Skip to main content

Puskesmas Kotabaru Siap Perangi Stunting

Pemberian Vitamin A

Dinas Kesehatan taja Gerakan Satu Hati Perangi Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas kotabaru, sabtu (22/02/2020)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H. Zainal Arifin, SKM M.Kes yang dalam hal ini melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM, M.KL mengungkapkan Gerakan Satu Hati dilaksanakan secara serentak di setiap Puskesmas dan Posyandu di seruluh desa dan kelurahan se-Kabupaten Inhil.

“Ada 6 (enam) kegiatan inti yang dapat diikut oleh anak maupun ibu, yakni Penimbangan Serentak, Sapta Desa (Sarapan Tambahan Anak di Desa), Pemberian Vitamin A, Imunisasi Lengkap, Pemeriksaan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui serta KB (Keluarga Berencana)”, ungkap
Rahmi Indrasuri

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang dalam hal ini diwakili oleh Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Tantawi Jauhari, MM dalam sambutannya mengatakan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah menetapkan salah satu fokus utama kerja dalam periode kedua kepemimpinannya, yakni membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Pilihan ini antara lain diwujudkan dengan mempersiapkan anggaran keseha-tan pada tahun tahun 2020 cukup besar yaitu rp. 132,2 triliun, hampir dua kali lipat dari tahun 2015. anggaran ini salah satunya untuk memastikan angka kasus kekerdilan (stunting) bisa ditekan sesuai target yakni menurun 14% dalam lima tahun mendatang.

“Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, maka kabupaten indragiri hilir segera melakukan penjabaran kegiatan dalam sebuah gebrakan yakni gerakan satu hati kabupaten indragiri hilir,  dimana kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang amat penting dalam menggebrak desa dan kelurahan supaya sadar dan peduli terhadap persoalan stunting”, ungkap Tantawi Jauhari

“Dengan kegiatan gerakan satu hati kabupaten indragiri hilir ini nantinya akan terlibat semua pemangku kepentingan  dalam program desa maju indragiri hilir jaya plus terintegrasi (dmij + terintegrasi) dengan fokus kegiatan adalah adanya sinergitas dan integrasi dalam pengurangan angka stunting sebanyak 2.070 jiwa yang ada di kabupaten indragiri hilir”, tambahnya

Lebih lanjut Tantawi Jauhari menambahkan dengan menggalang kekuatan berbagai program dan kegiatan yang ada di dinas dan lembaga terkait serta personil kader posyandu yang selama ini telah dibina oleh program dmij plus terintegrasi yang bernaung di posyandu yang ada di tingkat desa dan kelurahan  se-kabupaten indra-giri hilir yang berjumlah 552 posyandu.

“Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh buruknya asupan gizi anak dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan kondisi gagal tumbuh pada anak yang mengakibat-kan tinggi atau panjang badan anak  yang tidak sesuai umur, sehingga anak terlihat jauh lebih pendek (kerdil) dari pada teman-teman seusianya”, ungkap Tantawi Jauhari

“Namun sanitasi yang buruk juga dapat menyebabkan masalah stunting, karena sanitasi yang buruk juga sangat berperan dalam menimbulkan sumber bibit penyakit. kita tidak tahu apakah kondisi tubuh sedang fit atau tidak itu mempermudah bakteri masuk kedalam tubuh, pada akhirnya bakteri tersebut dapat mempengaruhi ibu hamil atau bahkan memperburuk keadaan anak-anak yang mengalami stunting. dampak stunting bagi individu adalah kemampuan kognitif menurun, daya tangkap berkurang, mudah sakit dan fungsi tubuh tidak seimbang”, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *