Skip to main content

INOVATIF, PUSKESMAS KEMPAS JAYA PERCANTIK PENAMPILANNYA DENGAN PLANG NAMA 3D

inovatf-kmpsTerletak di jalur yang sangat strategis, Puskesmas ini masih termasuk dalam wilayah kabupaten Indragiri Hilir yang mana posisinya hampir berada diperbatasan antara dua Kabupaten yaitu Kabupaten Indragiri Hilir (Tembilahan) dan Kabupaten Indragiri Hulu (Rengat).

Bertepatan posisi Puskesmas yang berada tepat ditepi jalan raya lintas Kabupaten, Puskesmas yang berada di Kecamatan Kempas Jaya ini menjadi sangat potensial baik dari segi kenyamanan para pengunjungnya yg juga tidak jarang adalah warga tetangga maupun penduduk lokal, juga lebih lagi menjadi objek pemandangan yang indah bagi pengendara yang sedang menikmati perjalanan. Itulah gagasan yang telah dicoba untuk dituangkan oleh Kepala Puskesmas Kempas Jaya H. Didik Suhardiman

Melihat posisi bangunan Puskesmas kita yang cukup strategis, kita melakukan innovasi lah agar Puskesmas kita bisa terlihat lebih menarik dan tentu menciptakan kenyamanan baik bagi pasien yang berkunjung, karyawan dari tenaga kesehatan sendiri dan juga buat memperindah pemandangan pelintasan bagi masyarakat yang sedang melintas didepan Puskesmas kita ini, untuk itu kita bangun plang nama sistem 3D yang ukuran dan warna kita sesuaikan seindah mungkin. Tukas Suhardiman

 inovatf-kmps1Sistem tiga dimensi akhir-akhir ini sangat memukau kita akan keindahannya, banyak tulisan-tulisan plang nama baik nama kota, Hotel berbintang, dan banyak lagi seperti tempat-tempat pariwisata yang sekarang juga menggunakan plang nama dengan sistem tiga dimensi (3D).

 

GERAKAN PINTAR, UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA BERIKAN PENYULUHAN GIZI SEIMBANG

gs-tbh-kotaRabu, 19 mai 2016. Puskesmas Tembilahan kota memberikan sesuatu yang tidak kalah pentingnya bagi masyarakat. Dengan kegiatan kelas ibu pintar gizi, Puskesmas menghadapi tantangan besar dalam upaya penanggulangan gizi buruk.

Pada kegiatan kali ini bukan hanya masyarakat umum namun juga lintas sektor turut juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya sosialisasi ini, diantaranya Bapak Camat Tembilahan, Lurah, TP PKK kelurahan yang ada di wilayah Tembilahan Kota. Peserta yang hadir pada kegiatan ini berjumlah 20 orang, yaitu para ibu-ibu dengan balita yang bermasalah dengan gizi (gizi kurang) dan ada juga bapak-bapak balita yang hadir menyertakan buah hatinya.

Mengingat pentingnya pemahaman dan penanganan kasus gizi buruk, panitia pelaksana kegiatan meberikan pembinaan dan penyuluhan tentang gizi seimbang, cara pengolahan makanan yang baik untuk balita, variasi makanan untuk balita, demo memasak jenis makanan sesuai usia balita dan dilanjutkan simbolis pemberian bingkisan PMT ASI.

Lancarnya kegiatan penyuluhan kali ini terlihat dari antusiasme ibu-ibu dengan proses tanya jawab tentang segala hal mengenai gizi anak mereka hingga cara tepat dalam perawatan anak.

gs-tbh-kota1Kegiatan ini sangat bagus sekali dilaksanakan dalam rangka mencegah terjadinya kasus gizi buruk, semoga ibu-ibu dengan balita gizi kurang beserta keluarganya melalui kelas ibu pintar gizi ini bisa mendapat pengetahuan yang lebih banyak mengenai gizi anak mereka. Semoga saja nantinya bisa meningkatkan status gizi anak dan keluarga (KADARZI) dan para ibu-ibu bisa menerapkan ilmu tentang pengolahan makanan yang sehat dan tepat untuk balita dan keluarga mereka.” ungkap drg. Wahyu Winda, M. SI. Selaku pimpinan UPT. Puskesmas Tembilahan Kota.

