Skip to main content

UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA MENGADAKAN KEGIATAN SOSIALIASI SEHAT JIWA KEPADA KETUA RT DAN KADER POSYANDU

IMG-20171120-WA0026Dewasa ini masalah kesehatan jiwa masyarakat semakin meningkat, yaitu dengan semakin meningkatnya tindak kekerasan, tingginya kenakalan remaja, meningkatnya penyalahgunaan NAPZA, meningkatnya tawuran dan pengangguran merupakan indikasi keadaan masyarakat yang sakit.

Untuk penanganan masalah ini, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang luas tentang kesehatan jiwa baik dalam permasalahan maupun pencegahan dan penangananya.

Untuk itu UPT Puskesmas Tembilahan Kota mengadakan kegiatan sosialiasi sehat jiwa kepada Ketua RT dan Kader Posyandu yang dipusatkan di Aula Puskesmas (20/11/2017).

Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si melalui Penanggungjawab Program Kesehatan Jiwa dr. Dwi Lestari Wahyuni menjelaskan bahwa  tujuan kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan layanan kesehatan jiwa dan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan jiwa yang ada di UPT Puskesmas Tembilahan Kota pada masyarakat, khususnya ketua RT dan kader di wilayah kerja UPT Puskesmas Tembilahan Kota.

“Dengan terpaparnya informasi kesehatan jiwa dan gangguan jiwa kepada masyarakat, sehingga puskesmas dapat mendeteksi dini gangguan jiwa dan memberikan pelayanan kesehatan jiwa”,tambahnya.

Pengobatan rawat jalan di UPT Puskesmas Tembilahan Kota buka hari senin-sabtu dan penanganan kasus emergensi jiwa dan gaduh gelisah 24 jam.

“Untuk orang gangguan jiwa yang berkeliaran atau mengganggu ketertiban umum, tidak menjadi tanggungjawab petugas kesehatan. Kecuali bila yang bersangkutan dibawa ke puskesmas untuk di beri pengobatan. Artinya kita tidak memberi pelayanan di jalan”,terangnya.

Ia berharap melalui ketua RT dan kader posyandu mampu menjadi perpanjangan tangan petugas kesehatan dan menjaring kasus gangguan jiwa untuk di laporkan kepada petugas kesehatan.

Editor :  Promotor Kesehatan UPT Puskesmas Tembilahan Kota Monica Julya Hidayad, SKM

KEMERIAHAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-53 DARI DAERAH TERPENCIL UPT PUSKESMAS BATANG TUMU

333Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-53 yang jatuh pada tanggal 12 November 2017, UPT Puskesmas Batang Tumu untuk pertama kalinya mengadakan keagiatan mulai dari senam sehat, Jalan Santai, Penanaman TOGA ( Tanaman Obat Keluarga ) Percontohan, Pemeriksaan Kesehatan dan Pemeriksaan Gula Darah.

Walaupun letak geografis dan keadaan demografi puskesmas Batang Tumu termasuk daerah tepencil dan kepulauan,  Namun tidak menyurutkan niat tenaga kesehatan yang bertugas ditempat ini untuk memeriahkan Hari Kesehatan Nasional Ke-53. Kegiatan ini dilaksanakan dihalaman Sekolah Madrasah Aliyah Tarbiyah Islamiah Batang Tumu Selasa 14 November 2017.

334

Acara dibuka langsung oleh kepada Desa Batang Tumu yang diwakili oleh Mustafa. Dalam pidato sambutan kepala Desa Batang Tumu yang diwakili oleh Mustafa menjelaskan “ momentum Hari Kesehatan Nasional ke-53 bisa menjadi semangat baru bagi kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Batang Tumu, Sunarwan dalam Sambutannya menghimbau agar semua masyarakat lebih meningkat kesehatan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS).

Kedepanya harapan Kami dari pihak Puskesmas semoga seluruh masyarakat diwilayah Kerja UPT Puskesmas Batang Tumu lebih menjaga status kesehatannya yaitu salah satunya dengan gerakan masyarakat sehat (Germas). Utamakanlah Perilaku hidup bersih dan sehat, Olahraga secara teratur  serta Makan Buah dan sayur” ujar Sunarwan.

335

Tema Hari Kesehatan Nasional Ke-53 Tahun ini yaitu Keluarga Sehat Indonesia Kuat. Diharapkan dengan momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-53 oleh UPT Puskesmas Batang Tumu tahun ini lebih membangun harmonisasi  dan kerjasama dengan masyarakat guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Editor : Penulis : Laode Joi, SKM

MERIAHKAN HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) KE-53, H. M. WARDAN IKUT FUN WALK

DSCF2705Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti kegiatan jalan sehat yang ditaja Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke – 53 di lapangan Gajah Mada, Tembilahan, Minggu (12/11/2017) pagi.

