Skip to main content

MENANAMKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEJAK DINI

dddddDinas Kesehatan bersama bidang Pomosi Kesehatan saat ini berupaya meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan, untuk itu dilakukannya penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) disekolah. Dari data jumlah usia anak sekolah 6 – 12 tahun di desa Tanah Merah  1.845 orang. Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk meningkatkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sehingga berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

 Usia sekolah rawan penyakit, sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Data penyakit yang diderita oleh anak sekolah terkait perilaku seperti kasus penyakit kecacingan, anemia, karies dan diare.

 Untuk itu PHBS sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu mempraktekan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Mengenai hal itu, Indikator PHBS di sekolah terdiri dari : mencuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun, mengkonsumsi jajanan sehat dikantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, bebas dari bahaya asap rokok, menimbang berat badan, mengukur tinggi badan secara teratur dan membuang sampah pada tempatnya. Dari kegiatan diatas dapat disimpulkan bahwa Sasaran penyuluhan PHBS terdiri dari siswa, guru, kepala sekolah, orang tua siswa, penjaga kantin dan lain-lain.

 Manfaat penyuluhan PHBS di sekolah adalah agar terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindung dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit, meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada potensi belajar siswa, citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua dan meningkatkan citra pemerintah daerah dibidang pendidikan menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain” terang Hj. Fetty Rismawati Kepada MCT Dinkes

 Pada hari senin tanggal 20 februari 2017 di SDN.001 desa tanah merah pukul 10.00 wib kami melakukan penyuluhan yang dihadiri oleh 24 orang siswa dan 1 orang guru kelas. Siswa mendengarkan penyuluhan dengan antusias dan aktif bertanya. Diharapkan apa yang kami sampaikan dapat diterima dan diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari, serta mendapatkan dukungan dari pihak sekolah dan keluarga.

Sumber: Tenaga Promkes Lia Sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *