Skip to main content

Rapat PCR Massal, Diduga Karena Ada Nakes Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

KEMPAS – Senin (06/07/2021)
UPT Puskesmas Kempas Jaya, Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir. Melakukan rapat untuk dilaksanakan kegiatan PCR (Polymerase Chain Reaction) massal di UPT Puskesmas Kempas Jaya.

Rapat dilakukan sebelum PCR Massal dilakukan dikarenakan untuk mengumpulkan informasi serta untuk mempertimbangkan hal-hal yang harus untuk diperhatikan dalam pengambilan sampel PCR.

Jika terkonfirmasi positif Covid-19 salah satu upaya ataupun langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 perlu dilakukan Swab tes PCR. Swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan ( sampel ) . Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings  dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti  kapas lidi khusus.

Setelah dilakukan Swab hasil sampel segera diantar ke LABKESDA (Labor Kesehatan Daerah) Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir untuk menunggu hasil Swab tersebut perlu menunggu beberapa waktu, untuk menentukan apakah yang melakukan kontak erat juga terkonfirmasi positif covid-19.

“Sudah 78 orang yang dilakukan tes PCR 60 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) dan ada 18 orang masyarakat yang semua diduga telah melakukan kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif dan besok masih ada lagi Nakes yang akan dilakukan Swab tes PCR kata Azmir”


Vaksin Masih Berlangsung Di Seluruh Kecamatan.

Kateman – (05/07/2021)
Hampir seluruh Kecamatan telah didistribusikan vaksin dari Kabupaten Indragiri Hilir, salah satunya Kecamatan Kateman, dengan adanya pendistribusian vaksin ini Kecamatan Kateman Berkerjasama dengan UPT Puskesmas Sungai Guntung melakukan kegiatan vaksin.

Seluruh masyarakat khususnya Kecamatan Kateman telah melakukan vaksin, dengan adanya vaksin banyak memberi manfaat terutama kepada masyarakat. Kegiatan vaksin dilakukan di Polsek Kateman, masyarakat telah berkumpul di kantor Polsek kateman dengan duduk ditempat yang telah disediakan dengan mendaftar terlebih dahulu dengan membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebagai bukti pendaftaran untuk melakukan vaksin, dan sebagai persyaratan masyarakat untuk mendapatkan kartu vaksin.

“Karena ini dosis ke 2, dan sudah kita atur jadwal datangnya, acara berjalan tertib dan kondusif, kata Zainuddin Kepala Puskesmas Sungai Guntung.

“Respon masyarakat sangat antusias, serta banyak juga yang datang. Untuk vaksin dosis 1 akan kita berikan info, nanti jika vaksin sudah di distribusikan lagi selanjutnya akan dilaksanakan vaksin dosis 1 tambahnya”.

“Saat ini masyarakat termotivasi untuk vaksin karena selain ada manfaatnya untuk kesehatan dan juga memudahkan urusan dalam pemerintahan dengan adanya sertifikat vaksin tutupnya”.

Mempercepat Vaksinasi Tahap III Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya Dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17

Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia perlu mendapatkan perhatian yang serius dariseluruh pihak. Sampai dengan tanggal 29 Juni 2021 pukul 18.00 WIB tercatat lebih dari 2 juta orangterkonfirmasi COVID-19, dimana 10,6% diantaranya yaitu lebih dari 200 ribuan merupakan kasusaktif. Dilaporkan, sejumlah hampir 260 ribu kasus terkonfirmasi merupakan anak usia 0-18 tahun, dimana lebih dari 108 ribu kasus berada pada rentang usia 12-17 tahun. Tercatat sejumlah lebih dari600 anak usia 0-18 tahun meninggal, sejumlah 197 anak diantaranya berumur 12-17 tahun denganangka Case Fatality Rate pada kelompok usia tersebut adalah 0,18%.

Vaksinasi merupakan bagian penting dalam rangkaian upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Indonesia telah melaksanakan vaksinasi tahap 1 bagi SDM Kesehatan dan tahap 2 bagi kelompok lanjut usia dan petugas pelayanan publik. Sampai dengan tanggal 29 Juni 2021 pukul 18.00 WIB, sejumlah lebih dari 28 juta orang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan sejumlah lebih dari 13 juta orang telah mendapat dua dosis lengkap.