Selain Bupati, kehadiran siswa dan siswi dari berbagai jenjang pendidikan turut menambah semarak kegiatan jalan sehat yang disejalankan dengan peringatan Hari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ke – 67 dan hari Cuci Tangan Pakai Sabun.

Dalam sambutan sebelum dilakukannya pelepasan para peserta jalan sehat, Bupati mewakili Pemerintah Kabupaten Inhil mengatakan sangat mengapresiasi dan turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Dia menilai, kegiatan jalan sehat telah membantu pihak Pemerintah Kabupaten Inhil dalam bidang kesehatan.

“Kesehatan merupakan sebuah investasi dan aset yang tak ternilai harganya”, ujar Bupati.

Bupati mengimbau, kepada seluruh sekolah di semua tingkat pendidikan dan instansi pemerintah maupun swasta untuk mengimplementasikan cuci tangan pakai sabun.

“Mari kita masyarakatkan cuci tangan pakai sabun. Ini adalah kegiatan sedunia. Setiap sekolah jika perlu di setiap kelas sebelum masuk diterapkan cuci tangan dulu sebelum belajar”, imbau Bupati.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan yang berkesempatan menyerahkan peralatan cuci tangan pakai sabun kepada 2 sekolah perwakilan mengatakan, tujuan kegiatan cuci tangan pakai sabun tidak lain adalah untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menyerang melalui bakteri di tangan.

“Hari cuci tangan pakai sabun sedunia seyogyanya diperingati setiap tanggal 15 Oktober. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggalakkan cuci tangan pakai sabun, sehingga dapat mengurangi serangan penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan”, paparnya.

Lebih lanjut, Zulaikhah Wardan mengatakan, kegiatan cuci tangan pakai sabun dapat dijadikan sebagai sarana kampanye kesehatan bagi setiap sekolah dan para siswanya untuk hidup sehat dalam kesehariannya.

“TP-PKK Inhil memberi bantuan alat cuci tangan pakai sabun. Saya mengingatkan kepada seluruh sekolah agar dapat menyediakan alat cuci tangan pakai sabun guna meningkatkan kesehatan masyarakat,” pungkas Zulaikhah Wardan.

Bantuan sejumlah peralatan cuci tangan pakai sabun ini, diungkapkan Zulaikhah, merupakan satu langkah nyata Tim Penggerak PKK Inhil dalam membantu pemerintah di bidang kesehatan dan memberikan pengetahuan tentang betapa pentingnya perilaku hidup sehat sejak dini.

“Hal ini sederhana dan tidak perlu biaya mahal tapi dapat memberikan dampak yang luar biasa”, tukasnya.

Wanita yang akrab disapa Ikha ini, juga menjelaskan, diare dan infeksi saluran pernapasan yang diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak-anak di Inhil.

“Oleh sebab itu mencuci tangan perlu dilakukan saat sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas”, ungkapnya.

Pemberian edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui kegiatan sederhana, seperti mencuci tangan pakai sabun ini, juga dinilai Ikha perlu dilakukan di lingkungan keluarga.

“Kegiatan cuci tangan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan ceremonial belaka tetapi dapat dijadikan gaya hidup di Inhil. Beritahukan kepada orang lain agar hal ini dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari”, harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, H Zainal Arifin mengutarakan, permasalahan kesehatan di Inhil semakin tahun semakin membaik. Ini dibuktikan dengan pemberian anugerah berupa penghargaan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan kepada Bupati Inhil oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Pada kegiatan jalan sehat yang diisi dengan senam, kegiatan cuci tangan pakai sabun dan turut dimeriahkan dengan adanya pembagian doorprize dan hiburan ini, tampak hadir bersama Bupati Inhil, Ketua IDI Inhil, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin dan anggota Forkopimda lainnya, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

BERHASIL TURUNKAN JUMLAH ODGJ YANG DIPASUNG, BUPATI INHIL DIANUGERAHI PENGHARGAAN OLEH KEMENKES RI

IMG-20171110-WA0002_resized (1)Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, HM Wardan dinobatkan sebagai individu yang berjasa terhadap pembangunan kesehatan yang dibuktikan dengan pemberian penghargaan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) di Jalan Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Bupati Inhil menjadi salah satu dari 512 Kepala Daerah se-Indonesia yang menerima penghargaan atas komitmennya dalam penggalakan program Indonesia Bebas Pasung.

Penghargaan yang diserahkan Kementerian Kesehatan RI kepada Bupati Inhil, HM Wardan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin yang mewakili Bupati pada saat pelaksanaan kegiatan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri bersempena dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 tahun 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Zainal Arifin menyebutkan, pemberian penghargaan oleh Kemenkes RI tersebut didasarkan pada penilaian terhadap keseriusan Bupati Inhil, HM Wardan dalam mendukung jalannya program Indonesia Bebas Pasung. Pencanangan Program tersebut, lanjutnya, dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya tindakan pasung di Indonesia.

