Skip to main content

Puskesmas Sungai Guntung Punya 3 Klinik Untuk HIV/AIDS dan Narkoba

Puskesmas Sungai Guntung, Indragiri Hilir (Inhil) berdiri awal tahun 2016, tepatnya berada di jalan lingkar I, Kecamatan Sungai Guntung.

Kepala Puskesmas Sungai Guntung Zainuddin, SKM., M.M., Senin (23/12/2019) sore, menjelaskan pembangunan Puskesmas Sungai Guntung terdiri dari rawat inap dan rawat jalan.

Flashback ditahun 2017, Puskesmas Sungai Guntung juga diamanahkan sebagai Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DPTK).

Melihat maraknya tempat hiburan malam diwilayah kerjanya, Puskesmas Sungai Guntung melakukan perkembangan pembangunan ialah dengan cara mendirikan Klinik.

Bertujuan untuk menekankan penularan HIV/AIDS dan Narkoba, Puskesmas Sungai Guntung telah memiliki 3 bangunan klinik, yaitu ;

Puskesmas Sungai Guntung menyediakan layanan klinik VCT bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV, Klinik ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.

Ditambah lagi, sebagai antisipasi penyebaran penyakit HIV/AIDS Puskesmas Sungai Guntung juga mempunyai Klinik CST, bertujuan untuk memberikan dukungan perawatan, pengobatan kepada pengidap HIV/AIDS agar berada pada kondisi stabil menuju kesembuhan.

Untuk daerah Utara, dijelaskan Zainuddin pusatnya ada di klinik itu, membawahi Puskesmas Batang Tumu, Mandah, Pelangiran, Teluk Belengkong, Pulau Burung dan Guntung.

Khusus kasus Narkoba di Inhil, Dinas Kesehatan telah meamanahkan Puskesmas Sungai Guntung dan Puskesmas Tembilahan Kota sebagai klinik Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Dengan menyandang status IPWL, tentu saja pelayanan kepada para pecandu atau penyalahgunaan obat dan narkotika di wilayah kerjanya bisa terlayani secara maksimal.

Cetus Zai, khususnya bagi pecandu yang belum tersentuh layanan rehabilitasi.

Dengan klinik itu, Zainuddin berharap akan semakin memperluas cakupan layanan pengobatan pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Inhil khususnya di wilayah kerjanya.

Untuk perkembangan Puskesmas Sungai Guntung ditahun 2020 Zainuddin akan memaksimalkan kembali akses jalan masuk.

Menilai kondisi belum bagusnya akses jalan keluar masuk dan harus dilakukan semeninasasi, selain itu Zainuddin juga akan mengusulkan semenisasi akses jalan masuk ke Puskeskesmas termasuk juga gorong-gorong dan jembatan, Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), pagar pembatas puskesmas dengan rumah penduduk dan drainase air (got) karena bila hujan lebat lingk Puskesmas akan terendam.

“Saya berharap masyarakat bisa manfaatkan Puskesmas yabg sudah akreditasi Madya, dikarenakan tenaga kesehatan kita sudah dikatakan cukup, alat telah lengkap kita sediakan,” papar Zai.

Untuk informasi luas tanah Puskesmas Sungai Guntung adalah 105×97 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *