Tempuling, 1 Februari 2019. Kelas ibu balita adalah kelas dimana para ibu mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi , tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator (Tenaga Kesehatan Puskesmas Sungai Salak) dengan menggunakan buku KIA.

Anak balita merupakan salah satu populasi paling beresiko terkena bermacam gangguan kesehatan (kesakitan dan kematian). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 44/10.000 Kelahiran Hidup. Bila dihitung secara matematis, berarti dalam setiap jamnya terjadi 22 kematian balita di Indonesia, suatu jumlah yang tergolong fantastis untuk ukuran di era globalisasi. Oleh karena itu Puskesmas Sungai Salak melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Kelas Ibu Balita di Aula Posyandu Mawar Rt.003 Kelurahan Sungai Salak.

Dalam sosialisai ini Turut hadir, Ka. Tata Usaha Puskesmas Sungai Salak, Azmir, Skm, Yohannah Perwakilan dari Kelurahan Sungai Salak, Mona perwakilan PKk Kelurahan Sungai Salak, Nakes Puskesmas Sungai Salak (Vovi Ridolvi, Amd. Keb , Sriana Manalu, Amd. Keb Amelia Suherna, Amd. Keb), Kader Posyandu serta Ibu Balita Kelurahan Sungai Salak.

Selain itu tujuan yang lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran pemberian ASI secara eksklusif, Meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya imunisasi pada bayi, Meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI dan gizi seimbang kepada Balita, Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan Balita, Meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gigi balita dan mencuci tangan yang benar, Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, cara pencegahan dan perawatan balita. tambah Vovi Ridolvi, Amd. Keb.

Kelas ibu balita di selenggarakan secara partisipatif artinya para ibu tidak diposisikan hanya menerima informasi karena posisi pasif cenderung tidak efektif dalam merubah perilaku. Oleh karena itu kelas ibu balita dirancang dengan metode belajar partisipatoris, dimana si ibu tidak dipandang sebagai murid melainkan sebagai warga belajar. Dalam prakteknya para ibu didorong untuk belajar dari pengalaman sesama, sementara fasilitator berperan sebagai pengarah kepada pengetahuan yang benar. Adapun Tujuan dari Sosialisasi dan Pembentukan Kelas Ibu Balita ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang Balita yang optimal, ujar Azmir, SKM. Rencananya Kelas Ibu Balita ini akan dibentuk di semua Kelurahan/Desa Wilayah kerja Puskesmas Sungai Salak, tambah Azmir, Skm.

sumber : Asmuliyanti, SKM
Promkes Puskesmas Sungai Salak

Tinggalkan Balasan

Silakan Masukkan Komentar Anda
Silakan Masukkan Nama Anda Disini