Skip to main content

GELAR LOKMIN TRIWULAN 4 , UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA FOKUS PADA LINTAS SEKTOR

Upt Puskesmas Tembilahan Kota menggelar lokakarya mini triwulan 4 tahun 2018,yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Tembilahan, kamis (27/12/2018). Yang dihadiri oleh Camat Tembilahan, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Inhil, Dinas Sosial, DP2KBP3A, Kapolsek Tembilahan, Koramil 01, BPJS Kesehatan, PT. Pertamina Persero,   KPA (Komisi Penanggulangan Aids), Lurah Seberang Tembilahan, Lurah Seberang Tembilahan Barat, Lurah Pekan Arba, Pelindo, KUA, Kader Posyandu serta seluruh staff Puskesmas Tembilahan Kota.

Camat Tembilahan H. Ahmad Khusairi, S.Sos,MM dalam sambutannya mengatakan kegiatan lokmin untuk kecamatan Tembilahan dibagi 2 karena memiliki dua puskesmas yaitu Tembilahan Kota dan Gajahmada.

“Tujuannya dari lokmin adalah mencari solusi bersama terhadap masalah yang dihadapi dilapangan yang belum terselesaikan dan apa-apa saja target yang telah dicapai selama ini”, ucap ahmad khusairi

“Sebagai contoh DBD, kasus ini bukan hanya dinas kesehatan atau puskesmas saja yang bertanggung jawab, namun semua pihak harus bersama-sama mengatasinya”, tambahnya

Sementara itu Kepala Puskesmas Tembilahan Kota drg. Wahyu Winda, M.Si memaparkan  program yang telah dicapai dan apa-apa saja hambatan yang dialami selama tahun 2018.

“Tidak semua program kita paparkan disini, hanya program yang berkaitan dengan lintas sektor saja yang kita diskusikan”, ungkap Wahyu Winda

“Karena ada program yang tidak bisa diselesaikan oleh Puskesmas saja, namun diperlukan peran serta lintas sektor”, tambahnya

“Jadi kami berharap bisa bekerjasama dengan baik lagi kedepannya”, tutupnya

RESMI, BPOM HADIR DI INHIL

Bupati Inhil Drs HM Wardan MP meresmikan Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Inhil, di Halaman Kantor BPOM Inhil Jalan Sungai Beringin Tembilahan, Kamis (20/12/2018).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Inhil Susilo, Satreskrim Polres Inhil Ridwan, Kepala Kantor BPOM Inhil Ayi Mahpud Sidik SSi Apt MH, Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri SKM, M.KL , pelaku usaha, masyarakat, mahasiswa, dan para tamu undangan.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng. Acara ini disejalankan dengan Pembukaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Cerdas Memilih Obat dan Makanan.

Mengingat letak geografis Inhil yang berdekatan dengan negara tetangga yang memudahkan kegiatan ekspor-impor, Bupati mengucapkan syukur atas keberadaan Kantor BPOM Inhil.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Inhil menyambut baik sekaligus mendukung kehadiran kantor Badan POM di Kabupaten Inhil ini, karena keberadaan BPOM di daerah ini sangatlah penting, sebab Kabupaten Inhil ini letaknya cukup strategis, dekat dengan negara jiran dan jalur perdagangan internasional sehingga mudah masuknya produk-produk yang tidak jelas keamanannya,” urai Orang Nomor 1 di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Bupati berharap, adanya Kantor BPOM di Inhil ini dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat, dengan cara melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar, serta menginformasikannya kepada masyarakat agar terhindar dari obat dan makanan yang berbahaya bagi kesehatan.

“Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat mengenai obat dan makanan yang aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan masih kurang dan perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, peran Badan POM di Kabupaten Inhil sangat diharapkan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama untuk memilih produk yang aman dan layak dikonsumsi. peran penting tersebut dapat dilakukan baik melalui kegiatan KIE atau sosialisasi, maupun dengan memberikan pelayanan konsultasi,” paparnya.

Di akhir pidatonya, Bupati Wardan berpesan kepada pihak BPOM Inhil agar dapat bersinergi dengan pihak terkait demi membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan.

Sementara itu, Kepala Kantor BPOM Inhil mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya pada tanggal 26 November sejak 7 Desember 2018.

“Dalam aksi penertiban pasar ini, Kantor BPOM Inhil telah memeriksa 9 saranya distribusi kosmetika, terdiri dari toko kosmetik, swalayan, dan salon. Dari aksi ini, masih terdapat 88% (8 dari 9) sarana yang dikategorikan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) karena menjual produk kosmetika tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya. Total temuan adalah 1.328 kemasan dengan total nilai ekonomi sebesar Rp 43.045.500,” terang Ayi Mahpud Sidik dalam press releasenya.

Ia mengimbau agar masyarakat dapat dengan bijak memilih untuk menggunakan produk dengan memeriksa nomor BPOM yang telah dikeluarkan. Kepada para pelaku usaha diharapkannya agar menjual produk yang aman konsumsi dengan tidak hanya memikirkan keuntungan semata sehingga tidak merugikan para konsumen.

DINAS KESEHATAN MENGGELAR PERTEMUAN MONITORING EVALUASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN SE- KABUPATEN INHIL.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Subbagian Perencanaan, Pelaporan dan Evaluasi menggelar pertemuan monitoring evaluasi Sistem Informasi Kesehatan se- Kabupaten Inhil.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Dubest, kamis (20/12/2018) dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil H. Zainal Arifin SKM M.Kes, turut dihadiri para pejabat eselon dilingkungan Diskes Inhil, Seluruh Kepala Puskesmas dan para pemegang administrator SIK Puskesmas.

