Skip to main content

DINAS KESEHATAN INHIL GELAR WORKSHOP BUDE JAMU

Dinas Kesehatan menggelar workshop Pembinaan Pelaku Usaha Jamu Gendong dan Usaha Jamu Racikan, yang dipusatkan di Aula Hotel Inhil Pratama (IP), senin (13/08/2018). Peserta workshop berjumlah 50 orang yang terdiri dari pelaku Usaha Jamu Gendong dan Usaha Jamu Racikan. (penjual sekoteng, jamu gendong, jamu racik dan lain-lain yang ada di Inhil).

Kepala Seksi Kefarmasi dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Irdawati, SKM, M.M selaku ketua pelaksana dalam laporannya mungungkapkan tujuan dari workshop ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan serta mengembangkan Usaha Jamu Gendong dan Usaha Jamu Racikan yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan khasiat.

Lebih lanjut Irdawati menjelaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri mendukung dan mendorong Gernas Bude Jamu untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat. Jamu meliputi spectrum yang luas mulai dari minuman jamu seperti beras kencur, kunyit asem, sampai dengan sediaan jamu untuk pengobatan. Jamu yang berkhasiat meningkatkan kebugaran akan terus dikampanyekan pemanfaatannya untuk peningkatan kesehatan, sementara jamu yang diklaim dapat mengobati penyakit, tentunya harus melalui uji klinik yang benar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Hj. Devi Natalia SKM., M.H, mengatakan Pemerintah berupaya melindungi masyarakat dari peredaran obat traditional yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan manfaat, sekaligus pengembangan Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR). Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Bude Jamu) merupakan tindak lanjut dan operasionalisasi dari komitmen kita bangsa Indonesia untuk mengangkat jamu menjadi tuan rumah di Negeri sendiri.

“Saat ini jamu tidak lagi dianggap sebagai minuman masyarakat kelas menengah kebawah, namun telah mengalami revolusi baik dari sisi bentuk, sediaan maupun manfaatnya”, ungkap Devi Natalia.

Lebih lanjut beliau mengatakan jamu tidak lagi sebagai stigma negetive yang dikenal masyarakat berupa bahan yang diproduksi secara sederhana dan pahit rasanya. Namun saat ini jamu dapat dinikmati semua kalangan dalam bentuk sediaan yang sangat praktis, enak, berkhasiat dan merupakan bagian dari gaya hidup.

“Ikuti workshop ini dengan penuh semangat dan tekun, sehingga apa yang ingin kita capai sesuai dengan yang kita harapkan untuk membangun masyarakat Indonesia sehat”, harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *