Skip to main content

HUT KE – 45, PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA ADAKAN BAKTI SOSIAL “SUNATAN MASSAL”

19 Maret 2019. Bersempena hari ulang tahun ( HUT ) ke-45, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kecamatan Tempuling menggelar kegiatan bakti sosial, sunatan massal dan pengobatan gratis, yang di adakan di Desa Karya Tunas Jaya Kecamatan Tempuling dengan Tema “Keluarga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat”.

Adapun yang Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Sekretaris desa , kepala dusun, kepala seksi se Karya Tunas Jaya, dan Berdasarkan keterangan yang ada sekitar total 17 anak yang akan melakukan sunatan dalam kegiatan yang kami gelar ini, ujar Ns. Limson Leonardo, S. Kep.

Ns. Limson leonardo, S. Kep juga mengatakan, kegiatan bakti sosial sunatan massal ini merupakan aksi kepedulian dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Kecamatan Tempuling. “Kegiatan sunatan massal untuk anak-anak ini sudah rutin kita gelar setiap memperingati HUT PPNI dengan lokasi yang berbeda-beda, ujarnya.

 

Sumber : Asmuliyanti, SKM (Promkes Puskesmas Sungai Salak)

CEGAH STUNTING, UPT PUSKESMAS SUNGAI SALAK BERIKAN PEMAHAMAN DAN PENYULUHAN PADA MASYARAKAT

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Oleh karena itu, upaya pencegahan sebaiknya dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan. Bahkan pemenuhan nutrisi yang maksimal sudah bisa dimulai sejak ibu mempersiapkan kehamilan. Sebelum hamil, ibu harus punya status gizi yang cukup, sehingga ketika hamil ibu sudah dalam kondisi tubuh yang baik. Ketika sudah lahir, awali asupan anak dengan air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan. Setelah enam bulan, pastikan makanan pendamping ASI (MPASI) juga berkualitas dengan memperhatikan asupan gizi makro maupun mikro.

“Dari sisi variasi, MPASI harus memenuhi variasi bahan makanan berdasarkan standar WHO yaitu terdiri dari staple food, protein nabati dan hewani, buah yang kaya vitamin A, produk susu dan turunannya, serta sayur dan buah-buahan lainnya,”

Naaaah… Dengan demikian maka untuk menghindari anak kerdil diwilayah Tempuling, Puskesmas Sungai Salak Melakukan Penyuluhan Stunting Ke Sembilan Desa dan Kelurahan , sasarannya yaitu Masyarakat yang ada di Kecamatan Tempuling.

 

Narasumber : Asmuliyanti, Skm (Promkes Puskesmas Sungai Salak)

MENINGKATKAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT, UPT PUSKESMAS SUNGAI SALAK BERSAMA CAMAT TEMPULING BENTUK FORUM KADER POSYANDU KECAMATAN TEMPULING

Tempuling, 09/02/2019. Bertempat di Posyandu Nurul Watan Kelurahan Pangkalan Tujuh Kecamatan Tempuling, diadakan Kegiatan Pembentukan Forum Kader Posyandu Kecamatan Tempuling. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Sungai Salak, Saiful Ahwan, S. Kep, Camat Tempuling, Ketua TP. PKK Kecamatan, serta Ketua dan Kader Posyandu Se Kecamatan Tempuling.

Kepala Puskesmas Sungai Salak dalam sambutannya mengatakan, Kader Posyandu harus mampu menjadi pengelola Posyandu dengan baik karena kaderlah yang paling memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Kepada Camat diharapkan memberikan support dan fasilitas dalam bentuk semampunya kepada setiap kader posyandu, Karena Posyandu itu milik masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, Puskesmas hanya membina saja, namun jika ada kendala dan lain hal boleh meminta petunjuk kepada tenaga kesehatan di puskesmas, .”Ungkapnya.

Camat Tempuling dalam sambutannya menyampaikan Posyandu yang ada saat ini merupakan Pos terpadu yang sangat penting untuk dimaksimalkan fungsinya, untuk memaksimalkannya peranan kader posyandu menjadi faktor utama dan penentu, Kami akan berusaha untuk selalu memperhatikan keberadaan posyandu dan kadernya. Melalui berbagai program pemerintah kapasitas Posyandu terus diperkuat, salah satunya melalui dukungan Pemerintah yang memberikan Insentif kepada Kader Posyandu. Oleh Karna itu Pemerintah berusaha untuk meningkatkan bantuan kepada posyandu sesuai dengan anggaran yang tersedia.”Ujarnya.

Setelah dilakukan Pembentukan dan Kepengurusan Forum Kader Posyandu Se Kecamatan Tempuling, yang mana pada saat pembentukan Ibu Khairiah terpilih sebagai Ketua Forum Kader Posyandu se Kecamatan Tempuling.

