Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk mendukung operasional puskesmas dalam rangka pencapaian program kesehatan prioritas nasional, khususnya kegiatan promotif preventif sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat. BOK diarahkan untuk mendekatkan petugas kesehatan kepada masyarakat dan memberdayakan masyarakat melalui mobilisasi kader kesehatan untuk berperan aktif dalam pembangunan kesehatan. Dana BOK puskesmas dapat digunakan untuk kegiatan yang diselenggarakan puskesmas baik upaya kesehatan masyarakat esensial maupun pengembangan termasuk pemenuhan kebutuhan pendukung kegiatan, pemberdayaan masyarakat, kerjasama lintas sektoral dan manajemen puskesmas serta dapat digunakan untuk mewujudkan Desa STBM di wilayah puskesmas. Untuk mewujudkan keluarga sehat maka berbagai kegiatan di puskesmas dilaksanakan melalui strategi pendekatan keluarga dengan kegiatan luar gedung (kunjungan rumah) pada keluarga dan UKBM untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang dihadapi oleh keluarga.

Dalam rangka monitoring dan evaluasi Kegiatan BOK di Puskesmas serta pembinaan administrasi tata kelola keuangan puskesmas, Tim Pengelola BOK Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyelenggarakan Pertemuan Monitoring Evaluasi BOK di Aula Hotel Harmoni Tembilahan, Selasa (3/7). Pertemuan dimaksudkan untuk menggali permasalaha terkait pelaksanaan BOK di Puskesmas dan mencari solusi atas permasalahan yang ada untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan.

Pertemuan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan H Zainal Arifin SKM MKES, turut dihadiri kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan Susilo SH dan dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Inhil serta Pengelola BOK Puskesmas dan Dinas. Dalam arahannya Kadiskes menyampaikan agar pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal atau perencanaan yang telah ditetapkan dengan harapan agar serapan anggaran dan fisik kegiatan  yang merupakan Dana DAK  Non Fisik menggunakan mekanisme APBD.

“Kegiatan kesehatan selama ini sudah sesuai dengan indikator sasaran daerah dan selaras dengan indikator nasional. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas memberi kontribusi positif dalam pencapaian target sasaran. Kedepan, perencanaan kegiatan puskesmas agar lebih dipertajam dalam menyokong indikator daerah dan indikator nasional,”ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan diskusi terkait pelaksanaan kegiatan BOK di puskesmas untuk menggali permasalahan di masing-masing puskesmas. Beberapa puskesmas sudah melaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang disusun namun alokasi keuangan sampai dengan Juni memang relatif kecil. Ke depan puskesmas akan melakukan perencanaan secara lebih proporsional. Terkait keterlambatan administrasi keuangan Kepala Puskesmas dan Pengelola BOK Puskesmas sudah selalu mengingatkan secara lisan namun belum disusun SOP tentang ketepatan pertanggungjawaban keuangan. Terkait hal ini, puskesmas agar menyusun SOP tentang laporan pertanggungjawaban kegiatan di puskesmas. Selain itu ada beberapa kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan karena adanya penataan SDM di puskesmas dan ada sebagaian SDM pelaksana mengikuti pelatihan. Hal positif berkenaan dengan sudah cukup tingginya realisasi keuangan di Puskesmas adalah masuknya kriteria pelaporan dan kinerja personil puskesmas termasuk dalam penyusunan pertanggungjawaban kegiatan baik dari sisi ketepatan maupun kualitas pelaporan dalam sistem penilaian kinerja pegawai yang menjadi perhitungan dalam pengalokasian jasa pelayanan dan adanya Tim Verifikator di Puskesmas.

 

Tinggalkan Balasan

Silakan Masukkan Komentar Anda
Silakan Masukkan Nama Anda Disini