Skip to main content

PEDULI KESEHATAN MASYARAKAT, KADISKES INHIL HIMBAU WASPADA KESEHATAN TA’JIL

wspd-tjilTembilahan, 09 Juni 2016. mengingat masyarakat Inhil yang kaya akan kuliner khasnya, terlebih lagi sekarang masyarakat Inhil dihadapkan di dalam bulan Ramadhan tentu hal ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat dalam memproduksi dan mengkonsumsi makanan penyegera berbuka puasa atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Ta’jil. oleh masyarakat Tembilahan, Ta’jil tidak susah untuk ditemukan dan bahkan hampir disepanjang jalan dipadati oleh pedagang ta’jil.

Mengenai hal ini Kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhil H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes tidak lupa mengucapkan Selamat menjalankan Ibadah Puasa dan juga menghimbau kepada segenap masyarakat Indragiri Hilir dan khususnya masyarakat yang berada di kota Tembilahan untuk senantiasa waspada dan pintar dalam memilih makanan penyegera berbuka puasa (Ta’jil) maupun menu lauk pauk lainnya yang merupakan makanan sehat dan bebas dari bahan-bahan berbahaya yang dapat merusak kesehatan. beliau juga membeberkan beberapa zat yang sering digunakan dan bahayanya bagi kesehatan masyarakat diantaranya:

Rhodamin B merupakan salah satu bahan pewarna sintesis makanan yang dilarang penggunaannya. zat ini telah lama dilarang karena digolongkan dalam kategori karsinogen yang dapat memicu kanker. Karena efek samping yang begitu besar, zat ini bahkan tidak hanya berbahaya jika dijadikan pewarna makanan, akan tetapi juga pada produk kosmetik. Bahkan, unsur berbahaya dalam Rodhamin B tidak hanya terdapat dalam senyawa organiknya, akan tetapi juga senyawa anorganik ataupun ketika terkontaminasi oleh senyawa anorganik lainnya.

Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi borakstidak dapat larut dalam alkohol.Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.                 Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.

  1. Tanda dan gejala akut :
    Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
  2. Tanda dan gejala kronis
    – Nafsu makan menurun
    – Gangguan pencernaan
    – Gangguan SSP : bingung dan bodoh
    – Anemia, rambut rontok dan kanker.

wspd-tjil1Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
a. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas , nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
b. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
c. Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan
d. Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.

 

MERIAHKAN MILAD INHIL KE-51 UPT PUSKESMAS BEKAWAN MELAKUKAN SUNAT GRATIS

Dalam raimg-20160603-wa0000ngka mendukung program Bupati Kabupaten Indragiri Hilir Peduli Dhuafa 2016 yang bersampenaan dengan Milad Inhil ke-51, UPT Puskesmas Bekawan melaksanakan Sunatan Massal secara gratis. Sunatan massal tersebut dilaksanakan di gedung UPT Puskesmas Bekawan Kecamatan Mandah dan diikuti oleh 30 orang anak dari keluarga yang kurang mampu.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Bekawan Supardi Saleh, AMK yang juga penanggung jawab kegiatan ini sangat mendukung penuh program Bupati Peduli Dhuafa tersebut karena kegiatan ini perlu dilakukan dan bisa membantu kaum dhuafa khususnya.

“Saya mendukung penuh kegiatan ini sangat membantu bagi kaum dhuafa”. Jelas Supardi Saleh, AMK.

IMG-20160603-WA0001Sementara itu menurut salah satu tokoh masyarakat desa Bekawan mengatakan bahwa masyarakat desa Bekawan bersyukur dengan adanya sunatan massal ini karena bermanfaat bagi masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu, terbukti dengan antusias yang tinggi dari masyarakat untuk mendaftarkan anak mereka, terang H. Mukhtar. Kegiatan sunatan massal di Puskesmas Bekawan dilaksanakan selama dua hari dimana pada hari pertama telah di sunnat sebanyak 12 anak, sedangkan 18 orang anak lainnya di sunnat pada hari berikutnya. Dalam kegiatan ini Puskesmas bekawan memiliki beberapa kendala seperti yang di ucapkan oleh Kepala Puskesmas diantaranya adalah kurangnya tenaga pelaksana dimana terlihat hanya dua anak yang bisa disunnat sekaligus, memang di Puskesmas Bekawan hanya memiliki 10 tenaga yang dibagi dalam dua kelompok, kelompok pelayanan dan kelompok sunatan massal. Selain terkait tenaga yang minim, kendala yang dihadapi adalah peralatan yang tersedia.

PENERIMAAN PNS KEMENKES RI TAHUN 2016

pns-kmnkesBerdasarkan Surat edaran dari Kementrian Kesehatan RI, No : TU.02.06/II/1194/2016 . Bahwasanya dalam rangka meningkatkan derajat masyarakat dan mendukung pelayanan kesehatan menyeluruh diperlukan pemerataan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, maka pemerintah membuat kebijakan dengan melakukan pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari Pegawai tidak tetap (PTT) PTT Kementrian Kesehatan.

       Adapun peserta yang dapat mengikuti seleksi penerimaan PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari PTT Kementrian Kesehatan adalah formasi : dokter, dokter gigi dan bidan PTT yang berasal dari database Sistem Informasi Kepegawaian Daerah (SIMPEG) Pegawai Tidak Tetap Kementrian Kesehatan yang aktif melaksanakan tugas terhitung mulai tanggal 1 September 2015 dan sebelumnya telah dilakukan  verifikasi dan validasi dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Pendaftaran secara on-line melalui website pendaftaran PNS di lingkungan pemerintah Tahun 2016 dari PTT Kementrian Kesehatan ( ptt.kemkes.go.id ) waktu pendaftaran hingga tanggal 7 juni 2016 (minggu pertama bulan juni 2016)
  2. pengiriman berkas pelamar yang terdiri dari fotocopy Ijazah, fotocopy KTP, fotocopy SK pengangkatan PTT Kementrian Kesehatan, dan Pas Photo terbaru ukuran 4×6 dengan latar belakangwarna merah melalui PO Box pada minggu pertama dan kedua bulan juni tahun 2016.
  3. seleksi administrasi berkas pelamar akan dilaksanakan pada minggu pertama sampai dengan minggu ke empat bulan juni tahun 2016.
  4. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada minggu pertama bulan juli tahun 2016.
  5. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi mencetak sendiri kartu peserta ujian pada minggu pertama bulan Juli tahun 2016.
  6. Pelaksanaan ujian seleksi melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) akan dimulai secara serentak diselluruh Provinsi pada minggu kedua bulan Juli tahun 2016.

Persyaratan dan informasi selengkapnya dapat dilihat pada website Kementrian Kesehatan ( kemkes.go.id dan ropeg.kemkes.go.id ) dan website pendaftaran penerimaan PNS dilingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari PTT Kementrian Kesehatan ( cpnsd.ptt.kemkes.go.id )

 

DINAS KESEHATAN RAIH JUARA II TERBAIK UNTUK KATEGORI STAND SKPD

MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Inhil yangsekre dilaksanakan di Kecamatan Kateman resmi ditutup, Jumat (3/6/2016) malam. Penutupan dilakukan oleh Wabup Inhil, Rosman Malomo. Dalam momen penutupan itu, diumumkan juga para pemenang MTQ, pemenang pawai ta’aruf termasuk pemenang stand bazar yang ikut memeriahkan MTQ.

Adapun juara umum MTQ tahun 2016 ini adalah Kecamatan Tembilahan Hulu, di posisi kedua ditempati Kecamatan Kateman dan disusul Kecamatan Sungai Batang di posisi ketiga.

Sementara untuk pemenang pawai ta’aruf juara pertama Kecamatan Mandah, juara kedua Kecamatan Tanah Merah dan juara ketiga Kecamatan Pelangiran. Untuk stand bazar tingkat kecamatan, posisi pertama diraih Kecamatan Kuindra, kedua Pelangiran dan ketiga Kempas.

Kemudian untuk stand bazar SKPD, posisi pertama diraih BP2MPD, posisi kedua Dinas Kesehatan dan posisi ketiga Disperindag Inhil. Wabup Inhil, dalam kesempatan itu mengatakan, dengan telah terpilihnya para pemenang, kemudian menjadi tugas Pemkab Inhil untuk melatih agar bisa terus melaju ke MTQ tingkat Provinsi.

”Kita harus menggembleng terhadap qari dan qoriah yang berhasil pada malam ini untuk kita persiapkan sebagai duta-duta Inhil yang akan ikut MTQ tingkat Provinsi Tahun 2016 yang akan di laksanakan di Kota Pekanbaru,” tukas Rosman Malomo.

Stand Dinas Kesehatan merupakan gabungan dari Puskesmas Sungai Guntung, Pelangiran, Pulau Burung, Teluk Belengkong dan Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada serta Kantor Kesehatan Pelabuhan yang total mendapatkan kunjungan sebanyak 671 orang, sedangkan pelayanan yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan dan konsultasi secara gratis. Dinas Kesehatan juga melakukan kunjungan ke tempat kafilah (peserta MTQ) dan Dewan Hakim untuk memberikan inspeksi sanitasi agar kesehatan para peserta terjaga selama penyelenggaran MTQ.

SEMPENA MILAD INHIL, RATUSAN ANAK IKUTI SUNATAN MASSAL DI TELUK PINANG

Program Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Peduli Dhuafa resmi dicanangkan oleh Staf Ahli Bupat78987i Bidang Pemerintahan, Pahrolrozy, Jum’at (3/6/2016). Pembukaan pencanangan yang dipusatkan di panggung Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) ini, dimulai dengan pelaksanaan Sunatan Massal 1.000 anak terutama dari kalangan kurang mampu. Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil, jajaran Dinas Kesehatan, Camat, Upika, Lurah dan Kades se-Kecamatan GAS, serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, H Zainal Arifin SKM, MKes mengatakan kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 27 Puskesmas dan dipusatkan di Kelurahan Teluk Pinang ini tidak termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena semuanya berasal dari sponsor dan keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil.

“Sponsor kita Bank Riau Kepri, yang memberikan 1.000 peci dan sarung, serta dari Badan Amil Zakat (BAZ) dan keluarga besar Dinas Kesehatan, yang jika dikonversikan ke dalam rupiah sebesar Rp 500 juta,” tutur H. Zainal Arifin.

Selanjutnya, mantan Direktur RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru ini menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan setiap tahun, apalagi mengingat antusias masyarakat yang mengikutinya sangat besar. Ini dibuktikan dengan membludaknya peserta yang mendaftar di setiap Puskesmas.

“Kita harapkan, ke depan kerjasama dengan para sponsor bisa lebih ditingkatkan lagi dan pelaksanaannya bisa lebih baik dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Fahrolrozy berharap agar kegiatan tersebut dapat terus dilakukan, sehingga nantinya tidak ada lagi anak-anak dari kalangan kurang mampu yang belum disunat. Apalagi memang, selain dalam upaya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui kegiatan ini juga ada unsur yang Sunat 2inovatif dalam pemanfaatan dana BAZ dari yang selama ini hanya cenderung pada kegiatan konsumtif saja.

“Semoga kegiatan ini dapat diikuti institusi lain, yang memang peduli terhadap masyarakat,” ucap Fahrolrozy

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan secara simbolis berupa kelambu kesehatan, BMT, serta sarung dan peci