Skip to main content

58 Kader Posyandu Tembilahan Kota Ikuti Penyegaran Kader Posyandu Balita

Tembilahan – Sebanyak 58 kader posyandu wilayah kerja UPT Puskesmas Tembilahan Kota mengikuti penyegaran kader posyandu balita, Selasa (17/9/2019) di Aula UPT Puskesmas Tembilahan Kota.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Tembilahan dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan, serta Lurah.

Penyegaran ini bertujuan untuk mengupdate kembali ilmu para kader-kader posyandu serta keterampilan yang dibutuhkan untuk kegiatan posyandu.

“Materi yang diberikan ialah mengenai sistem kinerja posyandu itu sendiri seperti peran kader, kegiatan pokok, pelaksanaan posyandu, cara mengisi grafik pertumbuhan atau sistem informasi posyandu dan materi imunisasi serta stunting,” terang Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg. Hj Wahyu Winda, M.Si.

Wanita yang sering disapa akrab Winda ini menyatakan, penyegaran kader sangat penting, sebagai upaya pelayanan kesehatan, maka dengan itu setiap kader harus memahami tugas, kegiatan pokok dan pelayanan kesehatan dasar diposyandu.

“Kader merupakan ujung tombak, dimana para kader memiliki peranan penting dalam kesehatan masyarakat. Apalagi kader merupakan pintu pertama dalam penyediaan jasa kesehatan di posyandu, sehingga perlu mendapatkan penyegaran,” ungkapnya.

Ia menuturkan, bahwa Puskesmas siap membantu kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu dan telah terbentuk pula grup WA kader dengan petugas puskesmas agar memudahkan komunikasi kader dengan petugas.(ded)

Laporan Promkes Puskesmas Tembilahan Kota : Monica Julya Hidayad, SKM

Puskesmas Tembilahan Kota Bawa Yunus untuk dirawat di RSUD

Tembilahan – Muhammad Yunus (2 tahun 6 bulan) pertama kali dirawat di Posyandu Pekan Arba tahun 2017 lalu, dengan berat badan yang kurang dari normal, sering batuk dan sesak nafas.

Saat itu yunus berumur 7 bulan (2017) telah mendapat perawatan dan pemantauan rutin oleh puskesmas Tembilahan Kota karena penyakit Bronkopneumoni berat atau infeksi yang menyebabkan peradangan paru-paru.

“Dampak dari penyakit dan faktor ekonomi menyebabkan kondisi berat badan menurun ke status gizi buruk,” jelas Kepala Puskesmas (Kapus) Tembilahan Kota drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si, Sabtu (24/8/2019).

Katanya melanjutkan, pasien sudah pernah dirujuk untuk dirawat di RSUD, tetapi keluarga minta pulang sebelum perawatan selesai.

“Bantuan makanan tambahan dari Dinas Kesehatan sudah rutin diberikan sejak tahun 2017 tapi berat badan naik turun karena penyakit yang diderita,” tambahnya.

Tahun 2018 Muhammad Yunus pernah dirujuk kembalil oleh dokter Puskesmas, namun keluarga menolak lagi lantaran tidak mau anaknya dirawat karena alasan tidak ada yg menjaga.

“Tahun ini kita (Puskesmas Tembilahan Kota) bersama Bu Camat Tembilahan membujuk lagi untuk dirawat karena kondisi anak yang sesak nafas berat dan akhirnya keluarga mau anaknya dirawat,” imbuh Kapus.

Hj. Wahyu Winda berharap keluarga yunus bisa bertahan di RS mengikuti prosedur perawatan di RSUD sesuai arahan dokter sehingga kondisi penyakit yunus bisa teratasi termasuk kondisi gizinya.(ded)

Puskesmas Tembilahan Kota Update Ilmu bersama Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Tembilahan – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tembilahan Kota giat Update Ilmu bersama Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. H. Gusfrizer, SpOG, Rabu (21/8/2019), di aula UPT Puskesmas Tembilahan Kota.

Menurut Kepala Puskesmas (Kapus) drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si melalui Bidan Koordinator (Bikoor) Novita Yanti, SST, bahwa pemantapan mutu internal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan SDM.

“Terutama bidan Puskesmas tentang kebidanan sesuai dengan materi mengenai preekĺamsi dan penanganannya serta mendapatkan informasi terbaru seputar ilmu kebidanan,” cakapnya.

Sambungnya, dengan harapan bahwa dengan meningkatnya pengetahuan SDM maka akan memberikan dampak terhadap penigkatan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya dalam hal program kesehatan ibu dan anak diwilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota.

“Serta masalah yang berhubungan dengan kebidanan dapat ditangani dengan baik oleh bidan-bidan,” cetusnya.

Kegiatan ini turut bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ranting Tembilahan Kota.

Pada kesempatan tersebut, bidan-bidan tampak sangat antusias terlihat saat mereka saling berdiskusi dengan dokter.(ded)

Laporan : Promosi Kesehatan (Promkes) UPT Puskesmas Tembilahan Kota, Monica Julya Hidayad, SKM

UPT Puskesmas Tembilahan Kota Taja Lokakarya Mini 2019

Tembilahan – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tembilahan Kota Taja Lokakarya Mini tahun 2019, Selasa (6/8/2019) pukul 12.00 WIB.

Pj. Kepala Puskesmas Tembilahan Kota  Drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si memaparkan, kegiatan ini sangat rutin dilaksanakan dalam siklus manajemen Puskesmas.

“Lokakarya Mini bulanan ini rutin dilaksanakan untuk memantau POA Puskesmas yang dilakukan setiap bulan secara teratur,” tukasnya.

Juga, lanjutnya, bagian dari memaparkan atau melaporkan kegiatan-kegiatan apa saja di bulan lalu dan menginformasi kegiatan, kebijakan, program apabila ada konsep terbaru, menumbuhkan motivasi staf, mengidentifikasi dan menganalis masala juga hambatan, hingga menyusun kegiatan bulan yang akan datang.

“Kita berharap semoga dengan berjalan sistem manajemen puskesmas yang baik, maka penyelenggaraan Puskesmas akan menjadi lebih teratur dan maksimal,” tutup nya.(ded)

Layanan Nikah Sehat Inovasi Puskesmas Tembilahan Kota

Tembilahan – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tembilahan Kota realisasikan Layanan Nikah Sehat.

Sebelumnya ditahun 2016, Puskesmas Tembilahan Kota telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) dan Konseling Pranikah bagi Calon Pengantin (Catin) dengan Kantor Urusan Agama (KUA).

Dengan dilatarbelakangi tingginya kasus ibu hamil dengan faktor resiko kematian ibu dan bayi serta rendahnya capaian imunisasi TT Wanita Usia Subur (WUS).

Dan pada tahun 2017 ditambah dengan pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk menjaring kasus tersebut.

Inovasi Kesehatan Reproduksi (Kespro) catin melalui program Nikah Sehat UPT Puskesmas Tembilahan Kota di tahun 2019 terus dikembangkan dengan bekerjasama rumah ibadah Gereja dan Vihara agar dapat mengcover seluruh catin baik muslim maupun non muslim.

“Harapannya agar dapat menekan penurunan kematian ibu dan bayi,” ungkap Kepala Puskesmas UPT Tembilahan Kota, drg. Hj. Wahyu Winda, M.Sis, Minggu (5/8/2019).

Dijelaskannya, Layanan Nikah Sehat tersebut berupa imunisasi TT Catin, Konseling Pranikah, Pemeriksaan HIV, Hepatitis B, Syphilis, HB Tes
Kehamilan dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi yang anemia serta pemberian sertifikat nikah sehat.(ded)