Sumber : Promkes puskesmas Sungai Salak ( Asmuliyanti, SKM )

PUSKESMAS SUNGAI SALAK BERSAMA LINTAS SEKTOR KEMBALI EVALUASI MASALAH KESEHATAN

Tempuling. Untuk evaluasi dan pemecahan serta solusi bersama terhadap masalah kesehatan yang akan di jalankan untuk masa yang akan datang. Puskesmas Sungai Salak Kecamatan Tempuling kembali melaksanakan Lokakarya Mini lintas sektoral pada triwulan pertama di tahun 2019. Kamis (7/2) di aula kantor Camat Tempuling. Acara yang di gelar juga di hadiri langsung Kasi Mutu dan Akreditasi Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Jadi Prasmadi, Sekretaris kecamatan Drs H. Hamlan, Kapolsek AKP Subagja SH, Danramil di wakili Serda Mistar dan Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Sungai Salak Azmir SKM. Bersama Lurah dan Kepala Desa, KUA Tempuling Drs H Syahnuri, PKK, Posyandu, Tokoh Masyarakat dan tokoh agama.

Tujuan dari Lokakarya Mini yang di gelar tentunya untuk menghimpun informasi terhadap kesehatan di Kecamatan Tempuling dan menggalang kerjasama terhadap lintas sektor dan lintas program se Kecamatan Tempuling untuk menggali setiap permasalahan kesehatan pada setiap wilayah seperti Desa dan Kelurahan dan di evaluasi kembali demi pemecahan permasalahannya, Dan tentunya harapan kita bersama kinerja Puskesmas Sungai Salak di dalam pelayanan kesehatan masyarakat semakin maksimal dan terus berkembang dengan baik. ujar Kepala Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan melalui Kasubbag Tata Usaha Azmir SKM.

Sementara Sekretaris Camat tempuling Drs H. Hamlan juga menuturkan, pada dasarnya kegiatan rutin lokakarya Puskesmas Sungai Salak kita sambut dengan baik dan mendukung secara penuh demi tercipta dan terwujudnya pelayanan kesehatan yang terus maksimal di Puskesmas Sungai Salak Dan setiap langkah kerja ataupun program yang di jalankan terus terjalin komunikasi dan koordinasi terhadap lintas sektor di Kecamatan Tempuling. tutupnya

PROMKES : Asmuliyanti ( Puskesmas Sungai Salak )

KURANGI ANGKA KESAKITAN DAN KEMATIAN PADA BALITA, PUSKESMAS SUNGAI SALAK LAKUKAN SOSIASLISAI DAN PEMBENTUKAN KELAS IBU BALITA

Tempuling, 1 Februari 2019. Kelas ibu balita adalah kelas dimana para ibu mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi , tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator (Tenaga Kesehatan Puskesmas Sungai Salak) dengan menggunakan buku KIA.

Anak balita merupakan salah satu populasi paling beresiko terkena bermacam gangguan kesehatan (kesakitan dan kematian). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 44/10.000 Kelahiran Hidup. Bila dihitung secara matematis, berarti dalam setiap jamnya terjadi 22 kematian balita di Indonesia, suatu jumlah yang tergolong fantastis untuk ukuran di era globalisasi. Oleh karena itu Puskesmas Sungai Salak melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Kelas Ibu Balita di Aula Posyandu Mawar Rt.003 Kelurahan Sungai Salak.

Dalam sosialisai ini Turut hadir, Ka. Tata Usaha Puskesmas Sungai Salak, Azmir, Skm, Yohannah Perwakilan dari Kelurahan Sungai Salak, Mona perwakilan PKk Kelurahan Sungai Salak, Nakes Puskesmas Sungai Salak (Vovi Ridolvi, Amd. Keb , Sriana Manalu, Amd. Keb Amelia Suherna, Amd. Keb), Kader Posyandu serta Ibu Balita Kelurahan Sungai Salak.

Selain itu tujuan yang lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran pemberian ASI secara eksklusif, Meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya imunisasi pada bayi, Meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI dan gizi seimbang kepada Balita, Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan Balita, Meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gigi balita dan mencuci tangan yang benar, Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, cara pencegahan dan perawatan balita. tambah Vovi Ridolvi, Amd. Keb.

Kelas ibu balita di selenggarakan secara partisipatif artinya para ibu tidak diposisikan hanya menerima informasi karena posisi pasif cenderung tidak efektif dalam merubah perilaku. Oleh karena itu kelas ibu balita dirancang dengan metode belajar partisipatoris, dimana si ibu tidak dipandang sebagai murid melainkan sebagai warga belajar. Dalam prakteknya para ibu didorong untuk belajar dari pengalaman sesama, sementara fasilitator berperan sebagai pengarah kepada pengetahuan yang benar. Adapun Tujuan dari Sosialisasi dan Pembentukan Kelas Ibu Balita ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang Balita yang optimal, ujar Azmir, SKM. Rencananya Kelas Ibu Balita ini akan dibentuk di semua Kelurahan/Desa Wilayah kerja Puskesmas Sungai Salak, tambah Azmir, Skm.

sumber : Asmuliyanti, SKM
Promkes Puskesmas Sungai Salak