Skip to main content

PERTAMA DI KECAMATAN TEMBILAHAN HULU, DESA PEKAN KAMIS SEBAGAI DESA ODF

DSCF3875Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Bidang Kesehatan Masyarakat dalam hal ini Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan Olahraga menggelar dekralasi Desa ODF oleh Desa Pekan Kamis yang dipusatkan di depan Kantor Desa Pekan Kamis, (28/11/2017).

Acara diawali dengan dance cuci tangan pakai sabun oleh Upt Puskesmas Tembilahan Hulu dan pembacaan dekralasi ODF oleh Kepala Desa (Kades) Pekan Kamis Misman, A.Md

Camat Tembilahan Hulu M. Nazar , S.Sos, M.Si dalam sambutannya mengatakan siap mendukung apapun jenis kegiatan yang sifatnya positif bagi masyarakat khususnya dibidang kesehatan.

“Kami siap mendukung dan memberikan bantuan baik tenaga maupun pikiran untuk kesehatan masyarakat”, ucap M. Nazar

Lebih lanjut beliau menjelaskan Desa Pekan Kamis siap menjadi contoh untuk desa lain agar stop buang air besar sembarangan.

“Dekralasi ODF, intinya Kepala Desa Pekan Kamis siap mencontoh desa ber PHBS, disini tidak ada lagi babs sembarangan, terangnya

“Semuanya sudah disalurkan dengan baik melalui arisan jamban”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes dalam sambutannya mengatakan Dekralasi ODF ini merupakan momen berbagi tantangan dan menguatkan komitmen, meningkatkan tekat dan semangat kita semua untuk lebih memberi makna pada kita semua akan pentingnya kesehatan. Semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan, dalam pencapaian derajat kesehatan harus menjadi konsep pembangunan nasional.

“Terima kasih atas semua pihak, ini terwujud atas dukungan semuanya, baik itu babinsa, polres, camat, lurah, kepala desa dan tokoh masyarakat”, ucap Zainal Arifin

“Kami berharap ada desa lagi yang ber ODF selain Pekan Kamis”, tambahnya

Lebih lanjut kadiskes menghimbau semua pihak agar selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dikehidupan sehari-hari.

“ODF artinya tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan”, ucap kadiskes

“Saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan yang sedang kita lakukan untuk kesejahteraan masyarakat”, tutupnya

Pada dekralasi ini juga diadakan penandatanganan Ikrar STBM yang dilakukan oleh : Desa Sialang Panjang, Tembilahan Barat, Tembilahan Hulu, Pulau Palas dan Desa Sungai Intan.

CATATAN KECIL PENGABDIAN NUSANTARA SEHAT PUSKEMAS BATANG TUMU

1Sejak tanggal 28 November 2016 Tim based Nusantara Sehat (NS) ditempatkan di UPT Puskesmas Batang Tumu Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir.Tim ini Beranggotakan 7 orang dari berbagai profesi kesehatan mulai dari Bidan, Perawat, Tenaga Gizi, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Tenaga Farmasi dan Tenaga Analis Kesehatan.

Menjelang satu tahun penempatan berbagai kegiatan telah dilakukan bersama –sama dengan Puskesmas. Salah satu kegiatan inovatif unggulan Nusantara Sehat Puskesmas Batang tumu diberi nama Tunas Nusantara. Kegiatan ini menjaring berbagai kalangan, mulai dari sekolah tingkat dasar sampai Menengah Atas hingga masyarakat rawan diseluruh Wilayah Kerja Puskesmas Batang Tumu.

Pada tingkat sekolah dasar kegiatan ini fokus pada peningkatan gizi seimbang anak sekolah dengan gerakan makan Sehat anak Sekolah (GEMASS) dan PHBS di Sekolah. Untuk tingkat sekolah menengah Pertama dan Atas yang setara Madrasah Sanawiah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) kegiatan ini fokus pada pentingnya Kesehatan reproduksi (KESPRO) dan Bahaya dari penggunaan NAPZA.

Masih Tingginya angka obesitas dan gizi kurang pada anak Sekolah Dasar saat ini merupakan suatu permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas tim NS Puskesmas Batang Tumu. Tingginya kematian ibu pada usia muda dan tingginya penggunaan Narkoba saat ini tentunya tidak lepas dari kurangnya pemahaman remaja tentang kesehatan Reproduksi dan bahayanya penggunaan NAPZA.

Hasil Riskesdas  2013 anak di indonesia sebanyak 8 dari 10 anak mengalami obesitas pada kelompok umur 5- 12 tahun. Tinggi angka kematian ibu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya teralu muda < 20 tahun, terlalu tua >35 tahun, terlalu dekat jaraknya 2 tahun terlalu banyak anak > 3 orang. Sebanyak 54,2 per 1000 perempuan dibawah usia 20 tahu telah melahirkan dan sebanyak 46,7% dari semua perempuan <20 tahun telah kawin.

