Skip to main content

Puskesmas Sungai Salak Bentuk Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak

Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak ( FK-KIA ) adalah suatu organisasi sosial kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama terhadap kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, dan balita, anak sekolah dan remajan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya melalui komunikasi yang intensif melalui forum peduli Kesehatan Ibu dan Anak.

Kepala Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan, S.Kep yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Sungai Salak, Azmir, SKM mengatakan forum Peduli Kesehatan Ibu dan anak memiliki 2 sasaran yaitu langsung dan tidak langsung.

“Sasaran langsung seperti Ibu hamil dan keluarga, ibu bersalin, Ibu Nifas dan keluarga, akseptor KB, Bayi baru Lahir , Bayi dan balita dan pendamping / ibu balita serta sasyarakat yang mempunyai masalah berhubungan kesehatan ibu dan anak”, ungkap Azmir

“Sasaran tidak langsung yaitu kader kesehatan dan dukun bayi, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan organisasi sosial kemasyarakatan”, tambahnya

Lebih lanjut Azmir menjelaskan ada 6 fokus kegiatan Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak ( FK-KIA ) yaitu :

  1. Pelayanan KIE pada ibu hamil, ibu bersalin , ibu nifas,bayi dan anak balita melalui kegiatan kelas ibu hamil, kunjungan untuk memotivasi masyarakat/ keluarga yang bermasalah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di fasilitas kesehatan.
  2. Pembinaan peran serta masyarakat melalui kegiatan pemberian informasi tentang jadwal kegiatan kelas ibu hamil, posyandu di tempat yang telah disepakati  untuk memobilisasi sasaran untuk hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan.
  3. Peningkatan peran serta masyarakat melalui kegiatan pengumpulan dana sosial dan pengadaan bank darah hidup untuk kegiatan pelayanan terhadap ibu dan anak yang membutuhkan.
  4. Pertemuan berkala dilaksanakan dengan bekerja sama dengan program kesehatan lain jika mengadakan pertemuan yang melibatkan masyarakat untuk membahas kendala dan solusi berbagai masalah yang temukan dalam kegiatan KIE melalui media social.
  5. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat petugas harus memberikan pelayanan secara adil sehingga sasaran kegiatan dapat memeperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
  6. Komunikasi yang intensif melalui forum dan media social petugas dalam memberikan informasi selalu melayani dengan sepenuh hati dan sopan dalam bertuturkata dan berprilaku sehingga informasi dan pelayanan yang diberikan lebih berkualitas.

Desa Sungai Berapit Wakili Inhil Untuk Desa Terpencil ber-PHBS

Tim Penilai Desa Percontohan Tingkat Provinsi Riau didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melakukan penilaian di Desa Sungai Berapit Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir (24/10/2019). Yang mana Desa Sungai Berapit masuk dalam kategori terpencil.

Camat Concong Luar Antoni Siregar M.Pd mengatakan desa Sungai Berapit sudah merupakan desa unggulan bagi Kecamatan Concong untuk desa yang ber-PHBS disamping itu memang desa ini didukung oleh masyarakat dengan tidak buang air besar sembarangan.

“Kami (Desa Sungai Berapit) mendapatkan juara 1 untuk desa ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tingkat Kabupaten Inhil”,ungkap Antoni

“Semoga bisa juara 1 juga untuk tingkat provinsi”, tambahnya

Lebih lanjut Antoni mengatakan dengan penilaian ini, pihaknya mengakui belum maksimal untuk dinilai tapi ada semangat untuk memperbaiki kekurangan.

“Kami bersama-sama dengan masyarakat ingin merubah perilaku, jadi saya yakin ini bisa menjadi desa percontohan tingkat Provinsi”, terang Antoni

“Penilaian ini kami jadikan sebagai pendorong dan motivasi untuk membuat lebih baik lagi”, tutupnya

Sementara itu Tim Penilai Desa Percontohan Tingkat Provinsi Riau yang juga Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Rozita mengatakan penilaian ini merupakan kolaborasi antara dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD),PMD, PKK dan Dinas Kesehatan.

“Kita melihat bagaimana desa dengan kriteria terpencil bisa menjadi sebuah desa yang ideal yang kita harapkan baik dari sisi kesehatan, pemerintahan, kemudian juga pemberdayaan masyarakatnya”, ungkap Rozita

Lebih lanjut Ia menjelaskan pihaknya juga melakukan pembinaan untuk desa-desa dengan 4 kriteria :

  1. Desa terpencil
  2. Desa perairan sungai pesisir
  3. Desa kantong kemiskinan
  4. Desa yang mendukung pariwisata

“Nah desa Sungai Berapit ini ternyata memiliki 4 kriteria yang kita inginkan, disini sudah ODF meskipun belum melakukan dekralasi padahal daerahnya perairan jadi ini kita apresiasi pencapaiannya”, ucap Rozita

“Yang mana salah satu Indikator PHBS Open Defecation Free (ODF) yang artinya Stop Buang Air Besar Sembarangan”, tutupnya

Dinas Kesehatan Inhil Gelar Joint Planing TB-HIV Tingkat Puskesmas

Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar pertemuan Joint Planing TB-HIV tingkat Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hilir di Aula Hotel Inhil Pratama, selasa (24/09/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes yang dalam hal ini diwakili oleh Kapala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Subowo Radiyanto, SKM., M.Kes mengatakan TB dan HIV masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Saat ini peringkat Indonesia turun menjadi kedua diantara negara dengan beban TB tinggi di dunia dan penyakit HIV terus mengalami peningkatan kasus dari tahun-ketahunnya.

“Beban pengobatan untuk pasien TB dan HIV akan sulit dilakukan jika dalam suatu wilayah, jika tidak ada kesinergisan dari kedua buah program untuk saling bekerjasama dalam hal penjaringan, pengobatan maupun pencatatan pelaporannya, penyebaran akan terus mengalami peningkatan dari tahun ketahunnya”, ungkap Subowo

Lebih lanjut Subowo mengatakan maka dalam hal ini perlu adanya koordinasi system penatalaksanaan yang saling berkolaborasi bagi kedua program tersebut, baik dalam pengobatan ataupun dalam penatalaksanaan pelaporannya, sehingga penderita yang mendapatkan pengobatan dapat terpantau dengan baik dimasing-masing layanan VCT dan layanan DOTS di wilayah Puskesmas.

“Kita mengetahui karena semua penderita HIV akan rentan tertular penyakit TB begitu pula sebaliknya”, tutupnya

Hadiri Syukuran Akreditasi di UPT. Puskesmas Tembilahan Hulu, Wabup Inhil : Terus Tingkatkan Mutu Pelayanan

Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil), H. Syamsuddin Uti mengucapkan selamat atas diraihnya Akrediasi Utama oleh jajaran UPT Puskesmas Tembilahan Hulu dan diminta pelayanan kesehatan bisa terus ditingkatkan.

Hal itu disampaikan Wabup Inhil yang akrab disapa SU ini saat menghadiri syukuran di aula UPT Puskesmas Tembilahan Hulu, Jalan Sederhana Tembilahan, Senin 23 September 2019.

Dikatakan Wabup H. Syamsuddin Uti, mewakili Pemkab Inhil dirinya yang sangat peduli terhadap bidang kesehatan memberikan mengapresiasi dan bangga terhadap prestasi yang dicapai oleh UPT Puskesmas Tembilahan Hulu.

“Ini tidak terlepas dari peran aktif seluruh pihak, khususnya jajaran Puskesmas Tembilahan Hulu,” ujarnya.

Kedepan, Wabup H. Syamsuddin Uti menginginkan seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini meningkatkan kualitasnya, dengan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan maksimal kepada masyarakat.

“Pemkab Inhil akan berusaha memberikan dukungan agar bangunan Puskesmas dan peralatan yang digunakan bisa lebih refresentatif lagi,” tambahnya.

Kepada para tenaga medis, Wabup H. Syamsuddin Uti berpesan agar melayani masyarakat dengan senyum, sapa dan salam, serta menyediakan kotak saran atau bila perlu nomor HP/WA untuk pengaduan masyarakat.

