Skip to main content

32 Desa Di Kecamatan Pelangiran, Teluk Belengkong dan Pulau Burung Serempak Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Seksi Kesling Kesehatan Kerja dan Olah Raga Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar Deklarasi ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan untuk 32 Desa yang ada di Kecamatan Pelangiran, Teluk Belengkong – Pulau Burung, Jum’at (20/09/2019).

Camat Kateman yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Tata Pemerintahan, Sariali dalam arahannya mengatakan ini merupakan upaya untuk menekan angka penyakit dilingkungan masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah, Kecamatan Kateman yang mewakili dari 3 Kecamatan (Teluk Belengkong, Pelangiran dan Pulau Burung) mengucapkan terima kasih kepada panitia dan Kepala Dinas yang telah memberikan dorongan kepada masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan”, ungkap Sariali

“Pelaksanaan Deklarasi ODF ini sebagai bukti komitmen kita bersama untuk mau merubah pola hidup menuju kearah yang lebih baik, dan target di tahun 2020 Desa Teritip akan mewakili Kecamatan Kateman menuju ODF”, tambahnya

Lebih lanjut Sariali mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada petugas kesehatan yang selalu memberikan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat, salah satunya bahaya buang air besar sembarangan.

“Tentu ini tidak terlepas dari peran penting insan kesehatan yang ingin miningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mudah-mudahan dengan adanya Dekralasi ini bisa memacu masyarakat untuk sadar membangun WC dan tidak buang air besar sembarangan”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinkes Rahmi Indrasuri SKM. M.KL dalam sambutannya mengingatkan tentang 5 (lima) Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), yaitu :

  1. SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan)
  2. Cuci tangan pakai sabun
  3. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
  4. Pengamanan sampah rumah tangga
  5. Pengamanan limbah cair rumah tangga.

Merubah perilaku masyarakat membuang air besar sembarangan bukan hanya tugas seorang pemimpin atau dari dinas kesehatan, tetapi kita semua harus terlibat dan saling bekerjasama dalam mewujudkan pola hidup sehat.

“Disadari bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat untuk dapat berperilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan diare dan penyakit-penyakit berbasis lingkungan lainnya”, ungkap Rahmi Indrasuri

“Mari kita terapkan 5 Pilar STBM dikehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri”, tambahnya

Pada tahun ini, dikatakan Rahmi, Dinas Kesehatan akan mencoba membentuk tim program pemberdayaan komunitas masyarakat peduli jamban di daerah aliran sungai (sikat libas) yang akan ditanda tangani oleh Bupati langsung, tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan akses sanitasi kabupaten Inhil lebih baik kedepannya.

MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT, UPT. PUSKESMAS SUNGAI ILIRAN MELAKSANAKAN KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI PUSTU FLAMBOYAN

Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya Lansia Upt. Puskesmas Sungai Iliran melaksanakan kegiatan Posyandu Lansia di Pustu Flamboyan Pusat Desa Sungai Iliran, Selasa ( 12/03/2019).

Kegiatan pemeriksaan Lansia langsung ditangani oleh dr. Fajar Dewanto dan Bidan Marlina. Dalam hal ini ada beberapa Lansia yang diperiksa, berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit yang sering diderita Lansia adalah Hipertensi ( Darah Tinggi ).

Dalam hal ini sasaran Posyandu Lansia yaitu kelompok pra usia lanjut ( 45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun keatas) dan kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun keatas).

Semoga dengan adanya Posyandu Lansia bisa meningkatkan derajat kesehatan Lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

UPT. PUSKESMAS KOTA BARU MELAKUKAN PENYULUHAN DBD, PEMBUATAN LAVITRAP DAN FOGGING DI DESA PEBENAAN

Mencegah terjadinya kasus Demam Berdarah Dangue ( DBD), Upt. Puskesmas Kota Baru melakukan penyuluhan DBD, Pembuatan Lavitrap dan Fogging.

Kegiatan ini dihadiri oleh Petugas Kesehatan Lingkungan Hj.Erniwaty , Bidan Desa Hartati dan masyarakat setempat, kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah warga di Desa Pebenaan, sabtu ( 09/03/2019). Dalam penyuluhan ini petugas Kesling menjelaskan tentang cara-cara mencegah terjadinya demam berdarah dangue, adapun cara untuk mencegahnya adalah dengan 3M PLUS :

  1. Pertama yaitu menguras jumlah tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum.
  2. Kedua menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, dan tempat air lainnya.
  3. Ketiga memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.

Setelah memberikan penyuluhan tentang mencegah terjadinya DBD, Petugas Kesling dan Bidan Desa juga langsung memberikan pengetahuan bagaimana cara pembuatan lavitrap, adapun alat dan bahan yang di butuhkan untuk pembuatan lavitrap yaitu botol aqua bekas yang 1500 ML, air putih, gula merah, ragi bahan pembuat tape, lem perekat dan kresek berwarna hitam gelap. Sedangkan untuk cara pembuatannya yaitu semua bahan seperti gula dan ragi dihaluskan ditambah air lalu di masukkan ke dalam botol bekas aqua yang sudah di potong jadi 2 bagian lalu di lem pakai kresek hitam tersebut.

Selain memberikan penyuluhan DBD dan cara pembuatan Lavitrap, petugas Kesling juga melakukan fogging di RW 03 RT 01 Desa Pebenaan.

