Skip to main content

Sosialisasi Teknik Implementasi Antrian Online SIMPUS

Foto : Dok.MCT Dinkes Inhil

TEMBILAHAN – Jum’at (06/08/2021)
Sosialisasi Teknik Implementasi Antrian Online SIMPUS (Sistem Informasi Puskesmas) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir yang diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas se Kab. Indragiri Hilir dan petugas PCare melalui Via Zoom Meeting.

Teknologi informasi berperan penting dalam memperbaiki kualitas suatu instansi. Penggunaannya tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses informasi tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sistem yang terintegrasi sehingga proses organisasi yang terjadi akan efisien, terukur dan fleksibel.

Dinas kesehatan berupaya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya pada layanan sistem antrian di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ( FKTP ) melalui integrasi simpus dan mobile JKN.

Sistem antrian online merupakan salah satu manfaat yang diberikan oleh aplikasi mobile JKN yaitu kemudahan untuk mendapatkan pelayanan di FKTP.

Sebelumnya proses butuh waktu karena menggunakan antrian manual tetapi dengan adanya sistem antrian online tidak perlu khawatir dengan antrian yang panjang dan lama karena dapat melakukan pendaftaran dirumah dan datang ke Puskesmas tinggal menunggu pelayanan yang diberikan saja.

Mengingat sekarang dimasa Pandemi Covid-19, dengan menggunakan antrian online, antrian masyarakat lebih teratur dan tidak berkerumun itu sudah menjadi salah satu langkah kita dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Mengapa perlu antrian online, karena selama ini, pasien yang hendak berobat di FKTP harus datang ke lokasi untuk mendaftar, lalu mengantri sampai dipanggil oleh petugas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dimasa Pandemi COVID-19 seperti saat ini, pasien-pasien yang menunggu antrean dapat berpotensi menimbulkan kerumunan dan meningkatkan resiko penularan COVID-19.

Manfaat lain yang didapat adalah mengurangi beban kerja serta menghemat waktu petugas dalam proses pendaftaran pasien karena sudah dilakukan secara mandiri oleh pasien serta Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan dapat melakukan booking jadwal kunjungan maksimal sehari sesudah pelayanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *