Skip to main content

RUMAH PINTAR, PERPUSTAKAAN DAN PEMBANGKIT LISTRIK MICRO HYDRO RESMI DIGUNAKAN MASYARAKAT TELUK BELENGKONG

Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen Lodewyk Pusung meresmikan Pemban266gkit Listrik Micro Hydro dan Perpustakaan Indra Suardi serta Rumah Pintar di desa Saka Rotan Kecamatan Teluk Belengkong.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Asisten 1 Setda Provinsi Riau, Danrem 031, Wakapolda Riau, Bupati dan unsur Forkompimda Kabupaten Indragiri Hilir.  Dalam sambutannya, Camat Teluk Belengkong Drs. Arpan Azazi, M.Pd berharap agar fasilitas yang dibangun seperti Pembangkit Listrik Micro Hydro dan Perpustakaan serta Rumah Pintar ini dapat bermanfaat bagi Masyarakat Teluk Belengkong khususnya. Dengan adanya Listrik Micro Hydro ini harapan masyarakat yang ingin menikmati listrik selama 24 jam bisa terwujud karena sebelumnya listrik yang ada hanya bisa digunakan dari jam 6 sore sampai jam 12 malam.

Sementara itu Mayjen Lodewyk Pusung memberikan apresiasi yang tinggi atas inovasi yang dilakukan untuk membangun Rumah Pintar, Pembangkit Listrik dan Perpustakaan. Rumah Pintar ini merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, semoga dengan adanya Rumah Pintar ini bisa lahir pemimpin-pemimpin baru dari Desa Saka Rotan Kecamatan Teluk Belengkong

“Mari kita lahirkan pemimpin-pemimpin baru dari Desa Saka Rotan Teluk Belengkong melalui Rumah Pintar.” kata Mayjen Lodewyk Pusung.

Beliau juga berharap semua fasilitas yang ada di jaga oleh semua pihak yang terkait, agar bisa juga dinikmati anak cucu kita selanjutnya. Pada acara ini Bupati Inhil juga memberikan Alat Permainan Edukasi (APE) kepada Bunda PAUD dan Kelambu Anti Nyamuk (KAN) melalui Dinas Kesehatan untuk masyarakat sebanyak 100 buah kepada Camat Teluk Belengkong.

TINGKATKAN MUTU PUSKESMAS, DINAS KESEHATAN INHIL LAKUKAN WORKSHOP

331Dinas Kesehatan Inhil, Riau, menggelar workshop pemahaman standar dan instrumen akreditasi puskesmas yang diikuti oleh seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Harmoni Tembilahan itu, dilaksanakan untuk pembinaan serta peningkatan mutu dan perbaikan kerja melalui sistem manajemen. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan, Ns. Matzen, S.Kep, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini adalah salah satu tahapan yang harus dilaksanakan dalam mekanisme akreditasi pukesmas.

”Pendekatan yang digunakan dalam akreditasi Puskesmas ini adalah keselamatan hak pasien dan keluarga, dengan tetap memperhatikan hak petugas. Prinsipnya, ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan,” sebut Matzen dalam laporannya.

Ia berharap, dengan dilaksanakan workshop ini, pemahaman instrumen standard akreditasi puskesmas bisa tercapai dan terbentuknya tim akreditasi di seluruh Puskesmas yang ada di Inhil.

“Terwujudnya puskesmas-puskesmas yang siap untuk melakukan penilaian oleh tim surveyor akreditasi puskesmas” tutupnya.

DINAS KESEHATAN INHIL MENGKONDISIKAN 27 RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) UNTUK MEMINIMALISIR AKI DAN AKB

img_2116Persalinan merupakan hal yang paling penting dan ditunggu oleh para ibu hamil. Bagi seorang ibu, persalinan adalah hal yang sangat menyenangkan, karena pada saat itu si kecil keluar dari dalam perut si ibu dan melihat indahnya dunia ini. Akan tetapi, persalinan juga menjadi hal yang menakutkan dan mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bagi masyarakat terpencil terutama di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten, masa persalinan masih tidak begitu di perhatikan. Persalinan masih di tolong oleh dukun bayi atau biasa di kenal dukun beranak. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena komplikasi yang terjadi pada saat persalinan tidak bisa diprediksi.

Menyikapi hal diatas, Dinas Kesehatan Inhil tengah memproses adanya RTK (Rumah Tunggu Kelahiran) untuk 27 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir. Pengkondisian RTK tersebut adalah salah satu usaha yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi). Terlebih dahulu, RTK diusulkan oleh setiap Puskesmas yang letaknya tidak jauh dari Puskesmas. Setelah usulan disampaikan ke Dinas Kesehatan, maka akan diproses oleh tim dari Dinas Kesehatan yang akan turun langsung untuk melihat apakah rumah tersebut layak dijadikan RTK. Jika dipandang layak, maka tim dari Dinas Kesehatan akan menjadikan rumah tersebut sebagai RTK. Setelah adanya RTK, maka jika ada ibu yang akan melahirkan bisa berada di rumah itu baik sebelum hingga sesudah melahirkan.

”RTK ini untuk warga yang berdomisili jauh dari Puskesmas, seperti dari desa, sehingga sebelum melahirkan hingga sesudah melahirkan bisa berada di rumah tersebut,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin melalui Kasi AKI dan AKB, Fina.

DINKES INHIL IKUTI TES KEBUGARAN ROCKFORD DI SUMSEL

Dinas Kesehatan inhil ikuti tes kebugaran pada acara yg diselenggarakan oleh bagian kesehatan khusus Dinas Kesehatan Provinsi sumsel.

Tes kebugaran jantung paru yang di lakukan dengan tes lari 1,6 km, manfaat tes ini adalah untuk menilai kapasitas kerja dan tinggkt kebugaran tubuh .

Tentunya ini adalah sebuah pembelajaran untuk Dinas Kesehatan Inhil, yang mana nantinya dapat bermanfaat dan diterapkan pada puskesmas dan masyarakat seperti di sekolah dan juga jamaah haji untuk lebih menjaga kesehatan jantung paru mereka. Ujar dr. Dedi Zulkarnain dari BKOKM.

 

 

KPRI HUSADA TEMBILAHAN GELAR RAT TAHUN BUKU 2015

Koperasi Pegawai Republik In09donesia Husada merupakan koperasi yang di kelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir yang usianya sudah hampir 27 tahun, seperti pada tahun-tahun sebelumnya agenda rapat rutin diadakan. Untuk tahun ini Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Husada dilangsungkan di Aula Wijaya Kusuma Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir.

Rapat yang dibuka secara langsung oleh Sekretaris Diskes Inhil, H. Ridwan, S.Sos, M.Kes ini diikuti oleh para peserta, yang merupakan anggota KPRI Husada Tembilahan, pengurus dan pengawas, serta para undangan lainnya. RAT KPRI Husada Tembilahan bermaksud untuk menyampaikan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas kepada para anggota tentang hasil pelaksanaan Pendapatan dan Belanja Koperasi Tahun Buku 2015 dan bertujuan untuk menyampaikan Rencana Kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Tahun Buku 2016.

Sekretaris Diskes Inhil, H. Ridwan, S.Sos, M.Kes dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan, sebagai wadah untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama anggota KPRI Husada Tembilahan, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di tahun sebelumnya dan merencanakan kegiatan di tahun berikutnya, dalam upaya meningkatkan kinerja para pengurus.

“Karena itu, diharapkan seluruh pengurus dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dan maksimal, sehingga Koperasi kita ke depan semakin besar dan semakin banyak berbuat untuk para anggota dan lingkungannya,” imbuhnya.