Pos kesehatan pesantren (Poskestren) adalah pesantren yang memiliki kesiapan, kemampuan, serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah – masalah kesehatan secara mandiri sesuai dengan kemampuannya (Depkes RI, 2007). Poskestren merupakan salah satu wujud upaya kesehatan berbasis masyarakat dilingkungan pesantren dengan prinsip dari, oleh dan untuk warga pesantren yang mengutamakan pelayanan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan) dengan bimbingan puskesmas setempat. dalam hal itu UPT. Puskesmas Sungai Salak melakukan sosialisasi dan pembentukan Poskestren di pondok pesantren Daarul Rahman kecamatan Tempuling. (Rabu, 6 April 2018).

Tujuan dari sosialisasi dan pembentukan poskestren itu adalah Mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kami sangat berterima kasih kepada puskesmas sungai salak karena masih memperhatikan pondok pesantren kami ini dengan membentuk poskestren, semoga ini bisa meningkatkan derajad kesehatan semua warga pondok pesantren. Ujar Mukhlis selaku pelaksana harian Pondok Pesantren Daarul Rahman Tempuling.

Karena kita sudah membentuk poskestren, selanjutnya Pembinaan Poskestren dilaksanakan secara terpadu oleh puskesmas dan Stakeholders terkait lainnya, yang dilakukan secara berkala, baik langsung maupun tidak langsung. Pembinaan dilakukan antara lain meliputi: peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan bagi pengelola dan kader Poskestren. Pembinaan Poskestren ditunjukan untuk memelihara kelangsungan hidup (sustainability) dari Poskestren.
Komponen terpenting dalam pengelolaan Poskestren adalah sumberdaya manusia (SDM). Maka dalam proses pembinaan lebih difokuskan ke arah tersebut, yaitu sisi puskesmas sebagai pembina dan sisi Poskestren sebagai sasaran sekaligus objek pembinaan. Ujar Azmir, SKM.

Tinggalkan Balasan

Silakan Masukkan Komentar Anda
Silakan Masukkan Nama Anda Disini