”Ada sekitar 50 ribu orang yang mengalami pasung di Indonesia. Untuk di Inhil, saat ini memang terjadi penurunan orang bebas pasung yang sangat signifikan. Jika pada 2014 lalu tercatat ada 165 orang yang dipasung, saat ini hanya tinggal 13 orang saja,” papar Zainal Arifin.

Penurunan yang signifikan ini terjadi, dikatakannya adalah berkat keseriusan penanganan yang dilakukan. Bupati Inhil, HM Wardan melalui instansi terkait melakukan inventarisasi dan segera mencarikan solusi atas persoalan pasung yang ditemui.

”Awalnya kita diperintahkan untuk mendata jumlah orang yang dipasung. Dari data inilah kita berangsur-angsur merujuk satu per satu orang ini agar dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru,” jelas Zainal.

Penerapan pola antar-jemput ke Rumah Sakit Jiwa bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa yang mendapat tindakan pasung, diungkapkannya juga menjadi salah satu pertimbangan Bupati Inhil, HM Wardan berhak memperoleh penghargaan tersebut.

”Jika pasien itu sudah sembuh Dokter yang mengawal pasien akan langsung menjemput. Dan yang terpenting, seluruh biaya mulai dari memeriksa, merujuk ke Rumah Sakit Jiwa dan menjemput kembali dikala sehat, ditanggung oleh APBD Inhil,” pungkasnya.

Selain pola antar-jemput ke Rumah Sakit Jiwa, saat ini, ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Kesehatan juga telah menyediakan Pos Pelayanan Terpadu bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (Posyandu ODGJ) di beberapa Puskesmas.

Dengan upaya maksimal dan keseriusan, Zainal mengatakan, bersempena dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-53 tahun 2017 ini, pihaknya akan kembali merujuk pasien ODGJ ke Rumah Sakit Jiwa, Pekanbaru.

”Dengan mengirim kembali pasien itu pada HKN nanti, maka kita tinggal 9 orang saja di seluruh Inhil yang masih dipasung,” tukas Zainal Arifin.

KUNJUNGAN BUPATI INHIL KE PUSKESMAS KEMPAS JAYA

IMG-20171107-WA0040_resizedBupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyambangi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Selasa (7/11/2017) siang.

Sesaat setelah tiba di Puskesmas Kelurahan Kempas Jaya, Bupati yang didampingi Kepala Puskesmas Kempas Jaya bergegas menuju meja pendaftaran sembari melihat jumlah pasien yang meregistrasi diri.

Dari meja informasi, Bupati beserta rombongan yang mendampingi beranjak ke Aula Puskesmas dan melihat spanduk berisikan komitmen bersama lintas sektoral UPT Puskesmas Kempas Jaya.

Tidak lupa, Bupati juga mengisi buku tamu yang disediakan pihak Puskesmas setelah berkeliling ke beberapa ruang Puskesmas Kempas Jaya.

Sepintas terdengar, Bupati yang berbincang dengan pihak Puskesmas meminta untuk adanya integrasi antara Puskesmas dengan PAUD di Kelurahan Kempas Jaya.

Pihak Puskesmas juga diminta oleh Bupati untuk berkoordinasi dengan pendamping desa dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Puskesmas.

Seusai melakukan tinjauan, Bupati mengatakan, kedatangannya ke UPT Puskesmas Kempas Jaya, tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk melihat kesiapan dan kesiagaan pihak Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, dari hasil tinjauan mereka semua siap siaga di tempat, baik dokter maupun petugas medis lainnya. Sedangkan, untuk kebersihan lingkungan Puskesmas, baik di halaman dan di ruangan – ruangan yang ada juga sudah baik,” ungkap Bupati.

Selain itu, dikatakan Bupati, kunjungan ini dilakukan untuk melihat seberapa jauh kesiapan Puskesmas Kempas Jaya dalam menghadapi akreditasi oleh pihak Pemerintah Provinsi Riau.

“Dalam proses penilaian itu nantinya, tentu juga akan dilihat kesiapan dan kesiagaan para petugas medis serta perlengkapan dan peralatan yang tersedia. Begitu pula, dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat,” terang Bupati.

Selanjutnya, Bupati meminta adanya kerjasama antara Posyandu dan Puskesmas yang terintegrasi dengan PAUD di Kelurahan Kempas Jaya.

“Pola itu sudah dilakukan setidaknya di 4 (Empat) Desa untuk Kecamatan Kempas. Langkah ini kedepan rencananya akan menjadi program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil,” tandas Bupati.