Skip to main content

Posyandu Aster Puskesmas Enok Fokus Bahas Masalah DBD

Jum’at, (13/12/19). Upt Puskesmas Enok melakukan kegiatan posyandu bayi/balita yang rutin diadakan setiap bulan di posyandu Aster kecamatan Enok.

Pada Kegiatan Posyandu ini,Tenaga Kesehatan Dari Puskesmas Enok Fokus Memberikan penyuluhan yaitu Tentang waspada Demam Berdarah (DBD) karna musim hujan telah tiba.

ANI Sebagai promotor kesehatan menjelaskan apa itu Deman Berdarah, dan sekaligus menjelaskan bagaimana gejala awal timbulnya DBD, pertolongan pertama untuk anak, dan cara mencegah agar tidak terjadi DBD tersebut dengan melakukan 3 M Plus.

Di jelaskannya Bahwa “ demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.

Penyebab Demam Berdarah” Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut.

Gejala Demam Berdarah “ Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari.

Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:  Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius, Nyeri kepala berat, Nyeri pada sendi, otot, dan tulang, Nyeri pada bagian belakang mata, Nafsu makan menurun, Mual dan muntah, Pembengkakan kelenjar getah bening, Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam, Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening, dan Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.

Pencegahan Demam Berdarah “Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu, Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu, Menutup rapat tempat penampungan air, Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras, Menggunakan kelambu saat tidur, Menanam tumbuhan pengusir nyamuk, Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian, Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi, Mengenakan pakaian yang longgar, dan Menggunakan krim anti-nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), tetapi jangan gunakan DEET pada anak di bawah 2 tahun.

Dalam Kegiatan Ini ANI Berharap Para Orang Tua Khususnya Ibu Bayi/Balita Agar Bisa Menjaga Dan Mengantisipasi Anak-anak Mereka Dari Demam Berdarah.

 

Sumber : Promkes Puskesmas Enok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *