Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Riau dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar tradisional dan mini market yang ada di Tembilahan, Kamis (24/5).

Intensifikasi pengawasan pangan ini dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat terkait kandungan bahan berbahaya dalam pangan dan beredarnya pangan tanpa izin edar, kadaluarsa dan rusak pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2018.

Dalam sidak ini ditemukan bahan makanan yang dicurigai mengandung bahan pewarna berbahaya.

Saat sidak berlangsung selain memeriksa makanan tim gabungan Sidak juga bertanya ke pedagang terkait bahan baku yang dijual pedagang.

Setiap bahan yang dicurigai dan diduga menggunakan bahan berbahaya serta pewarna tekstil, dibeli oleh tim sebagai sampel untuk di uji di laboratorium.

“Dari 20 sampel yang yang sudah kita dapat, 8 sudah kita uji, dan 1 sampel positif menggunakan bahan pewarna tekstil,”ujar ketua tim sidak dari BPOM Riau, Adrizal yang juga Plh Sertifikasi Pelayanan informasi Konsumen.

Saat ini, dikatakan Adrizal, 20 sampel sedang dilakukan uji laboratorium. Pengambilan sampel produk difokuskan pada makanan dan minuman yang menggunakan pewarna dan pengawet. Hasil uji sampel dikatakan Adrizal akan diserahkan ke pihak pemerintah setempat untuk ditindaklanjuti.

“Untuk sementara sudah ditemukan yang positif.  Terindikasi positif Rhodamin-B pewarna tekstil. Ini jelas berbahaya karena termasuk bahan berbahaya untuk dikonsumsi,”tegasnya.

Untuk saat ini, dikatakannya lagi, pihaknya Sidak bahan baku, dan selanjutnya akan dilakukan sidak ke Mini market serta ke pasar Ramadhan akan dilakukan sidak takjil.

Dirinyapun mengingatkan, untuk masyarakat, khususnya di Inhil agar lebih berhati-hati dalam membeli bahan baku.

Sementara itu, Kadiskes Inhil mengatakan, sidak bahan baku maupun takjil merupakan agenda rutin. Pihaknya bersama tim terkait melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel makanan dan di uji di laboratorium.

“Kami menghimbau warga agar berhati-hati membeli bahan baku maupun takjil. Masyarakat diminta untuk tidak tergoda dengan warna yang cerah karena biasanya mengandung pewarna tekstil yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi,”pesannya.

Tinggalkan Balasan

Silakan Masukkan Komentar Anda
Silakan Masukkan Nama Anda Disini