Skip to main content

PANGGIL KAMI, TIM NUSANTARA SEHAT SUNGAI GUNTUNG

 

9 Dimg_2196esember setahun lalu adalah hari pertama kami ditempatkan di daerah ini. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, sampai pada pembekalan. Ini bukti bahwa merah putih ada dihati kami. Mungkin disana masih banyak para pemuda yang menginginkan pengabdian ini, namun belum mendapat kesempatan untuk andil mengikuti.

Bermodalkan ilmu diterima dari bangku kuliah yang menjadi bekal utama pondasi profesi. Ditambah dengan pengalaman berorganisasi dan pekerjaan yang sebelumnya ditekuni. Sebanyak 6 profesi ini, Kementerian Kesehatan RI mengamanakan tugas ini di Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Membahagiakan memang. Betapa tidak, hey kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Seolah-olah mewujudkan cita-cita dari bangsa ini dengan memajukan kualitas hidup mereka di bidang kesehatan.  Semoga langkah pengabdian ini memberikan bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kuat. Bangsa yang benar-benar mencintai negeri dari karunia Tuhan yang mengagumkan.

Baiklah.. Jangan lama-lama yah intronya..

Melalui tulisan ini, kami sebenarnya hendak menyampaikan tentang sesuatu yang memberikan energi positif dari jalan tim Nusantara Sehat ini. Maaf ini sebagian orang menganggap pencitraan, “biarin deh, ambil manfaatnya silahkan”. Sebuah batu loncatan yang cukup memberi perubahan besar wajah dunia kesehatan Indonesia. Sebuah titik pertemuan yang tidak bisa diremehkan oleh berbagai kalangan. Bagaimana tidak, kita dikumpulkan dari berbagai daerah dengan meninggalkan segala kenyaman untuk berpayah mengikuti program ini.

Setelah menerima pengumuman hasil seleksi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti pembekalan, kami dikumpulkan di Pusdikkes TNI AD Jakarta. 40 hari dilalui pelatihan baik materi dalam ruang maupun latihan fisik di lapangan, kurang lebih semacam tentara khusus kesehatan. Dipupuk di pembekalan tidak lain untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi di penempatan tugas. Dan memang benar para alumni Pusdikkes atau Tim Nusantara Sehat ini menjadi survivor yang diakui masyarakat di tempat tugas.

“Saya mewakili masyarakat dan segenap jajaran pemerintah Kecamatan Kateman sangat bersyukur dengan adanya Nusantara Sehat di Kateman. Tim ini sangat kompak dan solid berbeda dengan program pemerintah yang sebelumnya. Program ini sudah dipersiapkan dari perekrutan dipilih orang-orang yang kuat oleh Kementerian Kesehatan.” Kata Bpk Marlis Syarif, S.Sos, MH yang merupakan Camat di Kateman.

Bekerja mengabdi di Sungai Guntung sama sekali tidak dikatakan mudah layaknya memasak mie instan. Membutuhkan proses, kesabaran, ketelitian dan tanpa memaksakan rumus yang semestinya. Terdapat 3 Kelurahan dan 8 Desa di Kecamatan Kateman. Wilayah terdekat dari pusat kecamatan dapat di jangkau menggunakan kendaraan bermotor, namun ada desa-desa yang terpisah daratan harus menggunakan transportasi perahu pompong. Belum lagi, tergantung dengan cuaca dan keadaan air sungai itu pasang atau surut. Masalah pelik jika terjadi kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Disamping itu jarak antara Kecamatan Kateman dengan Kota Kabupaten di Tembilahan yang cukup jauh sekitar 170 km. Satu-satu alat transportasi untuk mengantar kesana menggunakan kapal Boat (kakak kelasnya kapal pompong). Memiliki penduduk 43.413 jiwa yang setara dengan jumlah penduduk Kabupaten di wilayah Jawa. Dapat dibayangkan tanahnya sangat luas. Tempat ini sangat dikenal sebagai kawasan perkebunan hamparan kelapa dan sering disebut  dengan julukan ‘Negeri 1000  Parit’.

Dua tahun penempatan serasa tak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kateman. Dalam waktu itu akan sia-sia jika tidak ada perubahan. Separuh waktu dari pengabdian Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung setidaknya sudah memberi warna wajah kesehatan.

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kementerian Kesehatan RI sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung. Memang jika berharap signifikan itu sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Untuk melakukan perubahan tentunya ada langkah-langkah, apalagi perubahan besar pasti harus menggunakan langkah besar.” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Bpk H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes.

Sejak saat itu kami bertekad bahwa langkah Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung ini tidak boleh terhenti hanya pada waktu penugasan saja. Harus ada sosok yang bisa meneruskan perjuangan kami, apabila nanti kita tinggalkan terus tumbuh dan berkembang. Langkah itu adalah pembinaan kader yang nantinya akan melanjutkan program ini terus dilakukan demi menjaga eksistensi kesehatan dalam jangka panjang. Nama program tersebut adalah Laskar Nusantara Sehat Kateman.

Tercatat pada tanggal 28 Oktober 2016 secara resmi 300 kader Laskar Nusantara Sehat di Kateman dilantik, dan dipastikan akan terus bertambah. Terdiri para remaja sekolah yang menjadi perpanjangan tangan kami dari program Puskesmas Sungai Guntung. Inovasi ini diinisiasi oleh Tim Nusantara Sehat setelah melalui pembinaan secara insentif selama 1 tahun.

“Ini menjadi langkah positif bentuk pencegahan terhadap penyimpangan seperti kenakalan remaja, maraknya penyalahgunaan narkoba, ngelem, dan pelecehan seksual yang berpotensi tinggi pada remaja.” Ungkap Bpk Zainuddin, SKM sebagai Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan, sehingga para remaja berdaya dan berperilaku positif. Adapun materi yang kami latih yaitu tentang kesehatan, pendidikan, kesehatan reproduksi, napza, perilaku hidup bersih dan sehat, hiv/ims, dan kesehatan lingkungan. Hasil dari pengabdian  inilah yang menjadi pendobrak kualitas kesehatan masyarakat.

Perasaan kami sangat bersyukur dapat mengabdikan diri. Setengah waktu yang tersisa semoga dapat lebih memberi ruang untuk mengoptimalisasi tim kami bekerja disini.

“Saya profesi kesehatan masyarakat, namun enggan disebut profesi lebih tepatnya expert (keahlian). Jika ditanya bagaimana menerapkan keahlian saya ? jawabannya ya dimasyarakat. Kan sesuai judul kesehatan masyarakat.. “

penulis : Bagus Dwi Prayitno, SKM   

51.95 % PENDUDUK INHIL TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA BPJS KESEHATAN

Badan Penyelenggara Jaminan So222sial (BPJS) Kesehatan Cabang Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau mencatat jumlah kepesertaan yang sudah tercover sebagai anggota Kartu JKN-KIS di Kabupaten Inhil sebanyak 51.95 Persen dari total penduduk sebanyak 751.000 Jiwa.
“Penjaringan ini akan terus kita upayakan termasuk melalui dukungan Pemerintah daerah terhadap masyarakat Inhil yang belum tercover kedalam JKN_KIS,” kata Kepala BPJS Cabang Tembilahan, Yessi rahimi di Tembilahan, Rabu (14/12/2016).
Yessi menyampaikan, berdasarkan data per Oktober 2016, kepesertaan masyarakat Kabupaten Inhil sebagai anggota JKN_KIS berjumlah 313.626, sedangkan peserta yang aktif hanya berjumlah 294.981 jiwa.
“Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 806.000 jiwa yang tidak aktif,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, ketidak aktifan ini, diantaranya merupakan peserta mandiri yang hingga sekarang tidak lagi membayar iyuran kesehatan dengan alasan tidak mampu. Selanjutnya, berdasarkan rekapitulasi daftar kepesertaan penduduk Kecamatan wilayah Kabupaten Inhil dengan jumlah tertinggi melakukan registrasi ke BPJS adalah Kecamatan Teluk Belengkong sebanyak 97.69 Persen, Sedangkan jumlah terendah yaitu Kecamatan Kempas yang hanya bejumlah 26 Persen. Selain itu, Yessi menuturkan terdapat pula perserta tambahan dari Penerima Bantuan Iyuran (PBI) APBD Kabupaten Inhil dengan jumlah 77.541 jiwa.
“Kartunya akan segera kita serahkan. saat ini belum seluruhnya tercetak, namun peserta bisa menggunakan KTP untuk berobat,” terangnya.
Yessi menambahkan, penjaringan perserta JKN_KIS akan terus diupayakan baik melalui pemerintah daerah dengan program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) yang mana pembayaran premi kepesertaan akan di tanggung melalui APBD Kabupaten, maupun melalui pemerintah provinsi. Lebih lanjut, Ia menegaskan akan siap membantu pemerintah daerah untuk mencapai “Universal healt coverage” karena untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat salah satunya adalah kesehatan yang terjamin.
“Harapan ini tentunya disinergikan bersama dengan dukungan dari pemerintah dan semua forum komunikasi dalam program stategis nasional ini,” harapnya.

KABUPATEN INHIL DITETAPKAN SEBAGAI PILOT PROJECT AKSELERASI UKS/MADRASAH SE-RIAU

uksBupati Inhil H. M. Wardan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Indragiri Hilir (Inhil), Said Syarifuddin membuka Akselerasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah Provinsi Riau di Kabupaten Inhil, Rabu (30/11/2016). Kegiatan yang digelar di aula salah satu hotel di Kota Tembilahan ini, dihadiri Ketua PMI Inhil, Hj Zulaikha, Ketua Harian Pembina UKS Provinsi Riau, Nunung Kamala Sari, sejumlah Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan undangan lainnya.

Kepala Biro Kesra Provinsi Riau yang diwakili Kabag Pemberdayaan Perempuan dan KB, Alizar mengatakan, kegiatan yang diikuti 120 peserta terdiri dari kepala sekolah, guru dan Bagian Kesra Inhil ini bertujuan untuk percepatan pelaksanaan Unit Kesehatan Sekolah/madrasah di setiap sekolah dan madrasah, dalam upaya meningkatkan pemahaman hidup sehat peserta didik agar dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan wajar, menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, serta mewujudkan Tri Program (Trias UKS/M), antara lain pendidikan, kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kesehatan.

“Kami berharap tahun depan di Inhil bisa dijadikan pilot projek atau percontohan dan selajutnya Inhil ada perwakilannya untuk ikut di lomba sekolah sehat tingkat nasional tahun 2017, karena di tahun 2016 ini sudah dilaksanakan perlombaannya,” kata Alizar.

Sekda Inhil, Said Syarifuddin menyatakan sangat menyambut baik program-program seperti ini dari pihak provinsi, karena sangat bermanfaat bagi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Inhil.

“Semoga ada tindak lanjutnya setelah ini, serta program-program lain yang bisa mengangkat kegiatan sekolah dan prioritas bagi pengembangan sumberdaya manusia di sekolah,” harap Sekda Said.

Sementara itu, Ketua PMI Inhil, Hj Zulaikha Wardan menjelaskan, dengan ditunjuknya Kabupaten Inhil sebagai Pilot Project Akselerasi UKS/Madrasah se-Riau, tentu diharapkan UKS yang ada disini bisa lebih maju dari daerah-daerah lainnya.

“UKS ini manfaatnya luar biasa, karenanya harus terus digiatkan dan butuh kerjasama dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait,” imbuhnya.

SEMPENA HUT KORPRI, PGRI DAN HKN KE-52, PEMKAB INHIL BERIKAN PENGHARGAAN PNS TELADAN

img_4073Bupati Inhil H. M. Wardan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Said Syarifuddin menyerahkan penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) teladan, Tenaga Kesehatan dan Pukesmas berprestasi serta piagam penghargaan bebas pasung pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (29/11/2016) pagi.

Penyerahan tersebut pada saat upacara Hari Ulang Tahun (Hut) Korpri Ke-45 bersempena dengan Hut Persatuan Guru Republik Indonesia Ke-71 & Hari Guru Nasional serta Hari Kesehatan Nasional Ke-52 tahun 2016 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di Lapangan Upacara Jalan Gajah Mada Tembilahan.

“Ingatlah bahwa pengabdian anggota Korpri bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu. melainkan pengabdian anggota Korpri hanyalah kepada negara, bangsa, dan rakyat. Maka dari itu berikanlah pelayanan publik yang prima, maka sesungguhnya anggota Korpri berada di garis depan perjuangan sebagai pelayan masyarakat,” ucap Said Syarifuddin.

Sebab, dikatakannya kembali, masyarakat membutuhkan anggota korpri yang disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi kerja. Dengan diberikannya penghargaan ini, semoga memberikan motivasi kerja sebagai pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat, dan makin baik.

“Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktivitas dan menghambat akselerasi pembangunan Kabupaten Inhil kedepan,” harap Said Syarifuddin.

DINAS KESEHATAN ADAKAN PELATIHAN PENGGUNAAN ALKES UNTUK PUSKEMAS DAN PUSTU SE-INHIL

img_20161128_154409_1Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelatihan penggunaan alat kesehatan (alkes) bagi tenaga medis dan paramedis Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hilir,(28/11/2016).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan ini, dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) diwakili Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan dan didampingi Kasubbag Perencanaan dan Pengendalian, Edi Irawan.

Kabid PMK Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini terkait dengan adanya bantuan alat kesehatan yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Inhil dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Riau tahun 2016.

“Bantuan alat kesehatan yang diterima ini diperuntukan bagi 27 Puskesmas dan 88 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Inhil,” kata dr Saut Pakpahan.

Dengan adanya pelatihan tersebut, dr Saut berharap para peserta dapat menggunakan berbagai alat kesehatan yang diberikan untuk membantu diagnosa berbagai penyakit, seperti penggunaan alat kejut jantung, EKG atau alat mendeteksi gangguan jantung, pemeriksaan darah rutin dan urin.

“Mudah-mudahan, pelatihan ini bermanfaat bagi para peserta, dan sepulangnya ke tempat tugas masing-masing dapat memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan lainnya, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutupnya.

Senada dengan itu, Edi Irawan Kasubbag Perencanaan dan Pengendalian Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pelatihan penggunaan alat kesehatan bagi tenaga medis dan para medis ini dilaksanakan selama 3 hari.

“Pesertanya sebanyak 81 orang, yang terdiri dari dokter, analis atau petugas laboratorium dan bidan koordinator yang ada di Kabupaten Inhil,” jelasnya.