Skip to main content

PEMKAB INHIL BANTU KEMBANGKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM RAJA MUSA

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indrag22iri Hilir (Inhil) turut membantu mengembangkan pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Raja Musa Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan, Jum’at (24/2/2017). Menurutnya, semakin hari kondisi rumah sakit itu terus mengalami kemajuan, terutama dibidang keahlian operasi.

“Saya ucapkan selamat kepada RSU Raja Musa karena berhasil melakukan operasi perdana melahirkan. Tentu kita senang karena upaya kita untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sudah menampakkan hasil,” ujar Wardan.

Diketahui, rumah sakit itu telah tersedia tenaga medis beserta sarana prasarana keperluan operasi caesar atau melahirkan. Operasi perdananya berlangsung sukses terhadap 2 pasien pada hari Kamis (23/2) kemarin.

“Kita terus mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan dibidang lainnya. Contoh saja pada tahun lalu, Pemkab berhasil mendatangkan bantuan peralatan kesehatan dari Pemerintah Provinsi di rumah sakit tersebut,” tambahnya.

Untuk tiga dokter Specialis yang ada, seperti Specialis Anak, Specialis Penyakit Dalam dan Specialis Kandungan tersebut merupakan bantuan pemerintah melalui dana APBD Kabupaten Inhil.

Kedepan, Pemkab kembali mengupayakan penambahan dokter Specialis lainnya.

“Melalui dinas terkait, kemarin kita sudah pintakan ke Kementerian agar dapat menambah lagi sebanyak 5 dokter Specialis, jika dapat maka pelayanan RSU akan semakin meningkat dan mempermudah masyarakat sana,” tandasnya.

INHIL REKRUT 21 DOKTER UMUM DAN 11 DOKTER GIGI TAHUN INI

img_2116Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga kurun waktu beberapa tahun terakhir Inhil ‘Zero’ pertumbuhan tenaga medis.

Pasalnya, Zainal mengatakan upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan keterbatasan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.

“Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin.

Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas Pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.

“Dengan keterbatasan ini pula, hanya beberapa Puskesmas di Inhil memiliki dokter baik dari tenaga kesehatan umum dan dokter gigi. Dalam hal ini tentunya Inhil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan Pegawai Negeri,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2017 ini, Dinkes telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Selain dokter umum dan dokter gigi, kita di Inhil juga minim tenaga medis seperti bidan, farmasi dan lain sebagainya,”paparnya.

Meski demikian, Diskes tetap berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan hingga ke seluruh pelosok desa melalui pustu yang ada.

“Yang jelas target kita juga setiap desa memiliki pustu dan kita harapkan petugas Kesehatan selalu berada di tempat bertugas. Setidaknya dengan adanya pustu di tempat dapat memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat yang darurat,” ujarnya.

KADISKES INHIL HIMBAU MASYARAKAT GALAKKAN PHBS

DSCF2889Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Zainal Arifin menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai wabah penyakit yang timbul akibat banjir tinggi dengan menerapkan prinsip Prilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS.

“Penyakit yang berpotensi besar dapat ditimbulkan akibat banjir ya seperti diantaranya penyakit kulit, penyakit diare, penyakit ysng bisa ditimbulkan dari kotoran hewan berupa tipus serta penyakit DHF atau demam berdarah,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin di Tembilahan, Kamis (16/02/2017).

Zainal Arifin menjelaskan, Kabupaten Inhil yang merupakan daerah pesisir dengan kondisi pasang surutnya memang berpotensi besar dilanda banjir.

Menyikapi hal ini, Dinkes Inhil telah mempromosikan upaya untuk menghindari terjadinya kontaminasi dari berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan saat banjir yakni dengan menerapkan prinsip PHBS.

“Sepanjang kita mampu menerapkan PHBS, sebenarnya tidak akan ada masalah,” ujarnya.

PHBS dengan sejumlah indikator di dalamnya seperti menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah sangat bermanfaat untuk diterapkan sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit termasuk diantaranya penyakit yang ditimbulkan akibat banjir.

Menurut dia, berbagai penyakit akan lebih mudah terjangkit kepada manusia saat terjadi banjir.

“Untuk itulah perlu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar rumah seperti adanya genangan air”, terangnya

Ia menjelaskan, Proses penularan penyakit akibat banjir ialah melalui air. Misal saat kita mencuci piring dengan air sungai atau air sumur yg sudah tercemar dengan berbagai kotoran yang naik.

Selanjutnya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang tingkat perkembangannya cukup tinggi bila di musim hujan apalagi sampai menyenbabkan banjir, gigitan nyamuk ini dapat menimbulkan penyakit DHF atau demam berdarah.