Kegiatan tersebut, bertujuan untuk menggambarkan secara umum situasi, kondisi dan keadaan di negeri hamparan kelapa dunia Kabupaten Inhil,  khususnya di bidang kesehatan.

Selain itu kegiatan tersebut juga untuk mengevaluasi sejauh mana capaian dan hasil dari program yang selama ini diberikan.

Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya mengatakan, data merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perencanaan khususnya berkaitan langsung dengan program kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu dikatakan Zainal Arifin setelah mengikuti pertemuan diharapkan nantinya para peserta dapat bekerja dengan lebih serius dan maksimal dalam mengumpulkan dan menginput data. apalagi seperti diketahui bahwa data kesehatan ini tidak berbentuk statis tetapi melainkan bergerak dinamis.

“Contoh saja data kematian, tentu tidak akan tetap jumlahnya pada setiap bulannya, pasti ada naik atau turun. Begitu juga dengan data-data lainnya,”ujarnya

Lebih lanjut beliau mengungkapkan, sangat penting memberikan penyegaran kembali kepada aparatur dan tenaga kesehatan, baik yang ada di Puskesmas maupun dinas kesehatan, sehingga dapat terus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kedepannya, kita juga ingin agar Puskesmas lebih terbuka tentang data dan informasi kesehatan yang ada di wilayah kerjanya, serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar seluruh pihak terkait,”tutupnya.

LOKMIN TRIWULAN 4, UPT. PUSKESMAS GAJAHMADA FOKUS PADA DBD

Upt Puskesmas Gajahmada menggelar lokakarya mini triwulan 4 tahun 2018,yang dipusatkan di Aula Puskesmas Gajahmada, Senin (17/12/2018). Yang dihadiri oleh Camat Tembilahan, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Inhil, Kapolsek Tembilahan, Koramil 01, KPA (Komisi Penanggulangan Aids), KUA, Kader Posyandu serta seluruh staff Puskesmas Gajahmada.

Camat Tembilahan H. Ahmad Khusairi, S.Sos,MM dalam sambutannya mengatakan kegiatan Tujuan dari lokmin adalah mencari solusi bersama terhadap masalah yang dihadapi dilapangan yang belum terselesaikan dan apa-apa saja target yang telah dicapai selama ini.

“Sebagai contoh DBD, kasus ini bukan hanya dinas kesehatan atau puskesmas saja yang bertanggung jawab, namun semua pihak harus bersama-sama mengatasinya”, tambahnya

Sementara itu Penanggung Jawab Sementara Kepala Puskesmas Gajah Mada Ngatiyem, AMK memaparkan  program yang telah dicapai dan apa-apa saja hambatan yang dialami selama tahun 2018.

“Lokmin triwulan 4 ini kita fokus pada kasus DBD, karena sudah masuk musim hujan”, ucap ngatiyem

“Karena DBD tidak bisa hanya di atasi oleh pihak Puskesmas, butuh kerjasama semua pihak”, tambahnya

Lebih lanjut Ngatiyem menjelaskan cara mengatasi masalah DBD, yaitu :

  1. Pencanangan 1 rumah 1 jumantik
  2. Gerakan 3 M plus
  3. Pembuatan perangkap telur nyamuk (larvitraf)
  4. Pemeriksaan jentik dan pemberian abate

ABDUL WAHID SERAHKAN AMBULANCE DAN ALAT FOGGING UNTUK MEMBANTU PELAYANAN KESEHATAN DI INHIL

Menjadi daerah yang letak geografisnya cukup sulit dan menjadi wilayah yang rawan terhadap kasus DBD membuat Anggota DPRD Inhil, Abdul Wahid memberikan bantuan Mobil Ambulance dan dua unit alat fogging untuk masyarakat Inhil.

Bantuan mobil ambulance dan alat fogging tersebut diserahkan langsung oleh Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Zainal Arifin, Senin (10/12/2018).

“Kita berharap bantuan mobil ambulance dan alat fogging ini bisa memberikan layanan kesehatan lebih mudah dan cepat kepada masyarakat,” ujar Ketua DPW PKB Riau ini.

Ia menambahkan, bantuan fasilitas ini diharapkan juga dapat meningkatkan semangat dalam pelayanan Puskesmas terutama di bidang kesehatan.

“Sebagai anggota dewan ini merupakan kebahagiaan kami bisa membantu masyarakat untuk keperluan dalam mengevakuasi pasien ketika sakit atau ada yang meninggal dunia,” harap Caleg DPR RI pada Pemilu Legislatif 17 April 2019 mendatang.

Bantuan mobil Ambulance senilai Rp700 juta ini, dikatakan Wahid, berawal dari usulan masyarakat melalui Muammar Armain kepada dirinya selaku anggota DPRD Provinsi Riau.

“Alhamdulillah, bantuan mobil ambulance ini bisa terealisasi tahun ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam yang turut hadir saat penyerahan bantuan mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen anggota legislatif di tingkat Provinsi. Ketika Kabupaten mengalami kendala keterbatasan anggaran, maka masih ada pintu-pintu untuk menyuarakan sumber anggaran lain.

“Itulah gunanya punya wakil rakyat yang diamanahkan duduk di DPRD Provinsi. Ketika di Kabupaten punya kendala anggaran pembangunan, maka kita bisa mengajukan ke Provinsi,” terang Dani yang juga Ketua DPC PKB Inhil ini.

Meskipun tahun ini, baik dirinya maupun Abdul Wahid memasuki dipenghujung jabatan, namun dikatakannya, proses seperti ini mesti selalu diperjuangkan.

“Atas nama DPRD Inhil kami juga mengucapkan ribuan terimakasih. Ini artinya beban anggota dewan sebagai fungsi pengawasan terus bisa dilaksanakan,” tukas Dani M Nursalam.