Skip to main content

Pelatihan UBM (Upaya Berhenti Merokok) Bagi Kader Petugas Konseling Oleh UPT Puskesmas Pengalihan Enok

Hasil Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terjadi penambahan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang, yaitu dari 60,3 juta pada 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada 2021.

Di Wilayah kerja UPT Puskesmas Pengalihan Enok sendiri merokok merupakan salah satu permasalahan dari 12 indikator PIS-PK (Pendataan Indonesian Sehat-Pendekatan Keluarga).

Secara umum, kebiasaan merokok pada masyarakat merupakan salah satu masalah kesehatan karena konsumsi rokok yang masih cenderung tinggi. Sementara beban biaya yang berkaitan dengan penyakit akibat rokok dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit tidak menular (PTM) seperti gangguan pernapasan (PPOK, Asma ), Penyakit Jantung, Stroke dan Kanker Paru, dan ini bukan hanya dari biaya pengobatan tetapi juga biaya hilangnya hari atau waktu produktivitas.

Untuk itu diperlukan pelatihan petugas konseling Upaya Berhenti Berhenti merokok (UBM) bagi kader kesehatan Masyarakat di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pengalihan Enok sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan merokok tersebut.

Kegiatan pelatihan konseling UBM ini di Hadiri oleh Bidang P2PTM Keswa dan Napza Dinas Kesehatan Kab.Inhil dan dibuka oleh Kepala Puskesmas Pengalihan Enok di Aula Puskesma Pengalihan Enok pada Selasa (13/09/2022)

Kegiatan ini dilaksanakan Sebanyak tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama adalah pembekalan materi mengenai bahaya rokok bagi kesehatan yang di berikan Oleh dr.Puteri Maharani dan pengisian soal pretes-Postest. Pada kegiatan Kedua akan dilakukan pelatihan konseling menggunakan metode roleplay oleh Pj Program Promosi Kesehatan dan pertemuan ketiga Evaluasi.

Kepala Puskesmas Pengalihan Enok Baihaqi,SKM,M.Kes mengatakan dengan adanya Pelatihan Konseling UBM ini memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang ingin berhenti merokok, Karena kader merupakan salah satu promotor kesehatan didesa yang sangat dekat keberadaannya dengan masyarakat.

Maka dari itu, penting bagi kader kesehatan memiliki keterampilan konseling UBM, mengedukasi masyarakat agar menjauhi rokok dan asap rokok, serta membantu perokok untuk berhenti dan terlepas dari jerat ketergantungan rokok,Tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *