Skip to main content

Pelatihan Dokter Kecil, Upt. Puskesmas Tanah Merah Tahun 2019

Pelatihan dokter kecil sebagai bagian dari kegiatan program kesehatan, khususnya Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan pelatihan dokter kecil dilaksanakan di Aula Puskesmas Tanah Merah, kamis, (26/12/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh Guru UKS dan siswa-siswi perwakilan dari SD di wilayah Puskesmas Tanah Merah kurang lebih sebanyak 30 orang.Tujuan dari pelatihan dokter kecil ini adalah meningkatkan partisipasi siswa dan siswi dalam program uks dan mampu menjadi penggerak hidup sehat serta mampu menolong dirinya, keluarga dan orang lain untuk hidup sehat.

Materi dalam pelatihan dokter kecil ini disampaikan oleh dr. Huzaimah tentang materi UKS, P3K dan Perilaku Hidup bersih dan sehat

Guru UKS Sekolah Bapak Agung mengatakan ” kegiatan ini selain membantu dalam hal meningkatkan wawasan murid tentang kesehatan di sekolah siswa juga diharapkan bisa berperan aktif membantu teman-teman yang ada disekolah untuk menerapkan ilmu yang sudah di dapat dari pelatihan dokter kecil ini’’.

Semoga dengan telah dilaksanakannya pelatihan dokter kecil ini bisa menambah wawasan, pengetahuan dan lebih percaya diri untuk menjaga kesehatan.

KABUT ASAP MENDADAK PEKAT DI WILAYAH KECAMATAN TANAH MERAH

Dampak kabut asap bisa menyebabkan susah bernapas, batuk, iritasi tenggorokan dan masih banyak lagi dampak lainnya, untuk mencegah hal tersebut, Puskesmas Tanah Merah membagikan masker disekitar wilayah kerjannya di Desa Tanah Merah, selasa (27/08/2019).

Efek buruk kabut asap berbeda-beda pada tiap individu. Bayi, Anak-anak, dan Manula adalah kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap, untuk itu batasilah kegiatan di luar ruangan ketika ada kabut asap.

Untuk tindak lanjut kedepannya Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Tanah Merah akan memberikan sosialisasi dampak penyakit dari kabut asap yang disebabkan dari kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) tentunya akan merangkul semua lintas sektor mulai dari Kecamatan sampai Desa.

Kepala Puskesmas Tanah Merah Ibu Hj. Petty Rismawati, STR.Keb mengatakan ” dengan kondisi kabut asap sekarang di usahakan kita semua untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan, jika sedang berasa di luar gunakanlah masker dan perbanyak minum air putih’’.

Semoga cuaca cepat kembali membaik dan kita semua bisa terhindar dari dampak buruk kabut asap.

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

TEKULAI BUGIS, DESA PERTAMA DI KECAMATAN TANAH MERAH YANG BEBAS ODF

Dalam rangka 100 hari kerja Bupati Dan Wakil Bupati Indragiri Hilir, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Program Nasional STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) menggelar Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Tekulai Bugis Kecamatan Tanah Merah, Selasa, (18/02/2019).

Tampak hadir saat Dekralasi ODF yaitu Camat Tanah Merah Yuliargo, SP, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia, SKM. MH, Kasi Kesehatan lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Fitrianto, SKM.MARS , Kepala Upt. Puskesmas Tanah Merah Hj. Petty Rismawati, STR.Keb, Babinsa, Babinkabtimnas, seluruh Kepala Desa/ Kelurahan yang ada di Kecamatan Tanah Merah, Ketua PKK, Kader Kesehatan, dan Tokoh Masyarakat.

Camat Tanah Merah Yuliargo, SP dalam sambutannya mengatakan Kecamatan Tanah Merah mayoritas masyarakatn tinggal dipesisir Pantai, jadi memang kebiasaan Buang Air Besar ditepi Sungai.

“Dari dulu kebiasaan Buang air besar di Sungai memang sudah ada”, ungkap Yuliargo

Lebih lanjut beliau memaparkan di Kecamatan Tanah Merah untuk Desa yang sudah bebas ODF (Open Defecation Free), baru ada 1 Desa yaitu Desa Tekulai Bugis.

“Kami merasa berbangga karena hampir 3 tahun kami meritis agar Desa Tekulai Bugis bebas ODF”, terangnya

“Ini semua berkat kerjasama semua pihak, baik itu dari pemerintahan maupun masyarakat”, tambahnya

“Semoga Desa Tekulai Bugis menjadi contoh untuk Desa lainnya yang ada di Kecamatan Tanah Merah untuk bisa berperilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak buang air besar sembarangan”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia, SKM. MH mengungkapkan Dekralasi Stop Buang Air Besar Sembarangan sangat berperan dalam mewujudkan masyarakat terbebas dari penyakit menular yang menyerang saluran pencernaan seperti Diare, Thypus dan Penyakit Menular Berbasis lingkungan lainnya yang sangat merugikan bagi kelangsungan kehidupan kita bersama.

“Deklarasi ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan ini merupakan moment berbagi tantangan dan menguatkan komitmen, meningkatkan tekad dan semangat kita semua untuk lebih memberi makna pada kita semua akan pentingnya kesehatan”, ucap Kabid Kesmas Hj. Devi Natalia

“Saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan untuk kesejahteraan masyarakat”, tutupnya

UPT. PUSKESMAS TANAH MERAH LAKSANAKAN KEGIATAN PENYEGARAN KADER POSYANDU

Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait.(26/1/2019)

Untuk meningkatkan pengetahuan Kader Posyandu, UPT. Puskesmas Tanah Merah melakukan Kegiatan Penyegaran Kader Posyandu dengan memberikan pembekalan tentang memberikan pengetahuan terkait peran dan tugas pokok kader dalam melaksanakan tugas di posyandu. Karena tugas para kader posyandu tidak lagi hanya sebagai petugas timbang bayi, namun dengan terintegrasinya semua program yang masuk ke desa, maka perlu kiranya pengetahuan para kader posyandu ini diperkuat dengan cara pembekalan pengetahuan dan perbanyak diskusi antar kader desa guna menambah wawasan dan trik-trik memotivasi masyarakat agar sadar dengan pentingnya arti kesehatan.

Kepala UPT Puskesmas Tanah Merah Ibu Hj. Petty Rismawati, STR.Keb mengatakan ”Semua Kader harus lebih aktif dan lebih menggali informasi tentang kesehatan agar lebih meningkatkan pusat informasi kepada ibu dan balita”