“Tingkatkan kerjasama dan bekerjalah dengan penuh kekompakan, mudah-mudahan prestasi ini bisa dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes  menjelaskan, ada 3 Puskesmas di Kabupaten Inhil yang telah meraih Akreditasi Utama, yakni UPT Puskesmas Gajah Mada, UPT Puskesmas Tembilahan Kota dan UPT Puskesmas Tembilahan Hulu.

“Tugas kita membuktikan kepada masyarakat bahwa Puskesmas ini memang layak menjadi pilihan ketika dia sakit, sehingga dia berobat kesini. Menjadi pilihan pertama masyarakat yang ingin mendapat pelayanan kesehatan murah, gratis dan bermutu,” katanya.

Untuk mendukung komitmen tersebut, lanjut Kadiskes, tentunya dibutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih refresentatif, seperti kondisi bangunan Puskesmas, sehingga bisa dipercaya dan meyakinkan masyarakat.

“Maka kami harapkan bantuan dari Pemda, khususnya dalam pembangunan Puskesmas Tembilahan Hulu yang sudah direncanankan,” imbuhnya.

Tampak hadir pada acara tersebut, Tim Akreditasi dari Kemenkes RI, Dirut RSUD Puri Husada Tembilahan, Camat Tembilahan Hulu dan Unsur Fokopimcam, MPI, Kepala Puskesman Tembilahan Hulu beserta jajaran dan undangan lainnya.

Pemotongan Tumpeng oleh Wakil Bupati Inhil H. Samsudin Uti

PPNI Inhil Bagikan 3.000 Masker Gratis

Dampak asap karhutla sampai hari ini masih menyelimuti Tembilahan dan sekitarnya dengan jarak pandang ≤ 1 km dan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai wujud rasa kepedulian dan kebersamaan PPNI Peduli Asap Dampak Karhutla.  PPNI Inhil melakukan kegiatan pemberian masker secara gratis kepada masyarakat pada 17 titik :

Titik pemberian lokasi A :

  1. Simpang kediamam Bupati
  2. Simpang Jl. Kembang dekat Kantor Pertanahan
  3. Simpang Swarma Bumi Taman Kantor BUPATI
  4. Simpang Soebrantas lapas
  5. Simpang Stadion

Titik pemberian lokasi B :

  1. Simpang Sederhana
  2. Simpang Pelajar Jl. Telaga Biru
  3. Simpang Parit Enam
  4. Sialang
  5. Pekan Kamis
  6. Pulau Palas

Titik pemberian lokasi C :

  1. Bundaran Pasar Pagi
  2. Simpang Lampu Merah M. Boya
  3. Bundaran Sudirman
  4. Lampu Merah Batang Tuaka
  5. Simpang jl. Pekan arba
  6. Pasar Terapung

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Indragiri Hilir Ns. Matzen, S. Kep,. M.Si saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan pemberian masker ini bertujuan untuk membantu meringankan dampak dari asap kebakaran lahan dan hutan (karlahut) yang mulai mengganggu kesehatan, khususnya pernafasan bagi masyarakat saat ini.

“Terutama untuk mengurangi dampak kabut asap ini, seperti sesak napas ataupun yang lain-lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Ketua PPNI Inhil menuturkan ada 3.000 masker yang dibagi-bagikan dalam kegiatan kali ini merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kita mengimbau agar masyarakat bisa mengantisipasi dampak karlahut ini, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di luar rumah maupun di sekolah. Selalu gunakan masker jika beraktivitas di luar rumah, perbanyak minum air putih serta jaga stamina tubuh agar tetap dalam kondisi sehat ”, tambahnya

“Tentu harapan kita agar perawat di Inhil tergugah hatinya untuk membantu mencegah penyakit dampak dari karhutla ini, salah satunya penyakit ISPA. Dengan cara memberikan masker dan penyuluhan dampak kabut asap kesemua lapisan masyarakat, minimal masyarakat mau memakai masker saat berada di luar rumah dan masyarakat mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan”, tutupnya

Poto Bersama Sebelum Memberikan Masker Kepada Masyarakat