Skip to main content

PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU TAJA LOKMIN TRIWULAN 4

Bertempat di Aula Kantor Camat Tembilahan Hulu, Puskesmas Tembilahan Hulu melakukan kegiatan Lokakarya Mini yang dihadiri oleh Camat Tembilahan Hulu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Inhil, Danramil 01 Tembilahan Hulu, Kapolsek Tembilahan Hulu, Ketua Tim Penggerak PKK Tembilahan Hulu, Lurah se Kecamatan Tembilahan Hulu, KUA Tembilahan Hulu, Kades dan Kepala sekolah se Kecamatan Tembilahan Hulu beserta kader-kader Posyandu.

Lokakarya Mini ini dilakukan  dengan tujuan umum untuk meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan.

Sesuai Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (Depkes RI, 2006), Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. Penerapan manajemen penggerakan pelaksanaan dalam bentuk forum pertemuan yang dikenal dengan Lokakarya Mini.

Tergalangnya kerjasama tim, baik lintas program maupun lintas sektor terpantau dari hasil kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan, Teridentifikasinya masalah dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan Puskesmas, teridentifikasinya penyebab masalah serta diupayakannya pemecahan masalah,  tersusunnya rencana kerja dan kesepakatan untuk periode selanjutnya.

“Kami berharap dengan adanya kesepakatan dikegiatan Lokmin ini, semua program serta pelayanan dapat terlaksana dengan baik dan semua program yang telah direncanakan dapat tercapai, harap kepala puskesmas tembilahan hulu”, Hj. Rosdinah, SST, M.Kes

OPTIMALKAN ERA DIGITAL, DINAS KESEHATAN BANGUN TOWER UNTUK MENUNJANG PELAYANAN DIPUSKESMAS

Pesatnya perkembangan Iptek berbasis digital saat ini perlu dimanfaatkan oleh berbagai bidang, tidak terkecuali bidang kesehatan, dari tahun 2016 s/d saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri hilir melalui media center mengembangkan system pengumpulan, pengelolahan, serta penyajian data melalui sebuah aplikasi berbasis web base dinamis yang fungsinya sebagai alat untuk menyajikan informasi kesehatan khususnya Kabupaten Indragiri Hilir.

Aplikasi tersebut diberi nama DMAC-HD ( Digital Media Analitic Center- Health Distric ) untuk menunjang kelancaraan penggunaan aplikasi tersebut ditahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir membangun tower infrastruktur jaringan intranet yang berfungsi sebagai sarana penunjang akses dari Upt Puskesmas ke Dinas Kesehatan begitupun sebaliknya, sehingga tidak terlambat akses data terkumpul.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Zainal Arifin saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengungkapkan saat ini sudah 15 puskesmas di Inhil yang sudah menerapkan Aplikasi Simpus (Sistem Informasi Menajemen Puskesmas).

“Aplikasi Simpus bertujuan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat”, ungkap Zainal Arifin

Lebih lanjut Zainal Arifin menjelaskan tower triangle yang dibangun berfungsi sebagai media untuk meletakkan radio wireless yang akan menghubungkan dari satu titik lokasi ke titik lainnya dan suatu jaringan intranet.

“Dengan berfungsinya komunikasi di semua upt puskesmas diharapkan akan lebih valid data yang terkumpul”, tambahnya

“Disamping memperlancar penggunaan aplikasi Simpus dan komunikasi data, jaringan yang telah dibangun dapat juga dimanfaatkan untuk kegiataan lainnya seperti , teleconference untuk rapat online, volp untuk telepon via intranet”, tutupnya

KADISKES INHIL : 23 PUSKESMAS INHIL SUDAH TERAKREDITASI

Tujuan dari akreditasi puskesmas adalah untuk, meningkatkan mutu dan pelayanan pasien, meningkatkan perlindungan bagi SDM kesehatan masyarakat dan lingkungannya serta puskesmas, meningkatkan kinerja puskesmas dalam pelayanan kesehatan perseorangan dan atau kesehatan masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Akreditasi Puskesmas adalah proses perbaikan mutu dan kinerja puskesmas secara berkesinambungan yang terstandar dan terukur (Permenkes Nomor 46 Tahun 2015).

Merujuk pada Pasal 1 ayat 1, Definisi Akreditasi adalah pengakuan yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah memenuhi standar Akreditasi.

Sedangkan Tujuan Akreditasi yang tertuang di Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 adalah :

  1. Mutu Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan Pasien
  2. Perlindungan Tenaga, Masyarakat, Lingkungan dan puskesmas
  3. Kinerja Pelayanan Kesehatan

Melalui Peningkatan dan Pembinaan

  • Administrasi dan Manajemen (ADMEN)
  • Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
  • Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Zainal Arifin saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengungkapkan saat dari tahun 2016 sampai 2018 ini sudah 23 puskesmas yang sudah disurvei dan hasilnya cukup bagus.

“Ditahun 2016 Upt. Puskesmas Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Upt. Puskesmas Gajahmada memperoleh status Madya, sedangkan Upt. Puskesmas Kuala Enok mendapatkan status Dasar”, ungkap Zainal Arifin

“Sedangkan tahun 2017 Upt. Puskesmas Sungai Salak, Upt. Puskesmas Kempas Jaya, Upt. Puskesmas Sungai Piring, Upt. Puskesmas Pengalihan Enok, Upt. Puskesmas Kuala Lahang mendapatkan status Madya, sedangkan untuk  Upt. Puskesmas Teluk Pinang memperoleh Dasar”, tambahnya

Lebih lanjut beliau menjelaskan untuk tahun 2018 sudah 3 puskesmas yang memperoleh status Madya dan 7 puskesmas lagi segera mendapatkan hasilnya.

“Upt. Puskesmas Tanah Merah, Upt. Puskesmas Selensen dan Upt. Puskesmas Benteng mendapatkan status Madya”, tambahnya

“Sementara itu ada 10 puskesmas yang sudah disurvei, hasilnya akan segera keluar”, tutupnya

IMUNISASI MR DI INHIL BARU 76.290 DARI TARGET 197.799 ANAK

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil melalui Dinas Kesehatan menargetkan akan melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) kepada 197.799 anak di Negeri Seribu Parit ini. Namun seiring waktu berjalan setelah adanya permasalahan kandungan dalam vaksin MR tersebut, banyak orangtua yang menolak melakukan imunisasi MR untuk anak-anak mereka. Hasilnya, hingga memasuki bulan November, baru 76.290 anak di Inhil yang sudah mendapatkan imunisasi MR.

“Awalnya kita targetkan bisa 95 persen anak mendapatkan imunisasi MR, tapi sekarang baru 38,57 persen yang kita capai,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin.

Untuk pencapaian target imunisasi MR, Inhil, dikatakan Zainal Arifin menempati urutan ke 6 di Provinsi Riau.

“Kalau di Riau kita di posisi ke 6, pertama iti Kuansing, Rohil, Rohul, Pelalawan, Bengkalis baru Inhil. Kalau se Indonesia, Riau itu posisi terendah ketiga. Jadi yang terendah itu, Aceh, Sumbar dan Riau,” lanjutnya.

MUSIM HUJAN TIBA, INI YANG HARUS DILAKUKAN AGAR TERHINDAR DARI DBD

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menciptakan lingkungan sehat.

“Untuk mengantisipasi merebaknya penyakit DBD, kami mengimbau masyarakat untuk menciptakan lingkungan sehat salah satunya dengan menerapkan perilaku 3M plus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin, di Tembilahan, Senin.

Dia mengatakan, untuk menghindari penularan penyakit DBD masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti dengan menerapkan perilaku 3M plus yakni menguras atau membersihkan tempat penampungan air termasuk bak mandi, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, memanfaatkan atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah dan terakhir menabur bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air.

“Upaya lain yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan DBD adalah dengan menggunakan kelambu saat tidur,” imbau Zainal.

Selain menerapkan prilaku 3M plus, kata dia, masyarakat juga diminta untuk melakukan gotong royong di sekitar rumah guna menciptakan lingkungan yang bersih.

“Gotong royong justru menjadi hal penting untuk menciptakan lingkungan bersih, bukan hanya di rumah namun di sekitaran rumah,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, pada minggu ke 44-45 tahun 2018, kasus DBD di Inhil meningkat signifikan. Untuk periode Januari-November 2018, Dinkes menemukan sebanyak 159 kasus DBD.

“Dari 159 kasus yang ditemukan, 41 diataranya dinyatakan positif DBD,” ungkapnya.

Menurutnya, menigkatnya kasus DBD ini, dipengaruhi oleh musim pancaroba yang menyebabkan perkembang biakan nyamuk penular DBD terjadi lebih cepat.

“Oleh karena itu masyarakat diharapkan lebih waspada dan seharusnya mengenal tanda-tanda tubuh terserang DBD agar bisa ditanggulangi dengan cepat,” tambahnya.