Skip to main content

Gerakan Satu Hati Gebrak Penanganan Stunting 2020 di Kabupaten Indragiri Hilir

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah menetapkan salah satu fokus utama kerja dalam periode kedua kepemimpinannya, yakni membangun SDM unggul.

Pilihan ini antara lain diwujudkan dengan menyiapkan anggaran kesehatan 2020 cukup besar Rp 132,2 triliun, hampir dua kali lipat dari 2015. Anggaran ini salah satunya untuk memastikan angka kasus kekerdilan (stunting) bisa ditekan sesuai target menurun 10% dalam lima tahun mendatang.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) segera akan melakukan penjabaran kegiatan dalam sebuah gebrakan yakni Gerakan Satu Hati Kabupaten Indragiri Hilir.

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes , Kamis (6/1/2020), ini merupakan suatu kegiatan yang amat penting dalam menggebrak Desa dan Kelurahan supaya sadar dan peduli terhadap persoalan stunting.

“Dengan kegiatan Gerakan Satu Hati Kabupaten Indragiri Hilir ini menargetkan pengurangan angka stunting sebanyak 1.716 jiwa,” papar Kadis.

Dengan menggalang kekuatan berbagai program dan kegiatan yang ada di Dinas dan lembaga terkait serta personil kader posyandu yang selama ini telah dibina oleh Program Desa Maju Indragiri Hilir Jaya Plus Terintegrasi yang bernaung diposyandu yang ada di tingkat desa dan Kelurahan Se-kabupaten Indragiri Hilir yang berjumlah 552 Posyandu.

Adapun kegiatan nantinya adalah gerakan satu hati yang merupakan kegiatan penimbangan dan pengukuran berat badan, panjang badan dan tinggi badan bayi/balita, pemberian sarapan pada anak di Desa, pemberian Vitamin A, dan pemeriksaan ibu hamil dan ibu menyusui di Kabupaten Inhil.

Pengukuran dan penimbangan bayi atau balita dilaksanakan menggunakan alat antromopetri secara serentak diseluruh posyandu yang ada di kabupaten Inhil pada bulan Februari 2020.

Kadis melanjutkan, tujuan dari kegiatan Gerakan Satu Hati adalah mengakselerasi penurunan angka stunting, mendukung program nasional strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2018-2024 (Stranas) yang mengamanatkan inter vensi terpadu untuk menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas harus menjadi panduan dalam bekerja.

Sambungnya, memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi pendataan bayi dan ibu hamil serta ibu menyusui, penyuluhan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui pemberian sarapan anak di desa yang dilakukaan untuk memperbaiki gizi masyarakat desa, menurunkan prevalensi stunting anak balita dan juga mengedukasi masyarakat tentang pola pangan dan hidup sehat.

Dan juga, mendukung Puskesmas untuk memberikan pelatihan lanjutan kepada kader Posyandu dan juga kepada ibu hamil dalam rangka mengurangi angka stunting yang terdapat di kabupaten Inhil.

Terakhir Kadinkes mengatakan dalam rangka rencana kegiatan Gerakan Satu Hati Kabupaten Indragiri Hilir akan dilakukan serentak pada 20 Februari 2020.(ded_MCT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *