Skip to main content

PASTIKAN MAKANAN YANG DIKELOLA AMAN DIKONSUMSI, DINAS KESEHATAN INHIL GELAR PERTEMUAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN BAGI PENGELOLA SARANA TTU/TPM SE-KAB. INHIL

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan pembinaan dan pengawasan bagi pengelola sarana TTU/TPM serta bagi pengelola program kesehatan lingkungan (Kesling) di UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-kabupaten Inhil.

Acara dilaksanakan di aula Hotel Inhil Pratama (IP) Rabu, (14/3) sore dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil H. Zainal Arifin SKM, M.KES yang diwakili Sekretaris Diskes H. Ridwan S.sos., M.Kes

Pada kesempatan tersebut, tampak hadir Kabid Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia SKM MH, Pelaksana Tugas (PLT) Kasi Kesehatan Lingkungan kesehatan kerja dan olahraga H.M Nurung Amk, Kasi Promosi kesehatan (Promkes) Hj Syamsinar, para peserta sebanyak 71 orang yang terdiri dari Pemegang program Kesling puskesmas 27 orang, dan pemilik atau pengelola tempat makan (TPM) 44 orang se-Kabupaten Inhil.

Kabid Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia SKM MH, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka meningkatkan higiene sanitasi pada pengelola makanan maka perlu diperhatikan berbagai hal diantaranya memperhatikan dari segi sanitasi baik itu air bersih mencuci tangan dengan sempurna kebersihan alat alat pengolah makanan pembuangan sampah pada tempatnya dan penggunaan pakaian pelindung diri.

“Perlu diperhatikan penggunaan bahan-bahan makanan yang tidak berbahaya bagi kesehatan dan memperhatikan kemasan makanan yang baik dan benar untuk menghindari kontaminasi bakteri dan lainnya,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil H. Zainal Arifin SKM, M.KES yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Diskes H. Ridwan S.sos., M.Kes dalam sambutannya mengatakan program kesehatan lingkungan pada masyarakat adalah bagian dari program pembangunan kesehatan nasional.

“Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan dengan titik berat pada upaya peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit disamping pengobatan dan pemulihan,”paparnya.

Selain itu, dikatakannya, indikator yang akan dicapai adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat meningkatnya industri dan tempat-tempat umum yang sehat menurunnya angka penyakit diare demam berdarah dan penyakit akibat kurang sehat dan lingkungan di sekitar masyarakat.

“Penyakit diare merupakan salah satu yang sering terjadi akibat kurang diperhatikannya kebersihan pengolahan makanan. Faktor yang mempengaruhi diare adalah lingkungan gizi kependudukan pendidikan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. Penyebab terjadinya diare peradangan usus oleh agen penyebab. Cara penularan melalui infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan atau air minuman yang terkontaminasi tinja atau muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila dengan tercemar dipergunakan untuk menyerap makanan,”tuturnya.

Dirinya menjelaskan, pengolahan makanan yang baik oleh penjamu adalah dengan mengikuti prosedur standar kelayakan pengelolaan makanan yang telah ditetapkan. Adapun pengolahan makanan yang benar adalah dimulai dari pakaian penjamu, seseorang yang akan bekerja dengan bahan makanan yang akan dimasak harus menggunakan pakaian memasak dan mengenakan penutup kepala, untuk mencegah rambut ataupun benda asing dari kepala penjamu masuk ke bahan makanan.

“Menjamu Harus mencuci tangannya dahulu dengan benar dan memakai sarung tangan alat-alat yang akan dipergunakan untuk proses pengelolaan Harus yang bersih dan telah dicuci serta dikeringkan. Untuk meratakan bahan baku seperti pencampuran tepung air gula garam harus menggunakan alat yang bersih atau jika menggunakan dengan tangan haruslah memakai sarung tangan yang bersih. Bahan-bahan alamiah untuk pengolahan makanan harus dipastikan terlebih dahulu dalam keadaan baik dan masih layak untuk dikonsumsi. Setelah selesai pengolahan makanan peralatan yang digunakan dicuci kembali dan dikeringkan bahan-bahan alamiah yang sudah tidak di pakai pagar dibuang ke dalam tempat pembuangan sampah dan penjamu mencuci tangannya,”jelasnya.

Dengan adanya pertemuan tersebut H. Ridwan S.sos., M.Kes berharap Para pemilik atau pengelola makanan dapat lebih memperhatikan Hygen sanitasi agar dapat menghasilkan kualitas makanan yang bersih dan sehat.

“Tentunya saya berharap, para peserta untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,”harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *