Skip to main content

Berita Kesehatan

SELAIN 27 PUSKESMAS SIAP 24 JAM, DINAS KESEHATAN INHIL JUGA SIAGAKAN 42 DOKTER DAN 209 PERAWAT SELAMA H-7 DAN H+7 LEBARAN

Dinas Kesehatan Kabupimg_2681aten Indragiri Hilir, Riau memastikan telah siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama H-7 hingga H+7 lebaran tahun ini. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Inhil, H. Zainal Arifin SKM, M.Kes dalam konfrensi pers “Mudik Nyaman ” bersama BPJS Kesehatan di kantor BPJS Kesehatan Tembilahan, Rabu (29/6/2016) bahwa pihaknya sudah siap, baik pada pelayanan primer maupun rujukan.

Ia juga menjelaskan, bekerjasama dengan Kepolisian Resor Inhil, pihaknya menyediakan tiga pos pengamanan yang terletak di Selensen, Kecamatan Keritang, Rumbai Jaya dan di Jalan Jendral Sudirman Tembilahan.

”Disamping 3 pos itu, kita juga menyiapkan pos kesehatan secara periodik di Pelabuhan Lasdap, Pelindo, Pelabuhan Sungai Guntung dan Terminal. Ada petugas yang standby di sana,” sebut Kadis Kesehatan.

Selain itu, 27 Puskesmas di seluruh Inhil dikatakannya terus bersiaga, tidak hanya untuk jalur provinsi namun seluruh kecamatan.

”Kita pastikan kapan masyarakat membutuhkan kita siap. Karena kita menyiapkan 42 dokter, 209 perawat, dan 29 sopir,” tukasnya.

BAU MULUT SAAT PUASA? INI CARA MENGATASINYA

Tips agar mulut tidak berbau saat puasa adalah bau-mulut1yang paling banyak dicari oleh peselancar internet saat ini, apalagi dalam suasana bulan puasa Ramadhan. Saat berpuasa, bau mulut menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan. Hampir semua orang berpuasa akan mengalaminya. Ada sejumlah faktor penyebab mengapa mulut akan lebih berbau saat berpuasa, tetapi secara umum sangat dipengaruhi oleh faktor internal mulut kita. Adanya gigi berlobang atau gusi yang membengkak (abses) menjadi salah satu faktor utama penyebab bau mulut. Di samping itu, jenis makanan yang dikonsumsi juga ikut berpengaruh terhadap bau mulut.

Nah, kali ini kami akan menjelaskan beberapa cara sederhana dan tips agar mulut tidak berbau saat puasa. Beberapa tips di sini sebenarnya bukan rahasia lagi, hanya saja terkadang masih banyak orang menganggapnya hal sepele atau karena kurangnya perhatian terhadap masalah bau mulut (halitosis).

Singkat saja, agar mulut anda tidak berbau, ada beberapa cara dan saran yang dapat kami berikan dan dapat dipraktekkan sebelum dan setelah Anda berbuka puasa seperti di bawah ini:

Banyak Minum Air Putih

Usahakan minum air putih sebanyak mungkin, minimal 10 gelas menjelang sahur dan setelah berbuka puasa. Air putih dapat membantu membersihkan area rongga mulut, selain itu dapat meningkatkan produksi saliva ( air liur ) sebagai penetralisir bau mulut.

Minum Teh Hijau

Teh hijau mengandung  zat polyphenol dapat mengurangi bakteri  yang terdapat dalam rongga mulut maupun pada saluran pernafasan, oleh karena itu meminum teh hijau sebelum  dan setelah menjalankan puasa  sangat baik untuk mencegah bau mulut.

Pilih Menu Makanan Terbaik

Beberapa jenis makanan yang dapat  memicu ataupun mencegah bau mulut. Beberapa jenis makanan ini telah di jelaskan pada beberapa artikel  sebelum ini.

Lakukan Olahraga Ringan

Walaupun anda sedang menjalani puasa, sebaiknya anda melakukan olahraga ringan untuk mengeluarkan zat-zat racun  dalam tubtuh melalui keringat. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan, berolahraga ringan secara teratur ternyata dapat mengurangi bau mulut.

Gunakan Obat Kumur Antiseptik

Menggunakan obat kumur juga efektif untuk mengurangi bau mulut saat berpuasa. Tapi sebaiknya anda gunakan setelah anda berbuka puasa atau setelah makan sahur.

Menggosok Gigi

Menggosok gigi setelah makan sahur dan setelah berbuka puasa dapat membantu mengurangi bau mulut. Gunakan pasta yang mengandung mint untuk mengharumkan nafas anda.

sumber : http://www.doktercantik.com/369/tips-agar-mulut-tidak-berbau-saat-puasa.html

PUSKESMAS SUNGAI SALAK ADAKAN BUKA PUASA BERSAMA MASYARAKAT

bubar-slkBanyak cara untuk berbuat kebaikan, terlebih lagi dibulan penuh berkah ini setiap umat muslim dipenjuru pelosok dunia seakan-akan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. mengingat keberkahan dan limpahan pahala yang dijanjikan kepada siapa saja yang beramal shalih dengan mengharap keridhaan Allah SWT di bulan Ramadhan ini maka Allah SWT menjanjikan Syurga sebagai balasan yang layak baginya. untuk itu Selaku pimpinan Puskesmas Sungai Salak Bapak. Saeful Ahwan, amd. kep memanpaatkan moment berharga ini dalam mengukuhkan kebersamaan dan silaturrahmi bersama menggelar acara berbuka puasa bersama di lingkungan Puskesmas Sungai Salak dengan mengundang Bapak. Ustadz Kaprawi sebagai penceramah yang memberikan santapan rohani bagi seluruh jamaah yang hadir. bubar-slk1

 

HASIL SIDAK BBPOM RIAU DI TEMBILAHAN, TEMUKAN MAKANAN MENGANDUNG RHODAMIN B

fb_img_1466131023501

Secara mendadak, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Riau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) dan Dinas Kesehatan Inhil mendatangi sejumlah pasar yang ada di kota Tembilahan, Kamis (16/6/2016). Adapun pasar-pasar yang didatangi tersebut seperti Pasar Selodang Kelapa, Pasar Parit 11 dan Pasar Kayu Jati Tembilahan.

Dari beberapa pasar tersebut, diambil sebanyak 26 sampel makanan yang dipilih secara acak. Berdasarkan pantauan Media Center Team di lapangan, sampel yang dipilih secara acak itu adalah sejumlah makanan yang warnanya terlihat sangat mencolok dari yang lainnya. Adapun sejumlah makanan yang diambil oleh pihak BBPOM untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan adalah kurma, tahu, terasi, bakso, ikan asin, kolang-kaling, cincau, aneka jenis kerupuk, semangka, dan lain sebagainya.

”Setelah ini akan kita cek di Dinas Kesehatan, kemungkinan satu jam lagi sudah kita ketahui hasilnya,” sebut pihak BBPOM.

Dari 26 sampel yang diambil BPPOM, lima diantaranya terdeteksi mengandung rhodamin B atau pewarna sintesis makanan. Adapun lima sampel yang terbukti mengandung zat berbahaya itu adalah, delima dan terasi.

”Dari 26 sampel, satu takjil mengandung rhodamin B yaitu delima. Tiga delima yang kita sampling, satu positif. Sedangkan empat bungkus terasi yang kita ambil, semua positif rhodamin B,” jelas Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPPOM Riau, Adrizal usai melakukan sidak pada sejumlah penjual takjil, kamis sore.

Ia menjelaskan, sejak 1985, melalui Menteri Kesehatan, Rhodamin B dilarang penggunaannya di Indonesia. WHO secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya.

”Jangka pendeknya jika mengkonsumsi makanan yang mengandung Rhodamin B bisa mengganggu pencernaan. Jangka panjangnya bisa merusak hati dan ginjal,” tutupnya.

DINAS KESEHATAN MENGHIMBAU RT DAN RW MENDATA MASYARAKAT TIDAK MAMPU UNTUK MENJADI PESERTA BPJS KESEHATAN

Dinas Kesehatan menghkadis-wwncrarapkan kepada seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) agar mendata warganya yang tidak mampu di lingkungannya masing-masing.

Data ini nantinya akan menjadi rujukan bagi Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil dalam menentukan kepesertaan BPJS Kesehatan, yang iurannya akan ditanggung langsung oleh Pemerintah.

Kepala Diskes Inhil, H. Zainal Arifin SKM, M.Kes mengatakan, tahun 2016 ini merupakan tahun terakhir penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), sehingga mulai tahun 2017 mendatang tidak berlaku lagi.

“Untuk itu, bagi warga yang tidak mampu segera didata oleh Ketua RT/RW guna mendapatkan Kartu BPJS yang preminya 100 persen dibayar oleh Pemerintah,” kata H. Zainal Arifin SKM, M.Kes saat dikonfirmasi awak media melalui blackberry massangernya, kemarin.

Terkait hal tersebut, lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau ini, Surat Edaran Bupati Inhil sudah dijalankan sejak Bulan Maret lalu.

“Surat Edaran sudah kita berikan kepada seluruh Camat, tinggal mereka yang mensosialisasikan kepada warganya melalui Kades atau Lurah,” tutupnya.