“Nyamuk aedes aegypti ini hidup pada genangan air dalam wadah-wadah sampah seperti kaleng dan lain sebagainya. Genangan tersebutlah yang akhirnya menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti ini,” paparnya.

Untuk menghindari peningkatan populasi ini, Zainal menghimbau untuk aktif melakukan 3M plus, yakni mengubur sampah, menguras penampungan air dengan rajin atau menutup tempat yang menjadi penyimpanan air dengan rapat.

BPJS KESEHATAN BERI KEMUDAHAN SAAT PASIEN BEBOBAT, BERIKUT PENJELASANNYA

Sebagian masyarakat Indragiri HilirBPJS Riau menilai bahwa, untuk berobat menggunakan  Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) itu rumit, siapa bilang. Langkah awal jika ingin berobat, peserta wajib mengikuti mekanisme rujukan berjenjang Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKRTL) diseluruh cabang Kantor BPJS Kesehatan.
“Fungsi dari JKN-KIS ini wajib diberikan kepada Seluruh Peserta JKN-KIS. Oleh karena itu, peserta harus ikuti aturan yang berlaku, sehingga dikemudian hari tidak merasa sulit,” ujar Prayudi, Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan KC. Tembilahan, Jumat (10/02/17).
Ia menjelaskan, menurut pandangan masyarakat ada benarnya juga. Sebab, selama ini kalau dalam keadaan sakit bisa langsung kerumah sakit, lalu diobati sama Dokter bersangkutan. Hal ini sangat berbeda dengan aturan main di JKN-KIS yang saat ini telah diprogramkan pemerintah. Dimana, peserta harus mencari rumah sakit yang sepi pasien. Sehingga tidak menunggu lama.
Rambut mungkin sama hitam, tapi pemikiran dan pendapat bisa jadi lain arah. Tidak semua jenis penyakit harus ditangani rumah sakit, namun bisa jadi juga ditangani khusus FKTP seperti Puskesmas, Klinik, Dokter Praktik Perorangan idealnya bisa menangani ratusan penyakit hingga mencapai 144 diagnosis. Sistem asuransi sosial yang digunakan JKN-KIS dalam bentuk Managed Care, yakni kombinasi antara pembiayaan dengan mutu pelayanan harus sama rata. Artinya, sistem itu mengoptimalkan setiap jenjang pelayanan kesehatan lewat mekanisme rujukan.
“Saya yakin, pasien yang ingin merujuk ke rumah sakit lain, pasti merasa terlayani cepat dan tidak perlu ngantri berjam-jam,” imbuhnya.
Ada beberapa bagian peserta yang dirujuk oleh FKTP ke FKRTL itu harus berjenjang,  mulai dari rumah sakit tipe  D atau tipe C kemudian tipe B atau A. Sistem rujukan berjenjang seperti ini dinilai sangat tepat, karena memang langsung dari Dokter Spesialis.
“Aturan ini sudah mengacu kepada peraturan perundang-undangan peserta yang mengalami gawat darurat bisa langsung ke FKRTL terdekat,” tutupnya
nya

MASYARAKAT INHIL IKUTI SENAM JANTUNG SEHAT DI KEDIAMAN BUPATI.

Halaman kediaman3 dinas Bupati Inhil, HM Wardan, Ahad (5/2/2017) pagi dipenuhi emak-emak yang tergabung dalam komunitas emak-emak sehat Tembilahan.

Bukan tanpa alasan, emak-emak sehat itu memenuhi halaman kediaman orang nomor satu di Negeri Seribu Parit itu untuk melaksanakan senam jantung sehat.

Ketua TP PKK Inhil, Zulaikhah Wardan pun tidak ingin ketinggalan, istri dari Bupati Inhil itu turut serta dalam senam bersama masyarakat. Ketua Komunitas emak-emak sehat Tembilahan, Yuliana mengajak kepada emak-emak yang belum bergabung untuk ikut bergabung di komunitas ini.

Karena dikatakannya sangat banyak manfaat positifnya, yang tidak hanya bisa saling bersilaturahmi tapi juga menyehatkan badan.

“Kegiatan ini juga ada pemeriksaan kesehatan gratis, juga ke depannya kita berencana untuk mengikuti donor darah,” ujar Yuliana.

Sementara itu, Ketua TP PKK Inhil, Zulaikhah Wardan mengapresiasi kegiatan ini, karena di samping untuk meningkatkan kesehatan, dikatakannya juga bisa menambah hubungan silaturahim dengan ibu-ibu masyarakat Tembilahan.

“Untuk itu saya ingin menggabungkan seluruh pengurus PKK Inhil juga Darma Wanita Inhil. Kegiatan ini akan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam seminggu, yaitu Minggu pagi dan Rabu sore. Hal ini sejalan dengan salah satu program pemerintah di mana kita terus dapat meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” tukas Zulaikhah Wardan.