Sementara itu pada tingkat masyarakat dilakukan kunjungan rumah dan Konseling  pada pasien penderita Hipertensi dan pembinaan Keluarga Sehat. Angka kejadian hipertensi diwilayah kerja UPT Puskesmas Batang Tumu tahun 2016 menjadi angka kesakitan pertama mencapai 1056 orang. Langkah antisipasi dilakukan Tim NS dan Puskesmas Batang Tumu dengan melakukan Konseling hipertensi guna menurunkan angka kejadian Hipertensi. Pentingnya pembinaan Keluarga sehat perlu dilakukan sejak dini untuk meningkatkan status kesehatan keluarga. Peran puskesmas sebagai pilar utama pelayanan kesehatan tingkat pertama dimasyarakat harus mengedepankan promotif dan preventif . Upaya Tim Nusantara sehat beserta Puskemas Batang Tumu dalam meningkatkan Derajat Kesehatan masyarakat akan terus ditingkatkan melalui berbagai upaya promotif dan preventif yang tentunya tidak lepas dari Upaya Kuratif dan Rehabilitatif.

3

Selain itu, Kerjasama lintas sektoral dalam pembangunan kesehatan yang lebih baik sangat dibutuhkan. Kompleksnya masalah kesehatan yang dihadapi dewasa ini tentunya tidak bisa diemban oleh satu sektor saja. Catatan kecil pengabdian ini tentunya hanya sedikit kisah untuk memulai suatu perubahan yang lebih baik lagi kedepannya.

Editor: Laode Joi, SKM

BERSAMA WAKIL BUPATI INHIL, DINAS KESEHATAN INHIL KUNJUNGI KPA KOTA DENPASAR

IMG-20171123-WA0015BALI – Kunjungan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke Kota Madya Denpasar Bali disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kotamadya Denpasar bertempat di lantai 3 ruang rapat Praja Madya Kantor Walikota Denpasar, Kamis (23/11/17).

Wakil Bupati H.Rosman Malomo yang juga sebagai ketua Pelaksana KPA Inhil dalam kunjungan ini didampingi Kepala Dinas Kesehatan Zainal Arifin, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan dr.Saut Pakpahan Dinas Kesehatan Inhil, Sekretaris H.Umar Pulungan serta pengurus KPA Inhil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr.Luh Putu Sri Armini M.Kes di dampingi, Pengurus KPA Provinsi Bali, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan KPA Kota Denpasar.

Kunjungan KPA Inhil ke KPA Kota Denpasar ini  bertujuan untuk menimbah ilmu dalam penanggulangan masalah Aids mengingat Kota Denpasar ini merupakan tempat berkunjungnya wistawan Mancanegara.

“Kita perlu belajar banyak dan menimba ilmu dalam pencegahan dan mengatasi penyebaran penyakit AIDS di Kabupaten Inhil,” ungkap Wakil Bupati H.Rosman Malomo.

Beliau juga menambahkan, Inhil secara geografis berada di daerah perairan yang sangat luas wilayahnya sehingga hal-hal negatif salah satunya masuknya Penyakit HIV/AIDS sulit diatasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kotamadya Denpasar dr.Luh Putu Sri Armini, M.Kes. dalam sambutannya saat menerima rombongan Wakil Bupati mengatakan, menjelaskan awal munculnya penyakit HIV TH 1987 dari – 2017 sebanyak 17.628 dan 70% ada di Kota Denpasar.

Beliau juga mengungkapkan, dalam mengatasi penyakit HIV/AIDS ini KPA kota Denpasar di bantu dengan berbagai LSM yang bergerak di bidang Kesehatan ini.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pertukaran cendramata antara Kotamadya Denpasar dengan Kabupaten Inhil.

TAHUN 2017, TIM SURVEIYOR KOMISI AKREDITASI FKTP KEMKES RI MELAKUKAN PENILAIAN LANGSUNG KE PUSKESMAS KEMPAS JAYA

IMG-20171130-WA0029Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu alat untuk  mengukur mutu pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas serta mendapatkan pengakuan formal yang diberikan Badan Akreditasi terhadap kompetensi yang dimiliki oleh Puskesmas. Sesuai dengan Permenkes Nomor 46 Tahun 2015, pada tahun 2017 pelaksanaan akreditasi Puskesmas dilaksanakan secara Nasional diseluruh Indonesia melalui Kementrian Kesehatan RI. Menyikapi Permenkes tersebut, pada tahun ini Kabupaten Indragiri Hilir akan mempersiapkan beberapa Puskesmas yang akan dilaksanakan survei akreditasi Puskesmas tersebut.

Berbagai kegiatan dokumen pendukung dan aspek legalitas lainnya telah dipersiapkan Tim secara bersama dan terkoordinasi. Semuanya dilakukan dalam rangka mempersiapkan Puskesmas agar dapat melalui survei akreditasi dengan harapan mendpatkan hasil yang memuaskan.

Pada kamis (09/11), Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas yang berasal dari Komisi Akreditasi FKTP Kementrian Kesehatan RI dr. H. Zuhri Karim, MHSM, OTM & H, CHT (Surveyor Bidang UKP), dr. Ari Nardini, M. Si (Surveyor Bidang Admen), dr. Azwar Djauhari, MSc (Surveyor Bidang UKM) telah tiba di Kabupaten Indragiri Hilir untuk mulai melaksanakan tugasnya. Kedatangan Tim ini disambut langsung oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri SKM, M.KL  beserta jajarannya, Kepala UPT Puskesmas Kempas Jaya (Suharmin, SKM. MM) didampingi Kasubagg TU (Supriyono, AMF) beserta jajarannya dan tamu dari Puskesmas Pengalihan Keritang, Puskesmas Pengalihan Enok, Puskesmas Selensen, dan Puskesmas Tembilahan Hulu untuk melihat langsung prosses akreditasi.

Tingkatan status disusun secara berjenjang dengan sebutan strata dimulai dari yang terendah yaitu Strata Akreditasi Dasar, Madya, Utama dan yang tertinggi adalah Paripurna. Strata ini menjadi bukti standar yang sudah dicapai Puskesmas. Terlaksana Akreditasi Puskesmas bukan ditentukan oleh kegiatan survei selama tiga hari  saja, tetapi bagaimana membuat puskesmas sedemikian rupa agar benar – benar layak untuk mendapat pengakuan. Kondisi ini tidak boleh sesaat saja, tetapi harus kontinyu, terstruktur dan menyeluruh hingga konsistennya. Oleh karena itu perlu adanya komitmen mulai dari Kepala Puskesmas hingga staff terkecil, disertai dengan pembinaan pendamping dari Dinas Kesehatan. Begitu repotnya menjadikan Puskesmas terakreditasi, sehingga terlihat seperti suatu keterpaksaan atau keharusan, tetapi dengan semangat dan kerjasama panitia dan petugas puskesmas lainnya semua terasa ringan.

“Puskesmas merupakan ujung tombak dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dasar ditiap kota dan kabupaten, sehingga pelayanan harus dioptimalkan”, tutur Kepala UPT Puskesmas Kempas jaya Suharmin, SKM, MM

Editor : Octaverina, SKM (Promkes Puskesmas Kempas Jaya)

UPT PUSKESMAS PELANGIRAN MELAKSANAKAN SOSIALISASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SDN 04 PELANGIRAN

IMG-20171122-WA0019Gigi dan mulut merupakan salah satu organ tubuh penting sebagai media masuknya makanan kedalam mulut. Tanpa gigi yang sehat, kita tidak dapat mengunyah makanan yang menjadi asupan gizi untuk tubuh keseluruhan. Gangguan pada gigi dan mulut dapat memicu ada nya penyakit, misalnya stroke yang disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah. Tumpukan plek pada gigi dan gusi menyebabkan penebalan pada plek sehingga menutupi dinding pembuluh darah.

Dalam acara tersebut Hj.Halimah selaku Kepala Sekolah SDN 04 Pelangiran menyampaikan kata sambutannya, sangat berterima kasih kepada pihak kesehatan yang telah datang untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut, karena banyak anak-anak sekolah tidak menjaga kesehatan giginya setelah makan makanan yang banyak mengandung gula sehingga membuat gigi sakit dan mengahambat aktivitas belajar mereka.

Dalam penyuluhan tersebut drg. Hayati Oktavia memberikan penyuluhan tentang bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar kepada murid kelas 1, 2, dan 3 sd 04 pelangiran, untuk menumbuhkan semangat menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut mereka sejak dini. drg.Halayi Oktavia juga menyampaikan menyikat gigi dan mulut dengan sikat gigi dan pasta gigi yang tepat minimal dua kali sehari yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur,tujuannya adalah untuk menghilangkan partikel-partikel makanan menjaga gusi supaya bersih, membantu untuk menyingkirkan plak yang menyebabkan pembusukan dan menyebabkan nafas menjadi lebih segar.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di ruang kelas SD 04 Pelangiran yang di ikuti murid SD kelas 1,2,3,guru sekolah,dokter gigi dan staf puskesmas pada selasa 21 november 2017 pukul 09.30wib

Editor : Wahyu Ramadhan promkes Upt Puskesmas Pelangiran