Rahmi Indrasuri SKM. M.KL dalam sambutannya mengingatkan tentang 5 (lima) Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), yaitu :

  1. SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan)
  2. Cuci tangan pakai sabun
  3. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
  4. Pengamanan sampah rumah tangga
  5. Pengamanan limbah cair rumah tangga.

Merubah perilaku masyarakat membuang air besar sembarangan bukan hanya tugas seorang pemimpin atau dari dinas kesehatan, tetapi kita semua harus terlibat dan saling bekerjasama dalam mewujudkan pola hidup sehat.

“Disadari bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat untuk dapat berperilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan diare dan penyakit-penyakit berbasis lingkungan lainnya”, ungkap Rahmi Indrasuri

“Mari kita terapkan 5 Pilar STBM dikehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri”, tambahnya

Pada tahun ini, dikatakan Rahmi, Dinas Kesehatan akan mencoba membentuk tim program pemberdayaan komunitas masyarakat peduli jamban di daerah aliran sungai (sikat libas) yang akan ditanda tangani oleh Bupati langsung, tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan akses sanitasi kabupaten Inhil lebih baik kedepannya.

DENGAN FORMULA F100 LANGKAH PUSKESMAS SAPAT LAKUKAN PERBAIKAN ASUPAN GIZI UNTUK TINGKATKAN BERAT BADAN ANAK

Pemberian nutrisi yang tepat dan sesuai menjadi langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan berat badan anak dengan status kurang gizi. Dengan pemberian nutrisi yang tepat diharapkan anak dengan status kurang gizi setidaknya mengalami peningkatan berat badan sedikitnya rata-rata 5-10 gram per hari.

Di hadiri Kepala UPT. Puskesmas Sapat Endang Suratmi, SST , tenaga gizi, tenaga promkes, bidan, dan juga di ikuti ibu-ibu yang memiliki balita dengan status kurang gizi dan sangat kurus (BB/TB), mengadakan kegiatan Demo pembuatan dan pemberian FORMULA F100 yang diadakan di PUSTU DESA TELUK DALAM KECAMATAN KUINDRA. RABU, (24/7/2019).

Ramadhasari, Amd Gz, selaku pemateri mendemokan bagaimana proses pembuatan Formula F100, sekaligus menjelaskan bahwa F100 ini merupakan makanan formula yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia (WHO) untuk menangani balita dengan status kurang gizi atau sangat kurus dimana didalam 100 ml F100 terkandung energi 100 kkal. Kegiatan demo pembuatan F100 ini adalah strategi yang dilakukan oleh kami sebagai tenaga gizi di UPT Puskesmas Sapat untuk menangani permasalahan gizi yaitu balita dengan status gizi kurang dari -3 SD (BB/TB).

Harapan kami dengan adanya kegiatan ini orang tua balita semakin tertarik untuk mempraktekkan pembuatan F100 ini karena F100 ini memiliki banyak sekali manfaat salah satunya untuk mengejar ketertinggalan berat badan anak sehingga berat badannya sesuai dengan tinggi/panjang badannya serta membantu perkembangan  kepandaian motoriknya sesuai dengan umur anak. tutup Ramadhasari.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (Promkes Puskesmas Sapat)

UPT. PUSKESMAS TELUK PINANG MELAKUKAN PEMBINAAN TOGA DI KELOMPOK TOGA PARIT 11 TELUK PINANG

Dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat, UPT Puskesmas Teluk Pinang melaksanakan Pembinaan TOGA (Taman Obat Keluarga) di Kelompok Toga Parit 11 Teluk Pinang. Pembinaan ini merupakan pembinaan lanjutan sebelumnya dan akan terus berlanjut. Selasa, (29/01/2019).

Upaya pelayanan kesehatan tradisional merupakan pelayanan kesehatan yang secara tidak langsung berperan dalam menunjang pencapaian indikator Renstra Kementerian Kesehatan melalui Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan dan keterampilan dalam tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil dan nifas, maupun pemanfaatan pijat untuk kesegaran tubuh.

Upaya pembinaan pengobatan tradisional dapat dikembangkan berdasarkan pola upaya kesehatan Puskesmas, peran serta masyarakat dan rujukan kesehatan.

Tenaga promkes UPT Puskesmas Teluk Pinang, Kurota ayun, SKM Mengatakan “Dengan adanya Kegiatan pembinaan Toga diharapkan masyarakat bisa secara mandiri menggunakan obat tradisional yang bersumber dari tanaman herbal yang mereka tanam, ini juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan obat kimia”

UPT. PUSKESMAS TANAH MERAH LAKSANAKAN KEGIATAN PENYEGARAN KADER POSYANDU

Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait.(26/1/2019)

Untuk meningkatkan pengetahuan Kader Posyandu, UPT. Puskesmas Tanah Merah melakukan Kegiatan Penyegaran Kader Posyandu dengan memberikan pembekalan tentang memberikan pengetahuan terkait peran dan tugas pokok kader dalam melaksanakan tugas di posyandu. Karena tugas para kader posyandu tidak lagi hanya sebagai petugas timbang bayi, namun dengan terintegrasinya semua program yang masuk ke desa, maka perlu kiranya pengetahuan para kader posyandu ini diperkuat dengan cara pembekalan pengetahuan dan perbanyak diskusi antar kader desa guna menambah wawasan dan trik-trik memotivasi masyarakat agar sadar dengan pentingnya arti kesehatan.

Kepala UPT Puskesmas Tanah Merah Ibu Hj. Petty Rismawati, STR.Keb mengatakan ”Semua Kader harus lebih aktif dan lebih menggali informasi tentang kesehatan agar lebih meningkatkan pusat informasi kepada ibu dan balita”