Dalam hal ini Kepala UPT. Puskesmas Kota Baru Yuheldi, S.Hum mengatakan masyarakat sangat antusias dengan kegiatan penyuluhan DBD, Fogging terlebih lagi dengan adanya pengetahuan cara pembuatan lavitrap karena lebih mudah untuk dipergunakan di rumah.

UPT. PUSKESMAS SUNGAI ILIRAN MELAKSANAKAN LOKMIN TRIWULAN I

UPT. Puskesmas Sungai Iliran menggelar Lokakarya Mini Triwulan 1 tahun 2019, yang dilaksanakan di Gedung Olahraga di Desa Sungai Iliran, kamis (28/02/2019). Yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala seksi (kasi) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Lastri Ekatama, SKM, M.Kes, Sekretaris Camat GAS Rudi Fahmi, KUA Kecamatan Gas Drs. H. Syarkawi, M.Pd.I, Kepala Upt. Puskesmas Sungai Iliran Salmariantity, SKM, Bhabinkamtibnas Harimon, Kepala Desa Sungai Iliran Ahmad Sukri, Perwakilan Kepala Pustu Frisila Dona, Amd.Keb, Perwakilan Bidan Haswilawati, Amd. Keb, Perwakilan Kader Posyandu Yuniawati, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Tujuan dilaksanakannya lokakarya mini triwulan pertama adalah mengidentifikasi masalah yang ada, kemudian dimusyawarahkan bagaimana menuntaskan masalah yang ada, selanjutnya memprioritaskan masalah yang ada, terakhir mencari solusi bersama.

Adapun hasil dari kesepakatan yang ditandatangani pada Lokakarya Mini Triwulan Pertama Upt. Puskesmas Sungai Iliran adalah :

  1. Lintas Sektor siap membantu program kesehatan dalam pengembangan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat ( UKBM )
  • Desa Sungai Iliran : pengembangan Poskestren
  • Desa Teluk Sungka : peningkatan peran UKK untuk pekerja sagu
  • Desa Harapan Makmur : persiapan Desa Siaga
  • Desa Idaman : meningkatkan Posyandu Terpadu
  • Desa Teluk Tuasan : mempersiapkan Rumah Tunggu Kelahiran ( RTK)
  1. Setiap Desa akan memfasilitasi kegiatan pengetahuan kesehatan bagi Kader Posyandu dan Kader Desa Siaga minimal 6 bulan sekali dari dana Desa.
  2. Setiap Desa akan mengupayakan melengkapi jumlah Kader Posyandu dari dana Desa.
  3. Setiap Posyandu di Desa diupayakan pendonor / orang tua asuh untuk dana Pemberian  Makanan Tambahan (PMT) disetiap bulan.
  4. Setiap Desa akan mengupayakan sumber air bersih.
  5. Kerjasama dengan lintas sektor untuk mengupayakan CSR untuk peningkatan perbaikan gizi bayi dan balita.
  6. Adanya perhatian dari Pemerintahan Desa terhadap kegiatan hari pelaksanaan posyandu.

Selesai penandatanganan kesepakatan hasil Lokakarya Mini Triwulan Pertama, Kepala Upt. Puskesmas Sungai Iliran Salmariantity, SKM mengatakan semoga lintas sektor memberi dukungan yang maksimal terhadap kegiatan yang dilakukan Puskesmas Sungai Iliran dalam kemajuan masyarakat terhadap kesehatan.

UPT. PUSKESMAS SUNGAI ILIRAN MELAKSANAKAN PELATIHAN DOKTER KECIL DAN PEMBINAAN UKS DI SDN 007 TELUK SUNGKA

Pengetahuan tentang kesehatan sangat bagus bila ditanamkan sejak dini, sehingga bisa membentuk sikap kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Salah satu kegiatan pelatihan kesehatan untuk anak – anak usia Sekolah Dasar (SD) yaitu Pelatihan Dokter Kecil.

Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungan. Tujuan umum pembinaan dokter kecil adalah meningkatnya partisipasi siswa dalam program UKS dan tujuan khususnya adalah Agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat disekolah, dirumah dan lingkungannya, selain itu Agar siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.

Sebagai bagian dari kegiatan program promosi kesehatan, khususnya Upaya Kesehatan Sekolah (UKS), UPT. Puskesmas Sungai Iliran bekerja sama dengan Sekolah Dasar 007 Teluk Sungka mengadakan Pelatihan Dokter Kecil untuk para siswanya. Siswa yang mengikuti palatihan adalah siswa kelas 4 dan 5, materi yang diajarkan berhubungan dengan kesehatan sekolah yaitu : Usaha Kesehatan Sekolah Dokter Kecil (UKS), Gizi, Kesehatan Gigi dan Mulut, Jajanan Sehat serta P3K.

Kepala Sekolah SDN 007 mengatakan ” Kegiatan Pelatihan Dokter Kecil yang telah dilaksanakan diharapkan siswa dan siswi mampu bersikap dan berprilaku sehat, mampu mengajak serta mendorong murid lainnya untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing dan berperan aktif dalam kempanye kesehatan yang diselenggarakan di sekolah ”.

Dengan pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa tentang kesehatan sejak dini dan membina para siswa Sekolah Dasar (SD) agar memiliki kemampuan dan kepedulian dalam mempromosikan pola hidup sehat di lingkungan sekolah.