Skip to main content

PUSKESMAS SUNGAI SALAK ADAKAN MONITORING DAN EVALUASI KE PUSTU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI SALAK

pkmsungai slak2Sungai Salak, 14/12/2017. Pondok bersalin Desa (POLINDES) adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk KB didesa, polindes dirintis dan dikelola oleh pamong desa setempat.

Tujuan Polindes terwujudnya masyarakat sehat yang siaga terhadap permasalahan kesehatan diwilayah desanya, terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan,  terselenggarakannya pengamatan, pencatatan dan pelaporan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) serta faktor-faktor resikonya, tersedianya upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dibidang kesehatan, terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga professional kesehatan, terkoordinasinya penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada didesa.

Oleh karena itu Koordinator Bidan puskesmas sungai salak Roza Eka Febriani, Amd. Keb melakukan bimtek (bimbingan teknis) ke polindes di semua Desa selama 2 pekan. Harapannya, agar apa yang diperoleh dalam kegiatan Monitoring Evaluasi dan pembinaan bidan desa ini dapat meningkatkan kualitas diri, skill, pengetahuan dan kompetensi bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik dari waktu ke waktu dan diharapkan derajat kesehatan masyarakat juga semakin meningkat.

Tujuan diadakannya penilaian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan posyandu serta melakukan pembinaan terhadap apa yang masih perlu ditingkatkan, seperti tingkat partisipasi masyarakat, dan kesadaran akan pentingnya pemantauan status gizi, cakupan imunisasi pada bayi dan balita. Permasalahan yang sering ditemui di Posyandu adalah rendahnya cakupan kunjungan (D/S), cakupan timbangan (N/D), dan cakupan imunisasi yang masih belum lengkap pada bayi dan balita. Melalui penilaian sekaligus pembinaan terhadap Posyandu, Kader Posyandu, TOGA dan dasawisma tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi kendala-kendala maupun permasalahan yang ditemui di lapangan dengan tindak lanjut perbaikan secara bersama-sama, baik pembinaan secara lintas sektor maupun lintas program.pkm sungai slak

Kegiatan penilaian posyandu ini dilakukan oleh tim puskesmas sungai salak, yang terdiri dari Pemegang program Promosi kesehatan (Asmuliyanti, SKM), Pemegang program GIZI (Nelly, Amg), pemegang program imunisasi (Mery Agustina, Amk) dan pemegang program KIA (Sri handayani, SKM). Meskipun Perjalanan menuju posyandu di desa-desa tersebut tidaklah lancar, ada beberapa kendala, seperti jalan yang rusak, sehingga harus turun dari motor serta letak desa yang sangat jauh sehingga harus menyebrang memakai pompong, namun itu semua tidak menyurutkan langkah kami untuk terus melangkah menuju posyandu-posyandu didesa wilayah kerja puskesmas sungai salak, Semoga dengan adanya penilaian posyandu ini, diharapkan kedepannya Posyandu-posyandu ini lebih baik lagi, ujar Asmuliyanti, SKM.

Narasumber : Asmuliyanti, SKM

PENGOBATAN DAN PEMBERIAN BANTUAN KEPADA KORBAN BANJIR DESA MUMPA OLEH UPT PKM SUNGAI SALAK

sungai salak11 oktober 2017, Upt. Puskesmas Sungai Salak melakukan kunjungan ke posko korban banjir mumpa, mereka datang tidak hanya menyapa tetapi juga memberi Penyuluhan seputar tentang kesehatan selama berada di posko pengungsian. Salah satunya yaitu tentang Perilaku hidup bersih dan sehat di Posko pengungsian yang disampaikan oleh Asmuliyanti, SKM, Selanjutnya beberapa pengarahan oleh kepala puskesmas sungai salak Saiful Ikhwan, S. Kep. Dan Upt puskesmas Sungai Salak juga memberikan pengobatan terhadap warga dusun Cabang Galah Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir yang mengungsi akibat banjir yang melanda sepekan yang lalu. Pengobatan ini diberikan agar warga yang mengungsi tersebut tidak terkena penyakit seperti Ispa, magh, diare, gatal-gatal, hipertensi, dan lain sebagainya.

Dalam pengecekan kesehatan terdapat sekitar 16 orang dewasa dan anak-anak yang terkene ispa, dan 20 orang yang mengeluh sakit magh, Ujar dr. Eka Purwati Anut.  Khususnya warga yang berusia 60 tahun keatas atau lanjut usia tekanan darah pun meninggi berkisar 160/100 mmHg hingga ada yang mencapai 200/120 mmHg.

“Tensi saya memang biasa tinggi dok, tapi belum pernah setinggi ini. Stres berat akibat banjir. Pantas saja kepala makin berat,” ujar salah satu warga korban banjir.

pengobatan ini akan terus berlangsung sampai banjir mereda di lingkungan Puskesmas Sungai Salak, khususnya di jalan Desa Mumpa. “Kita buka posko kesehatan di samping tenda pengungsi tepatnya di pustu mumpa” tutur Azmir SKM.WhatsApp Image 2017-10-13 at 09.25.40

Tak lepas dari itu dapur umumpun dikunjungi oleh pemegang program gizi, yaitu Nelly, Amg. Selanjutnya serah terima bantuan yang berupa kelambu, Roti MP-ASI, masker, vitamin anak-anak dan obat-obatan untuk korban banjir yang diberikan oleh Upt puskesmas Sungai Salak.

Narasumber: ASMULIYANTI, SKM