Skip to main content

TEKAN AKI DAN AKB, PUSKESMAS SAPAT BENTUK KELAS IBU HAMIL

Dalam usaha untuk menekan Angka Kemati33an Ibu dan Bayi (AKI dan AKB), maka dilaksanakan kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat, penyakit menular seksual dan akte kelahiran.

Hal ini lah yang mendasar untuk Puskesmas Sapat mengadakan Kelas ibu Hamil yang dilaksanakan di Kelurahan Sapat (22.03.2017), adapun materi yang diberikan adalah penyuluhan tentang gizi ibu hamil serta review materi pertemuan pertama yang dilaksanakan 2 minggu sebelumnya oleh R. Sahlina. Dilanjutkan oleh bidan Herlina Amd.Keb memberikan materi pada pertemuan kedua dan juga pada ibu hamil yang telah cukup usia kehamilannya diajarkan gerakan senam hamil serta diajak untuk mempraktekkan senam hamil oleh bidan Tianesti Mursella, Amd.Keb.

“Kelas ibu hamil ini sangat penting untuk dihadiri oleh ibu-ibu hamil, karena disini tempat mendapat informasi dan juga berbagi informasi, apalagi disini juga diajarkan senam hamil yang berguna buat merileksasi dan mempersiapkan tubuh ibu hamil untuk menghadapi proses persalinan nantinya” uNGKAp Tianesti Mursella Amd.Keb

Senam Hamil itu dibagi menjadi 4 tahapan berdasarkan usia kehamilan. Tahap pertama dilakukan pada saat usia kehamilan 22-25 minggu. Tahap kedua dilakukan pada saat usia kehamilan 26-30 minggu. Tahap ketiga dilakukan pada saat usia kehamilan 31-35 minggu dan Tahap terakhir dilakukan pada saat usia kehamilan 36 minggu sampai sebelum persalinan.

Sementara itu menurut Sunarti salah satu peserta menuturkan kelas ibu hamil memang sangat perlu dilakukan, dimana mereka bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan kandungan, cara menjaga kehamilan dan informasi yang lainnya mengenai kehamilan.

“saya sangat merasa senang dengan adanya kelas ibu hamil ini, saya bisa bertanya banyak hal kepada Ibu bidan, jadi saya tidak merasa khawatir dalam menyambut persalinan NANTI” TERANG ibu sunarti

Kelas ibu hamil ini diharapkan ibu-ibu hamil dapat berkonsultasi, diskusi dan saling tukar informasi seputar masalah kehamilan. Dan juga dapat lebih mengontrol, mengelola, serta cara menghadapi mood yang tidak enak serta tingkat emosional. Hal yang paling penting dengan mengikuti kelas ini, para ibu muda yang akan memiliki anak bisa mengatasi rasa takut pada proses persalinan. Dalam kelas ibu hamil ini, selain persiapan dalam melalui masa persalinan, akan disiapkan pula mental para ibu yang akan melalui persalinan. Agar hasil yang didapat maksimal dengan jumlah peserta yang terbatas yaitu 10 orang.

DINAS KESEHATAN INHIL MENGKONDISIKAN 27 RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) UNTUK MEMINIMALISIR AKI DAN AKB

img_2116Persalinan merupakan hal yang paling penting dan ditunggu oleh para ibu hamil. Bagi seorang ibu, persalinan adalah hal yang sangat menyenangkan, karena pada saat itu si kecil keluar dari dalam perut si ibu dan melihat indahnya dunia ini. Akan tetapi, persalinan juga menjadi hal yang menakutkan dan mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bagi masyarakat terpencil terutama di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten, masa persalinan masih tidak begitu di perhatikan. Persalinan masih di tolong oleh dukun bayi atau biasa di kenal dukun beranak. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena komplikasi yang terjadi pada saat persalinan tidak bisa diprediksi.

Menyikapi hal diatas, Dinas Kesehatan Inhil tengah memproses adanya RTK (Rumah Tunggu Kelahiran) untuk 27 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir. Pengkondisian RTK tersebut adalah salah satu usaha yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi). Terlebih dahulu, RTK diusulkan oleh setiap Puskesmas yang letaknya tidak jauh dari Puskesmas. Setelah usulan disampaikan ke Dinas Kesehatan, maka akan diproses oleh tim dari Dinas Kesehatan yang akan turun langsung untuk melihat apakah rumah tersebut layak dijadikan RTK. Jika dipandang layak, maka tim dari Dinas Kesehatan akan menjadikan rumah tersebut sebagai RTK. Setelah adanya RTK, maka jika ada ibu yang akan melahirkan bisa berada di rumah itu baik sebelum hingga sesudah melahirkan.

”RTK ini untuk warga yang berdomisili jauh dari Puskesmas, seperti dari desa, sehingga sebelum melahirkan hingga sesudah melahirkan bisa berada di rumah tersebut,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin melalui Kasi AKI dan AKB, Fina.