Skip to main content

Kasus Stunting di Kabupaten Indragiri Hilir Mencapai 588, Pemda Fokus Penuntasan Kasus Stunting dan Gizi Buruk pada Gerakan Satu Hati Tahap Kedua

TEMBILAHAN – (07/07/2021)
Sosialisasi berdasarkan Peraturan Bupati Indragiri Hilir tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi dengan tema “Gerakan Satu Hati Jilid II” di Aula Kantor Bupati. Kabupaten Indragiri Hilir.

Gagal tumbuh, pendek, kecil dan kurus, serta perkembangan kognitif dan motorik terhambat adalah dampak yang akan terjadi pada pengabaian anak dengan kasus stunting. Demikian dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan.

Oleh sebab itu, beliau berharap kerjasama berbagai instansi, kader posyandu, dan masyarakat dalam penanganan kasus stunting di Indragiri Hilir yang mencapai 588 dan 19 orang anak dengan kasus gizi buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan juga mengungkapkan bahwa faktor lingkungan adalah yang paling dominan dalam kondisi kesehatan dan gizi seseorang, yaitu sekitar 40 persen.


โ€œfaktor perilaku 30 persen dan faktor pelayanan kesehatan 20 persen. Seorang ibu atau orangtua yang sehat, yang ekonominya mampu belum tentu melahirkan anak yang sehat atau mampu. Lebih besar pengaruh faktor lingkungan.โ€ Ungkap Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan.

Dalam pencegahan dan penanggulangan stunting ini, dilakukan secara online ke kementerian dalam negeri melalui satu aplikasi. Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan mengatakan dari aplikasi tersebut akan dilakukan penilaian terhadap upaya dan inovasi yang dilakukan pemda setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *