Skip to main content

Berita Kesehatan

MATANGKAN PENGAKREDITASIAN PUSKESMAS, DISKES INHIL BELAJAR KE DISKES PAYAKUMBUH

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri img_9709Hilir terus berupaya mematangkan dan memantapkan persiapan Pengakreditasian puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit ini. Salah satu upaya untuk mencapai itu, Diskes Inhil melakukan kunjungan ke Diskes Payakumbuh, Kamis (21/7/2016), Sumatera Barat untuk belajar di Puskesmas Padang Karambia yang sudah terakreditasi.

”Terima kasih kami sudah diterima untuk belajar di Puskesmas Padang Karambia Diskes Kota Payakumbuh. Karena dari beberapa rekomendasi baik dari tutor hingga Kementerian dan dari Provinsi bahwa Puskesmas Karambia ini bisa kita jadikan tempat pembelajaran,” ujar Kadiskes Inhil, H. Zainal Arifin SKM, M Kes.

Dengan pembelajaran langsung ini, Kadiskes berharap proses pengakreditasian puskesmas di Inhil bisa berjalan lancar.

”Pemetaan pun sudah dilakukan agar penguasaan materi itu betul-betul dikuasai oleh masing-masing tenaga puskesmas,” lanjut Kadiskes Inhil.

Sementara itu, Kadiskes Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, SKM, MPPM yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Padang Karambia Kota Payakumbuh Liza Hanafia, SKM juga menyampaikan terima kasihnya atas kedatangan tim dari Diskes Inhil.

”Kedatangan ini membuat nuansa baru buat kami. Prinsip kami d isini catat yang anda kerjakan, kerjakan apa yang anda catat,” tutur Elzadaswarman.

Elzadaswarman juga memberikan tips bagaimana caranya menggalang komitmen dengan cara pertemuan semua lintas terkait, yaitu dengan membuatkan slogan atau moto yang sesuai dengan tujuan yang dibuat.

“Kami merasa tersanjung atas kedatangan tim dari Diskes Inhil, kerena dibandingkan dengan daerah lain, kami mungkin tidak sebanding dengan kapasitas kawan kawan dari Inhil atau dengan yang lainnya,” lanjutnya.

Menurut Kepala Puskesmas Padang Karambia Kota Payakumbuh Liza Hanafia, SKM meskipun puskesmas mereka sudah diakreditasi namun tidak menutup kemungkinan untuk menambah inovasi dalam hal pelayanan seperti yang telah dilakukan oleh Dinas kesehatan Kabupaten Inhil tentang Penerapan Aplikasi Simpus Bridging System dengan Aplikasi P-Care BPJS Kesehatan yang pertama kali di Pulau Sumatera.

“Inovasi dalam hal pelayanan sangat diperlukan untuk mempermudah pelayanan, kami suatu saat akan berkunjung ke dinas kesehatan kabupaten Inhil dalam rangka melihat atau mempelajari tentang penerapan aplikasi simpus terintegrasi dengan P-care yang telah diterapkan di enam puskesmas di Kabupaten Inhil, agar bisa kami terapkan serta gunakan untuk pelayanan di Puskesmas Padang Karambia ini,” ucap Liza Hanafia, SKM

Adapun yang hadir dalam kegiatan itu dari Diskes Inhil adalah, Kabid PPSDK, Kasi Perizinan, Kasi Kesehatan Dasar, Kasi Promkes, Kasubbag Kepegawaian, Kepala Puskesmas Gajahmada, Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Pulau Kijang  dan Kepala Tata Usaha Sungai Salak beserta masing-masing staf.

DINAS KESEHATAN PROVINSI RIAU BINA BIDAN DESA UNTUK KURANGI AKB INHIL

dinkes-prov-bdnRabu, 20 Juli 2016 Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama pengelola Program Kesga Hari ini menyambangi Puskesmas Teluk Pinang dan Puskesmas Sungai Piring dalam pokus kegiatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan didampingi pengelola bidang yang menangani hal ini Dinas Kesehatan Kab. Inhil sangat mengapresiasi upaya pembinaan terhadap Bidan Desa yang terdapat di Inhil ini khususnya di UPT. Puskesmas Teluk Pinang dan Sungai Piring.

Walaupun harus berjuang mengarungi hempasan ombak dan guyuran hujan yang melanda Inhil saat ini, namun hal itu tidak menjadi persoalan bagi para Inspirator cantik ini untuk melakukan pembinaan kepada petugas yang khususnya bidan yang berada di wilayah kerja puskesmas teluk pinang dan sungai piring, agar kinerjanya bisa sesuai dengan target atau indikator-indikator yang telah ditetapkan baik itu ditingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten. Seperti yang kita ketahui khususnya kabupaten Indragiri Hilir saat ini merupakan salah satu Kabupaten yang angka kematian ibu dan bayinya masih tinggi, oleh sebab itu upaya menemukan jalan keluar yang terbaik mengenai penanganan kasus ini sangatlah penting.

Setelah dikonfirmasi oleh Media Center Dinas Kesehatan Kab. Inhil, selaku narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengungkapkan bahwa sangat penting bagi petugas kita untuk benar-benar memiliki kemampuan SDM yang maksimal, khusunya Bidan desa sangat dituntut untuk mengerti dan menguasai program dan indikator. Oleh karenanya mereka disini ada untuk me-Refresh kembali mengenai indikator-indikator di KIA dan apa yang harus dilakukan serta target yang harus kita capai supaya dapat bekerja lebih maksimal sesuai dengan harapan Kementrian Kesehatan.

ibu-ibu hamil kini sudah tidak perlu lagi bimbang mengenai biaya melahirkan pada tenaga kesehatan, ada banyak jaminan keseshatan yang kini dapat mempermudah dan mendukung program kesehatan, salah satunya Jampersal. Kita juga akan memiliki rumah tunggu kelahiran (RTK), dari Jampersal untuk operasional nya berarti sewa rumah, listrik dan air juga kepada pasien itu biaya makan pasien dan pendamping serta petugas kesehatan yang merujuk akan ditanggung oleh jampersal.

dinkes-prov-bdn1Untuk mendukung kualitas pelayanan kita tentu harus melibatkan koordinasi lintas program dan lintas sektor, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dalam artian bahwasanya masyarakat itu harus kita berdayakan dalam upaya mendukung demi mempercepat upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kapasitas SDM. Kegiatan kita kali ini tidak terlepas dari upaya peningkatan kapasitas SDM yang telah ada. Tutur Rita Gustina

RAJIN KE POSYANDU, PUSKESMAS SEI. SALAK WUJUDKAN PEDULI KESEHATAN MASYARAKAT

slk-ynduSebagai sebuah usaha kesehatan bersama dalam masyarakat Posyandu  memiliki berbagai program yang sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan balita yang berhubungan dengan masalah kesehatan secara umum, gizi, imunisasi, pencegahan dan penanggulangan berbagai penyakit, serta pertumbuhan dan perkembangan balita, melihat betapa pentingnya program kesehatan yang dicanangkan dalam Posyandu,  Puskesmas Sungai Salak hari ini/ 19 juli 2016 melaksanakan kegiatan Posyandu dan pengobatan periodik.

slk-yndu1Kepala UPT. Puskesmas Sungai Salak bapak. Syaiful Ahwan bersama tenaga kesehatan yang ada  kali ini melaksanakan kegiatan Posyandu di Parit Bandung Desa Mumpa. beliau mengungkapkan bahwa “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelayanan dasar dan imunisasi bayi dan balita, serta beliau juga menambahkan bahwanya sasaran dari kegiatan ini seluruh lapisan masyarakat hingga dalam kegiatan pengobatan periodik ini dapat dijaring delapan puluh sembilan orang yang berobat, dan Posyandu terdapat sebanyak tiga puluh orang bayi dan balita.

 

DINAS KESEHATAN INHIL CEK KESEHATAN JEMA’AH CALON HAJI TAHUN 2016

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir telah memulaihaji tes kesehatan tahap II JCH  tahun 2016 (Jema’ah Calon Haji), yang dimulai Senin (18/7/2016), dan dijadwalkan akan dilaksanakan selama enam hari, yaitu hingga Sabtu (23/7/2016).

