Skip to main content

UPT PUSKESMAS PELANGIRAN MENGHADIRI ACARA SYUKURAN DIRUMAH KEPALA DESA SERTA MELAKUKAN SOSIALISASI IVA.

UPT Puskesmas pelangiran melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi iva di kediaman kepala desa bagan jaya, (26/12/2017). Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh sekdes, kepolisian, kader kesehatan, dokter umum dan staff upt puskesmas pelangiran.

Kepala Desa Bagan Jaya Herman Ismanto dalam arahannya menyampaikan rasa terima kasih karena penyuluhan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Bagan Jaya khususnya dibidang kesehatan.

“Terima kasih untuk Upt Puskesmas Pelangiran, karena kami masih banyak yang belum tahu tentang penyakit kanker serviks ini”, ucapnya

Lebih lanjut Herman Ismanto mengharapkan masyarakat desa dapat memahami apa itu kanker servik dan cara mencegahnya.

“Semoga dengan penyuluhan ini bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat desa bagan jaya”, tutup herman ismanto

Sementara itu dr. Panggih Sekar Palupi menjelaskan mengenai pengertian penyakit kanker servik dan cara mencegahnya.

“Untuk itulah sejak dini kita mengenali dan mendeteksi gejala awal dari penyakit kanker”, terang dr. panggih sekar palupi

Lebih lanjut dr.panggih sekar palupi menjelaskan tentang cara sehat dan hemat dalam mencegah serta menghindari bahaya penyakit kanker servik.

“Dengan menerapkan pola hidup sehat dengan mengayomi 10 indikator sehat, mudah-mudahan warga desa dapat terhindar dari penyakit ini yang bisa menyebabkan kematian”, tutupnya

TAHUN INI PEMKAB INHIL AKAN MENYERAHKAN 2 AMBULANS AIR KEPADA KECAMATAN KATEMAN DAN RETEH

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan menyerahkan bantuan 2 unit ambulans air kepada Pemerintah Kecamatan Kateman dan Reteh. Penyerahan 2 unit ambulans air oleh Pemkab Inhil melalui Dinas Kesehatan ini rencananya akan dilakukan di pengujung Desember 2017.

Bantuan 2 unit ambulans air yang akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Inhil, HM Wardan itu diperuntukkan sebagai kendaraan operasional pada masing-masing rumah sakit umum yang berada di wilayah kecamatan tersebut, yakni RS Tengku Sulung dan RS Raja Musa.

Menurut Bupati, ambulans air yang diberikan bermanfaat untuk membawa pasien melalui jalur laut. Sebab, selama ini, baik pihak Rumah Sakit maupun pasien, merasa begitu kesulitan dengan persoalan akses transportasi laut.

“Selama ini, masyarakat harus merogoh kocek dalam-dalam mencarter boat hanya untuk bisa mendapatkan perawatan di 2 Rumah Sakit, terlebih Rumah Sakit Tengku Sulung, Kateman,” kata Bupati usai penyerahan.

Disamping itu, proses rujukan pasien ke RSUD Puri Husada Tembilahan juga terkendala dengan ketiadaan ambulans air selama ini.

“Padahal, berbicara tentang kesehatan itu adalah prioritas utama karena berkenaan dengan jiwa seseorang,” tukas Bupati.

Melalui pertimbangan itu, dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Inhil menginisiasi pembeian bantuan ambulans air agar dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan menekan angka kematian akibat kesulitan mengakses sarana transportasi laut.

“Semoga bantuan ambulans air yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat di dua Kecamatan tersebut. Dan mudah-mudahan hal ini dapat menekan angka kematian yang disebabkan oleh sulitnya akses transportasi,” pungkas Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Zainal Arifin mengatakan, penyerahan ambulans air tersebut sebagai kendaraan operasional 2 Rumah Sakit di 2 Kecamatan tersebut memang didasarkan pada kebutuhan.

“Semoga saja ambulans air yang diberikan akan bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” pungkas Zainal Arifin seraya mengatakan penetapan waktu penyerahan tengah dikoordinasikan. (adv)

UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA BERIKAN MATERI P3K DI DIKLAT SATGAS PRAMUKA PEDULI 2017

Sebanyak 30 putra dan 30 putri Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Ranting Tembilahan dan Kwartir Tembilahan Hulu yang sudah melalui tahap seleksi mengikuti Diklat Satgas Pramuka Peduli 2017.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 21 s/d 24 Desember 2017 ini bertempat di Kwartir Cabang 04.02 Indragiri Hilir Jalan Subrantas Tembilahan.

Menurut salah satu pengurus Saka Bakti Husada UPT Puskesmas Tembilahan Kota Lovita melalui pesan singkatnya menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan oleh Kwartir Cabang dan UPT Puskesmas Tembilahan Kota dipercaya untuk memberikan materi P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) pada diklat tersebut.

“Pada hari Jum’at kemarin kami tim UPT Puskesmas Tembilahan Kota memberikan pelatihan P3K yang disampaikan langsung oleh Dokter Umum Puskesmas yaitu dr. Riza Wardillah”, terang Lovita

Lovita menuturkan pelatihan ini pun diadakan untuk menunjang pengetahuan dasar mengenai cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan serta tujuan dari P3K ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tetapi juga untuk mendidik dan menanamkan kepedulian sosial terhadap peserta.

“Karena tidak semua pramuka penegak dan pandega yang mengikuti diklat ini, kami berharap adik-adik pramuka dapat menularlan pengetahuannya kepada penegak dan pandega yang lain”, tutup wanita yang akrab disapa kak Lovita

Editor : Monica Julya Hidayad, SKM promkes Puskesmas Tembilahan Kota

HARI AIDS SEDUNIA, KPA GELAR SENAM SEHAT DAN BAGI-BAGI PITA SERTA POSTER

DSCF4015Memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember setiap tahunnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Inhil, Riau melakukan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, Minggu (3/12/2017).

Berbagai kegiatan tersebut seperti senam sehat, aksi simpatik dengan menyematkan pita kepada setiap pengguna jalan di simpang empat lampu merah Jalan M Boya dan simpang empat lampu merah Jalan Batang Tuaka Tembilahan, serta sosialisasi HIV AIDS.

Tercatat, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai 200 orang, yang terdiri dari Instansi Kepemerintahan, Organisasi Masyarakat (Ormas), Mahasiswa/i, Pelajar dan Masyarakat sekitar. Pada kesempatan itu, Sekretaris KPA Inhil, Umar Pulungan menghimbau kepada masyarakat agar jangan takut melakukan cek HIV AIDS.

”Kita tidak memaksa untuk melakukan pemeriksaan, tapi semakin cepat diketahui potensi penyakit itu, semakin mudah kita mengobatinya,” ucapnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya siap melayani 24 jam apabila ada masyarakat yang ingin melakukan pengecekan di Kantor KPA Inhil yang berada jalan Bunga No. I Tembilahan.

”Kita berharap, di 2018 tidak ada lagi orang yang terjangkit HIV AIDS, itulah yang kita upayakan, makanya kita ingin masyarakat itu tidak takut melakukan pemeriksaan,” tutup Umar Pulungan.

DINAS KESEHATAN MENGGELAR PERTEMUAN PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN LIMBAH PUSKESMAS SE-KABUPATEN INHIL

DSCF3593Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Bidang Kesehatan Masyarakat dalam hal ini Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan Olahraga menggelar pertemuan pengelolaan dan pengawasan limbah puskesmas se-Kabupaten Inhil (29/11/2017). Pertemuan yang dipusatkan di hotel Inhil Pratama (IP) ini, dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin SKM M.Kes, turut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Asiah M.SST, M.Kes, Kepala seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Kesehatan kerja dan olahraga Hj Devi Natalia SKM MH, para narasumber dari provinsi Riau, dari Dinas lingkungan hidup Kabupaten Inhil dan dari Dinas Kesehatan, serta 60 orang peserta.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Asiah M.SST, M.Kes selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari pertumbuhan ini adalah terwujudnya pengelolaan limbah medis padat di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) secara benar dan aman sesuai persyaratan kesehatan bagi masyarakat baik di dalam maupun di sekitar fanyankes.

“Terwujudnya upaya pengendalian resiko kesehatan terhadap pengelola limbah. Terselenggaranya tata cara pencatatan dan pelaporan limbah medis padat di fasyankes secara benar dan berkesinambungan”, terangnya

“Terselenggaranya pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan limbah dan sampah medis di fasilitas pelayanan kesehatan”,tutupnya.

Sementara itu, Kadiskes Inhil dalam sambutannya mengatakan, fasilitas Pelayanan Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya kesehatan secara menyeluruh dalam mewujudkan kondisi masyarakat yang sehat dan berkesinambungan. Saat ini pertumbuhan fasilitas pelayanan kesehatan semakin meningkat seperti Posyandu apotik klinik dan lainnya yang jika kita lihat lokasinya berdekatan dengan pemukiman masyarakat.

“Perkembangan jumlah fanyankes ini juga akhirnya meningkatkan jumlah sampah medis, akan tetapi belum diimbangi dengan peningkatan pengelolaan limbah medis yang benar dan aman”, terangnya

“Tentunya kita mengetahui bahwa limbah medis yang dihasilkan oleh fasyankes berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan berpotensi menimbulkan infeksi serta cedera bagi masyarakat”,tambahnya.

Saat ini kita terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dengan mengupayakan terakreditasinya fasyankes baik tingkat dasar maupun rujukan seperti yang diatur dalam Permenkes nomor 46 tahun 2015 tentang akreditasi Puskesmas, klinik Pratama, tempat praktek Mandiri dokter, tempat praktek Mandiri dokter gigi. Begitupula dengan Permenkes nomor 12 tahun 2012 tentang akreditasi rumah sakit.

“Terakreditasinya rumah sakit dan fasyankes ini mensyaratkan limbah fasyankes yang benar dan aman. Fasyankes  sebagai ujung tombak dalam penyedia pelayanan kesehatan harus mampu menjadi contoh masyarakat dalam tata kelola lingkungan yang sehat dan bersih”, ucap Kadiskes

“Pemanfaatan sumber dana seperti DAK, APBD, BOK dan JKN perlu diupayakan untuk mendorong percepatan kualitas pelayanan kesehatan yang optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya komitmen dari semua pihak termasuk petugas pengelolaan limbah fasyankes dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah di fasyankes secara bertanggung jawab sesuai standar atau pedoman yang berlaku”,tutupnya.