Pada bulan Juli 2021 akan dimulai vaksinasi tahap 3 bagi masyarakat kelompok rentan dan masyarakat lainnya. Dalam penjelasan di atas terdapat ringkasan yang telah dilakukan tentang Vaksinasi Tahap III bagi Masyarakat Rentan Serta masyarakat umum lainnya dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 Tahun sebagai berikut : 

1. Melaksanakan upaya percepatan vaksinasi COVID-19 tahap 3 bagi seluruh masyarakat rentan dan masyarakat umum lainnya berusia 18 tahun ke atas mulai 1 Juli 2021. 

2. Melaksanakan pemberian vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun dengan memperhatikan :a. Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil/Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan;b. Mekanisme skrining, pelaksanaan dan observasi sama seperti vaksinasi pada usia >18 tahun.
c. Peserta vaksinasi harus membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
d. Pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasi dimasukkan dalam kelompok remaja.
e. Menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari. 3. Melakukan identifikasi dan percepatan vaksinasi bagi sasaran tahap 1 dan 2 yang belum mendapatkan 2 dosis vaksinasi.

Diduga Positif Covid-19 Puskesmas Pulau Kijang Lakukan Tracking dan Swab Antigen

Contact tracking merupakan salah satu cara untuk mengendalikan wabah yang tengah terjadi yang dilakukan oleh petugas kesehatan.
Contact tracking dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang telah bertemu dengan penderita virus corona, yang juga akan memudahkan petugas kesehatan untuk mengambil tindakan agar virus ini tidak menyebar semakin luas.

PULAU KIJANG – Jum’at (02/07/2021)
Kegiatan Contact Tracking dilakukan untuk mengidentifikasi orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di Kecamatan Reteh Kelurahan Pulau Kijang.

Setelah diketahui positif, Puskesmas Pulau Kijang langsung lakukan tindakan Contact Tracking dengan orang yang melakukan kontak erat dengan pasein positif Covid-19.

“Ada yg mengerti tentang pelaksanaan swab dan ada yg menolak yg menolak ini yang diberi penjelasan dan pengertian sehingga pelaksanaan swab berjalan kondusif dan aman serta lancar, kata Misbahudin KTU (Kepala Tata Usaha) Puskesmas Pulau Kijang”

Tes Swab telah dilakukan dan hasil Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) telah di antar ke LABKESDA (Labor Kesehatan Daerah) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dengan 10 (Sepuluh) orang yang diduga melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 inisial S (36).

Pengantaran Hasil Tes PCR kE Labkesda Dinkes Inhil

Kegiatan Contact Tracking dilaksanakan bersama oleh Tenaga Puskesmas Pulau Kijang, Babinsa, Kanit Bimas Polsek Reteh, Kanit Provos Polsek Reteh, Satpol PP dan Lurah Pulau Kijang.

“Karena terkonfirmasi covid-19 tersebut pergi berobat operasi mata di Pekanbaru, dirumah sakit tersebut melakukan swab antigen dan pcr ternyata hasil nya positif terang Misbahudin”.

“Kita dari tim medis dan paramedis hanya sebatas pengambilan Swab dan pemberian vitamin, selebihnya untuk masalah isolasi mandiri itu difasilitasi oleh Satgas Kecamatan tutupnya”.

Sakit apa? Tanya Pak Haji saja! (Catatan Kegiatan Vaksinasi di Desa Belaras)

Seorang warga mengeluarkan semua kartu dan kertas yang biasa dia bawa saat mengakses pelayanan kesehatan, termasuk surat rujukan. Tenaga kesehatan yang bertugas melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 hari itu cuma tersenyum, sesuai standar dia harus menanyakan riwayat penyakit orang yang akan disuntikkan vaksin, terutama yang berkaitan dengan penyakit sesak napas, jantung atau apakah pernah melakukan kemoterapi.