Melalui kegiatan seperti ini, Puskesmas Tembilahan Kota optimis semoga kasus gizi kurang dapat dikurangi dan tidak lagi kita jumpai kasus gizi buruk didalam masyarakat. Dan kepada lintas sektor terkait yang berada di Kecamatan, Kelurahan dan ataupun TP PKK juga ikut aktif berperan dalam menurunkan kasus gizi buruk di masyarakat.

 

KADISKES INHIL TUTUP KEGIATAN SOSIALISASI SHK

ttp-sos-shkTembilahan, Selasa, 18 Mei 2016. Setelah tiga hari melaksanakan sosialisasi dan pelatihan SHK yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, hari ini resmi ditutup oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes. Pelatihan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) yang dilaksanakan di Dubest Hotel Tembilahan ini diikuti oleh  perwakilan dari dari seluruh Puskesmas dan Dokter yang ada Kabupaten Indragiri Hilir. Namun hingga saat ini masyarakat awam masih banyak yang belum mengetahui apa itu SHK dan pengaruhnya bagi pertumbuhan yang akan kita ulas kali ini.

Apa itu SHK?, SHK merupakan singkatan dari Skrining Hipotiroid Kongenital. Skrining ini perlu dilakukan karena Hipotiroid Kongenital merupakan salah satu penyebab seorang anak mengalami keterbelakangan mental dan bertubuh cebol.

Hormon Tiroid memiliki peran vital dalam pertumbuhan, metabolisme dan pengaturan cairan tubuh. Tanpa Tiroid yang cukup, sel saraf, sel otak, dan otot tidak akan berkembang dengan baik. Tidak hanya menyebabkan kegagalan pertumbuhan, kekurangan Hormon Tiroid juga dapat mengakibatkan keterbelakangan mental kepada penderitanya.

ttp-sos-shk1Diperkirakan dari 4.725 juta bayi baru lahir terdapat berkisar 1.575 bayi baru lahir dengan Hipotiroid. Sebenarnya kelainan ini dapat dicegah dan anak dengan Hipotiroid Kongenital yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan mengalami retardasi pertumbuhan. Sayangnya Hipotiroid Kongenital tidak tampak pada bayi baru lahir, bayi dengan kelainan ini tetap tampak normal saat lahir dan baru bisa dideteksi setelah berusia beberapa minggu. Namun setelah Dinas Kesehatan Inhil melakukan pembelajaran pelatihan ini, para tenaga kesehatan yang telah terlatih akan mensurvei dengan mengambil sampel darah kapiler dari bagian medial tumit bayi pada hari ke 2 sampai 4 setelah kelahiran. Yang kemudian hasilnya akan diperiksa di laboraturium yang memiliki fasilitas pemeriksaan Thyroid Stimulating Hormone (TSH).

Itulah sebabnya SHK sangat penting bagi masyarakat khususnya Indragiri Hilir. Oleh Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM, M. Kes mengungkapkan banyak terima kasih kepada panitia pelaksana pelatihan SHK yang telah memberikan waktu dan kesempatan atas ilmu yang sangat dibutuhkan masyarakat Inhil.

DINKES PROVINSI RIAU SOSIALISASIKAN MTBS BERSAMA TENAGA KESEHATAN SE INHIL

dinks-prov-sos-mtbsSenin, Dinas Kesehatan Kabupaten. Idragiri Hilirl melaksanakan kegiatan sosialisasi revisi MTBS demi menggalakan upaya penekanan angka kematian ibu dan bayi di kab.inhil. acara ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau  yang diselenggarakan di Dubest Hotel Tembilahan. Acara yang dihadiri oleh bidan dan tenaga kesehatan yang ada di kab. Inhil ini dibuka langsung oleh kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhil yang dalam hal ini diwakili oleh kepala Bidang PMK dr. Saut Pakpahan.

Kita berharap semoga dengan kegiatan sosialaisasi seperti ini para bidan sebagai tenaga kesehatan yang ada di kabupaten indragiri hilir mendapatkan ilmu dan dapat diterapkan di masyarakat, dan semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan kedepannya.

dinks-prov-sos-mtbs1Acara Sosialisasi Management Terpadu Bayi Sakit ini (MTBS) akan diselenggarakan mulai dari tanggal 16 samapai dengan 19 mei 2016, Dinas Kesehatan Provinsi Riau dalam hal ini diwakili oleh Kasi Kesehatan Keluarga dr. Neng Kasmiati, MH dan Staf Seksi Kesehatan Keluarga lainnya. tampil sebagai narasumber kegiatan dr. Syofyan dan dr. Laila Handayani untuk mengisi acara pada kegiatan ini. Dinas Kesehatan Inhil merasa sangat tertantang akan penuntasan penekanan angka kematian ibu dan bayi oleh sebab itu dengan mensosialisakan kegiatan seperti ini menjadikan perbekalan dan tambahan ilmu bagi tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir.

PEDULI TUMBUH KEMBANG ANAK SEHAT, DINKES INHIL SOSIALISASIKAN MTBS BERSAMA BIDAN DAN PERAWAT SE-INHIL

sos-mtbsDinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar Sosialisasi Management Terpadu Balita Sakit (MTBS). bertempat di Dubest Hotel Tembilahan Dinas Kesehatan Provinsi Riau menghdirkan dua Narasumber sebagai pembicara pada acara ini. kegiatan sosialaisasi ini diselenggarakan mengingat pentingnya Tumbuh Kembang anak yang merupakan dambaan bagi setiap orang tua terhadap buah hati mereka.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh bagian kesehatan anak dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau berkerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri Hilir, bersama dr. Syofyan dan dr. laila Handayani Bidan dan seluruh perawat Se-Inhil di bina dan diberikan pelatihan terhadap perkembangan tumbuh kembang anak.

ini adalah sosialisasi kedua yang kita adakan di provinsi riau setelah sebelumnya kita laksanakan di kabupaten bengkalis, saya kira sosialisasi ini sangat penting karena temuan kasus Tiroid yang tidak seimbang ini bisa dibilang terbanyak ditemukan di riau secara nasional. jadi kita bina dulu tenaga kesehaatannya yang nantinya akan kita tindak lanjuti melalui mereka nanti bayi akan kita periksa sampel darahnya untuk di check di labor dan yang fositif terdapat gejala tiroid yang tidak seimbang akan kita feedback untuk kita berikan penanganan. ujar mbak ika setelah ditemui Team Media Center Dinkes Inhil.

sos-mtbs1Dalam kesempatan ini mbak Ika juga menjelaskan bahwa sasaran prioritas kegiatan sosialisasi ini adalah kabupaten yang jumlah bayi yang banyak, dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sejak awal adanya kemungkinan gangguan Hormon Tiroid yang diderita bayi baru lahir dan memiliki kelainan bawaan. untuk Provinsi Riau Dinas Kesehatan telah berkerja sama dengan dua Rumah Sakit yaitu Hasan Sadikin dan Rumah Sakit Adi Cipto yang sudah ada Laboraturiumnya. waktu ideal pengambilan sampel darah bagi bayi itu nantinya adalah antara 48 jam sampai dengan 72 jam setelah kelahiran. beliau juga berharap setelah pelatihan ini kita cepat tanggap untuk menindak lanjuti gejala kelainan akibat gangguan Tiroid supaya bisa cepat diatasi sebelum menjadi kerusakan pertumbuhan dan perkembangan otak yang permanen, khususnya untuk kabupaten Indragiri Hilir supaya kegiatan ini bisa didukung baik dari segi anggaran atau pelatihan yang terus rutin diadakan.