Skip to main content

Lokakarya Mini Tribulan IV, Upt. Puskesmas Teluk Pinang Tahun 2019

Puskesmas Teluk Pinang mengadakan kegiatan Lokakarya Mini Tribulan IV di Aula Puskesmas Teluk Pinang, kamis (26/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Gaung Anak Serka, Babinsa, Kepala Puskesmas beserta staf, Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Dalam kegiatan lokakarya mini tribulan ini yang dibahas adalah tentang program PHBS dan KESLING.

Kepala Puskesmas Teluk Pinang Bapak H. Kusma Hendra, SKM mengatakan ” Kegiatan Lokakarya Mini Tribulan ini membahas tentang kinerja program yang belum tercapai yaitu PHBS dan Kesling karena masih adanya masyarakat yang menggunakan jamban tidak sehat dan masih banyak ditemukannya masalah sampah yang tidak dikelola dengan baik, semoga dengan adanya kegiatan ini semua program bisa berjalan dengan baik’’.

Kegiatan ini di akhiri dengan penandatanganan kesepakatan oleh Bapak Camat dengan Kepala Puskesmas Teluk Pinang serta yang mewakili, adapun kesepakatannya adalah melakukan pembinaan program PHBS Kelurahan/Desa, melaksanakan arisan jamban, menyediakan tempat untuk penampungan limbah sampah setiap Desa dan pengendalian kasus stunting.

Penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Isi Piring Ku di SDN 001 Gas, Upt. Puskesmas Teluk Pinang Tahun 2019

Puskesmas Teluk Pinang mengadakan kegiatan penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan isi piring ku di SDN 001 GAS, senin, (16/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Ibu Masanaria,SKM dan Ibu Maria Hairani,SKM.

Dalam penyuluhan ini diikuti oleh Siswa dan Siswi kelas V dan VI yaitu sekitar 80 orang, materi yang disampaikan adalah tentang bahaya demam berdarah dengue dan pencegahannya dengan kegiatan 3M Plus dan tentang isi piring ku.

Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Teluk Pinang Ibu Suliyana,AMK mengatakan ” kegiatan penyuluhan ke sekolah memang sudah sering kita laksanakan, namun masih ada siswa dan siswi yang belum bisa menerapkannya secara optimal, maka dari itu kegiatan penyuluhan memang harus sering dilakukan agar bisa menumbuhkan simpati siswa dan siswi dalam meningkatkan derajat kesehatan bagi diri mereka sendiri serta lingkungannya’’.

Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memotivasi siswa dan siswi dalam memerangi dan mencegah penyakit DBD dan meningkatkan pola makan yang bergizi untuk meningkatkan daya pikir dalam prestasi belajar.

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

UPT. PUSKESMAS TELUK PINANG MELAKUKAN PEMBINAAN TOGA DI KELOMPOK TOGA PARIT 11 TELUK PINANG

Dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat, UPT Puskesmas Teluk Pinang melaksanakan Pembinaan TOGA (Taman Obat Keluarga) di Kelompok Toga Parit 11 Teluk Pinang. Pembinaan ini merupakan pembinaan lanjutan sebelumnya dan akan terus berlanjut. Selasa, (29/01/2019).

Upaya pelayanan kesehatan tradisional merupakan pelayanan kesehatan yang secara tidak langsung berperan dalam menunjang pencapaian indikator Renstra Kementerian Kesehatan melalui Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan dan keterampilan dalam tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil dan nifas, maupun pemanfaatan pijat untuk kesegaran tubuh.

Upaya pembinaan pengobatan tradisional dapat dikembangkan berdasarkan pola upaya kesehatan Puskesmas, peran serta masyarakat dan rujukan kesehatan.

Tenaga promkes UPT Puskesmas Teluk Pinang, Kurota ayun, SKM Mengatakan “Dengan adanya Kegiatan pembinaan Toga diharapkan masyarakat bisa secara mandiri menggunakan obat tradisional yang bersumber dari tanaman herbal yang mereka tanam, ini juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan obat kimia”

UPT PUSKESMAS TELUK PINANG BERIKAN SOSIALISASI KTR SEKALIGUS MELANJUTKAN VAKSINASI MR

Kamis, 26 Juli 2018. UPT Puskesmas Teluk Pinang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di MTS Nurul Falah dan sekaligus melanjutkan Vaksinisasi MR di SDN 16 Penagih yang letaknya bersebelahan dengan MTS Nurul Falah.

Sosialisasi KTR ini bertujuan memberikan perlindungan dari bahayanya asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif, melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung dan menciptakan lingkungan bersih, sehat dan bebas dari asap rokok. Kawasan Tanpa Rokok merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan rokok pada area fasilitas pelayanan kesehatan tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat lain yang sudah ditentukan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Nomor 05 Tahun 2016.

Jarak sekolah sekitar 5 KM dari Puskesmas Teluk Pinang dan separuh jalannya masih merupakan jalan tanah yang apabila diguyur hujan akan sulit dilalui kendaraan bermotor, sehingga harus berjalan kaki. Walaupun akses ke sekolah tersebut lumayan susah karena jalan tanah yang becek dan tak bisa dilalui kendaraan bermotor, kami tetap melaksanakannya, karena selain daripada tugas kami, nanti kalau ditunda terus tidak baik” ujar Kurota Ayun, SKM, Tenaga promkes UPT Puskesmas Teluk Pinang.

Seiring dengan pelaksanaan sosialisasi KTR ini, juga dilaksanakan Vaksinasi MR untuk melanjutkan sesuai arahan dari Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri Hilir.

“Penolakan tetap ada dari orangtua murid untuk penyuntikan ini, tapi setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi tentang MR ini, setidaknya mengurangi jumlah masyarakat yang menolak” ujar dr. Yayan Julianto, dokter umum Puskesmas Teluk Pinang.

Narasumber : Kurota Ayun, SKM ( Promkes PKM Teluk Pinang )