Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan evaluasi program kesehatan Keluarga (Kesga). Pertemuan di gelar di aula Hotel Dubest Tembilahan, Rabu (26/4) sore, dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan H Zainal Arifin SKM MKES, dihadiri para pejabat eselon dilingkungan Diskes, para peserta pengelola program kesehatan ibu dan pengelola program kesehatan anak.

Ketua panitia penyelenggara Oktavia Andriyamarta Ssos Msi yang juga Kasi Kesehatan Keluarga dan gizi masyarakat mengatakan tujuan kegiatan guna mengevaluasi capaian program kesehatan keluarga tahun 2017.

“Memaparkan kebijakan program kesehatan keluarga yang disesuaikan dengan target SPM. Membuat rencana tindak lanjut untuk meningkatkan capaian cakupan program kesehatan keluarga, serta membuat kesepakatan dalam melaksanakan program kesehatan keluarga,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya mengatakan, pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan visi misi presiden dan implementasi nawacita yang kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia di Indonesia.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diselenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan.

“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Seorang tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya Jika dia berada dalam kondisi tidak sehat. Sehingga Kesehatan merupakan model setiap individu untuk meneruskan kehidupannya secara layak. Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan semakin merata berkualitas dan berkeadilan. Oleh karena itu perlu adanya standar yang menjadi acuan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas,”ujarnya.

Standar pelayanan minimal dikatakan Zainal, adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Pencapaian target SPM menjadi indikator Apakah kinerja kepala daerah dinilai baik atau tidak Dan Sebagaimana telah diatur dalam undang-undang 23 tahun 2014 maka ada konsekuensi tertentu atas tercapai tidaknya indikator-indikator tersebut.

“Oleh karena itu maka bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan kebidanan pada ibu dan anak melalui pendekatan continuum of Care. Program kesehatan keluarga mencakup pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, masa sesudah melahirkan, kontrasepsi, kesehatan seksual, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah dan Lanjut Usia,”imbuhnya.

Pada pertemuan tersebut kadiskes Berharap ada kesepakatan pengelola kesehatan ibu dan anak tentang pelaksanaan program kesehatan keluarga, terutama target program kesehatan keluarga tersebut diantaranya cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil (K1, K4, FE) ibu bersalin, persalinan di fasilitas kesehatan, kunjungan nifas vitamin A, bayi baru lahir vitamin K Kunjungan neonatus balita, vitamin A pemantauan tumbuh kembang usia pendidikan dasar, UKS, FE remaja putri, usia produktif dan usia lanjut, pelayanan pada lansia, posyandu lansia.

Tinggalkan Balasan

Silakan Masukkan Komentar Anda
Silakan Masukkan Nama Anda Disini