“Entah, aku juga tidak tahu. Coba tanya Pak Haji.” Jawab seorang warga ketika ditanya soal riwayat penyakitnya. Pak Haji yang dimaksud adalah kepala puskesmas pembantu (pustuBelaras di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Saya, yang kebetulan hari itu berada di Desa Belaras dan berada di lokasi kegiatan vaksinasi Covid-19 ikut tersenyum mendengar jawaban-jawaban warga yang datang ke lokasi. Sebagian besar pertanyaan riwayat penyakit calon penerima vaksin dijawab oleh Salfianto, kepala puskesmas pembantu Belaras. Salfianto yang akrab dipanggil “Pak Haji” itu sudah mengabdi di Desa Belaras selama lebih dari 20 tahun. Mungkin, karena itulah dia hapal kondisi kesehatan warga setempat. 

“Ini benar nomor hapenya ya, Bu?” tanya petugas di meja pendaftaran. 

“iya, itu nomor hape anakku yang di Malaysia.” jawab warga yang mendaftar. “aku nggak punya hape.”

“Kalau begitu, daftarnya pakai nomor hape saya saja ya, Bu? Nanti kalau ada informasi saya kabarin ke Pak Haji.” Jawab petugas ramah, si ibu menurut saja. 

Warga Belaras mendaftar vaksinasi covid-19. (Foto : Elvidayanty/dok. Dinkes Inhil)

Tenaga kesehatan yang datang ke Desa Belaras untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 adalah petugas dari Puskesmas Bekawan. Mereka harus berangkat subuh dari Desa Bekawan, ketika air laut sedang pasang dan memungkin kapal cepat (speedboat) membawa mereka ke Desa Belaras. Perjalanan dari Desa Bekawan ke Desa Belaras membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dan hanya bisa dilalui dengan transportasi air. 

Puskesmas pembantu (Pustu) Desa Belaras. (Foto : Elvidayanty/dok. Dinkes Inhil)
Puskesmas pembantu (Pustu) Desa Belaras. (Foto : Elvidayanty/dok. Dinkes Inhil)

Pak Haji dan isterinya sudah menyiapkan sarapan pagi untuk petugas vaksinasi yang datang ke Desa Belaras. Saya juga ikut menikmati menu sarapan pagi berupa nasi uduk, beberapa jenis kue, dan teh panas. Pagi itu, setiap warga yang lewat di depan pustu diingatkan Pak Haji untuk ikut vaksin. 

Kepala desa dan babinkantibmas pun aktif mengingatkan warga untuk mendapatkan vaksin. Kepala desa Belaras, Raja Alvin mengatakan warganya yang sudah mendapatkan vaksin sudah mencapai 60%. Dia berharap angka itu akan terus bertambah seiring kesadaran warga bahwa vaksinasi covid-19 sangat penting untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Selain itu, di dekat kantor desa juga disediakan tempat untuk isolasi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Di tempat itu tersedia fasilitas yang memadai sebagai tempat karantina, termasuk alat pelindung diri (APD) seperti hazmat.

Muharram, babinkantibmas yang bertugas di Desa Belaras berkali-kali meyakinkan warga bahwa vaksin Covid-19 aman dan halal. Muharram bahkan sudah lebih dulu melakukan vaksin Covid-19 agar bisa meyakinkan warga setempat. 

Kepala Desa Belaras (kopiah putih), Kepala Pustu Belaras (baju kaos lengan panjang), dan babinkatibmas mengawasi kegiatan vaksinasi. (foto : Elvidayan
Kepala Desa Belaras (kopiah putih), Kepala Pustu Belaras (baju kaos lengan panjang), dan babinkatibmas mengawasi kegiatan vaksinasi. (foto : Elvidayanty/dok.Dinkes Inhil)

Beberapa kegiatan vaksinasi yang saya lihat, kerap mengabaikan protokol kesehatan. Kerumunan yang tidak lagi memperhatikan jarak aman yang harus dijaga, juga warga yang tidak menggunakan masker dengan benar, bahkan ada yang tidak memakai masker. Semoga aparat yang bertugas bisa lebih tegas mengingatkan soal kewajiban mematuhi prokes bagi warga yang mendaftar vaksin. Jangan sampai ada klaster Covid-19 yang baru dari kegiatan vaksinasi. 

Artikel ini dikutip dari laman Kompasiana : https://www.kompasiana.com/elvi_darkasih/60dee5bd15251011911a4d62/sakit-apa-tanya-pak-haji-saja

https://www.kompasiana.com/elvi_darkasih/60dee5bd15251011911a4d62/sakit-apa-tanya-pak-haji-saja