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin, SKM, M.Kes melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, H. Ridwan, S.Sos, M.Kes menuturkan keseluruhan jumlah JCH yang akan mengikuti tes kesehatan sebanyak 390 Jema’ah.

”Untuk tahun ini jumlah JCH sebagai mana data yang kita dapatkan ini perkecamatan, dari 20 kecamatan jumlahnya 392 orang,” ujar H. Ridwan kepada Media Center Tim.

Untuk pemeriksaan ini, dijelaskannya di bagi menjadi beberapa kelompok seperti hari Senin dan Selasa untuk Kecamatan Tembilahan yang jumlah JCH sebanyak 111 orang. Untuk hari Rabu ada  3 kecamatan yaitu : Tembilahan Hulu, Kempas, Tempuling. Kamis ada  7 kecamatan yaitu : Kuindra, Concong Luar, Tanah Merah, Enok, Batang Tuaka, GAS, Gaung. Jum’at ada  4 kecamatan yaitu : Reteh, Sungai Batang, Kemuning, Keritang dan Sabtu ada  5 kecamatan yaitu : Kecamatan Mandah, Pelangiran, Pulau Burung, Kateman, Teluk Belengkong.

Adapun alur pemeriksaannya adalah mendaftar di bagian pelayanan Kesehatan, kemudian melakukan pemeriksaan di laboratorium, rontgen, imunisasi, EKG dan kemudian Pemeriksaan Dokter. Kesehatan Calon Jema’ah Haji (JCH) yang diperiksa adalah tensi, cek darah, radiologi, kolesterol, berat badan serta gula darah.

”Kita menghimbau kepada seluruh JCH agar menjaga kesehatan tubuh sebelum keberangkatan ini,” pesan Sekretaris Dinas Kesehatan

HASIL SIDAK BBPOM RIAU DI TEMBILAHAN, TEMUKAN MAKANAN MENGANDUNG RHODAMIN B

fb_img_1466131023501Secara mendadak, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Riau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) dan Dinas Kesehatan Inhil mendatangi sejumlah pasar yang ada di kota Tembilahan, Kamis (16/6/2016). Adapun pasar-pasar yang didatangi tersebut seperti Pasar Selodang Kelapa, Pasar Parit 11 dan Pasar Kayu Jati Tembilahan.

Dari beberapa pasar tersebut, diambil sebanyak 26 sampel makanan yang dipilih secara acak. Berdasarkan pantauan Media Center Team di lapangan, sampel yang dipilih secara acak itu adalah sejumlah makanan yang warnanya terlihat sangat mencolok dari yang lainnya. Adapun sejumlah makanan yang diambil oleh pihak BBPOM untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan adalah kurma, tahu, terasi, bakso, ikan asin, kolang-kaling, cincau, aneka jenis kerupuk, semangka, dan lain sebagainya.

”Setelah ini akan kita cek di Dinas Kesehatan, kemungkinan satu jam lagi sudah kita ketahui hasilnya,” sebut pihak BBPOM.

Dari 26 sampel yang diambil BPPOM, lima diantaranya terdeteksi mengandung rhodamin B atau pewarna sintesis makanan. Adapun lima sampel yang terbukti mengandung zat berbahaya itu adalah, delima dan terasi.

”Dari 26 sampel, satu takjil mengandung rhodamin B yaitu delima. Tiga delima yang kita sampling, satu positif. Sedangkan empat bungkus terasi yang kita ambil, semua positif rhodamin B,” jelas Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPPOM Riau, Adrizal usai melakukan sidak pada sejumlah penjual takjil, kamis sore.

Ia menjelaskan, sejak 1985, melalui Menteri Kesehatan, Rhodamin B dilarang penggunaannya di Indonesia. WHO secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya.

”Jangka pendeknya jika mengkonsumsi makanan yang mengandung Rhodamin B bisa mengganggu pencernaan. Jangka panjangnya bisa merusak hati dan ginjal,” tutupnya.