Skip to main content

PENTINGNYA GERMAS UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN

germas 8Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah suatu upaya yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Guna mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat, hidup dalam lingkungan yang sehat, dan sadar terhadap pentingnya memelihara kesehatan.

Dalam kesempatan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Provinsi Riau Bapak H. Arsyadjuliandi Rachaman pada hari minggu 30 April 2017 bertempat di Lapangan Gajah Mada Tembilahan. “Germas kita canangkan ke seluruh masyarakat Riau. Lewat Germas  kita harapkan masyarakat bisa hidup lebih sehat dan rutin mengecek kesehatan secara berkala.”

Sementara itu, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengatakan,”Germas harus menjadi budaya masyarakat yang dilakukan dengan kesadaran penuh untuk peningkatan kualitas hidup. Ini harus didukung oleh semua pihak.”

Peran seluruh lintas sektor diperlukan untuk mewujudkan keberhasilan implementasi Germas. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kab/ Kota dapat melakukan; 1)Advokasi kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk menerbitkan kebijakan terkait bidang kesehatan dengan menggunakan data IPM 2015, IPK 2013, Hasil PSG 2015 dan monitoring STBM 2015; 2) Melakukan pertemuan dengan SKPD, ToMa/ToGa dan Dunia Usaha serta Akademisi untuk menerapkan Germas melalui Perilaku Hidup Bersih Sehat di tatanan masing-masing; 3) Memberikan contoh penerapan kebijakan aktivitas fisik dalam bentuk olahraga; 4) Menyebarluaskan informasi tentang manfaat konsumsi sayur dan buah; 5) Menyediakan sarana pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi masyarakat; 6) Menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman sayur dan buah; dan 7) Melakukan kegiatan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim pada perempuan. (rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemkes RI).

Melibatkan seluruh lapisan masyarakat, lintas sektor baik Pemerintah, swasta, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat untuk bersama berkontribusi menciptakan gerakan masyarakat hidup sehat dengan tujuan Kesehatan masyarakat terjaga, jika sehat maka produktivitas akan meningkat, terciptanya lingkungan yang bersih serta biaya yang dikeluarkan untuk berobat akan berkurang.

Editor : Bagus Dwi Prayitno

DINKES LAKUKAN PERSIAPAN MAKSIMAL JELANG PUNCAK AKBAR GERMAS HIDUP SEHAT DENGAN BUAH DAN SAYUR

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13Dinas Kesehatan, 29/04/17. Sejumlah sarana kesehatan dipersiapkan menjelang perayaan gerakan masyarakat (GERMAS) yang akan dilaksanakan pagi besok, Minggu 30/04 di lapangan upacara Gajah Mada. puluhan tenda dan standing benner juga tampak memenuhi salah satu tenda menjelang ditempatkan pada posisi yang akan disesuaikan nantinya, gelaran gerakan masyarakat ini nantinya akan dihadiri oleh Bapak Gubernur Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir dan sejumlah pejabat dari tingkat provinsi Riau dan Kabupaten Inhil .

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhil H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes Melalui Kepala Seksi Promosi Kesehatan Ibu. Hj. Samsinar, Amd. Keb, senantiasa memberikan pemantauan persiapan dan bersama Tim Promosi kesehatan yang tersebar di 27 Puskesmas se- Kabupaten Indragiri Hilir mempersiapkan tenda-tenda yang nantinya akan dipergunakan sebagai Stan Pelayanan kesehatan dan berbagai aneka rupa buah-buahan yang hias untuk kemeriahan acara Gerakan masyarakat makan buah dan sayur.

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13(1)Diharapkan dengan Puncak Akbar GERMAS makan buah dan sayur ini masyarakat dapat berpartisipasi dalam perayaan sehingga efeknya akan berimbas ke masyarakat umum khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Puskesmas yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Inhil juga dengan Program GERMAS ini dapat membentuk pola perilaku hidup yang sehat di wilayah kerjanya baik itu sehat lingkungan, makanan, asupan nutrisi dan protein kepada masyarakat.

INHIL REKRUT 21 DOKTER UMUM DAN 11 DOKTER GIGI TAHUN INI

img_2116Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga kurun waktu beberapa tahun terakhir Inhil ‘Zero’ pertumbuhan tenaga medis.

Pasalnya, Zainal mengatakan upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan keterbatasan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.

“Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin.

Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas Pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.

“Dengan keterbatasan ini pula, hanya beberapa Puskesmas di Inhil memiliki dokter baik dari tenaga kesehatan umum dan dokter gigi. Dalam hal ini tentunya Inhil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan Pegawai Negeri,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2017 ini, Dinkes telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Selain dokter umum dan dokter gigi, kita di Inhil juga minim tenaga medis seperti bidan, farmasi dan lain sebagainya,”paparnya.

Meski demikian, Diskes tetap berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan hingga ke seluruh pelosok desa melalui pustu yang ada.

“Yang jelas target kita juga setiap desa memiliki pustu dan kita harapkan petugas Kesehatan selalu berada di tempat bertugas. Setidaknya dengan adanya pustu di tempat dapat memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat yang darurat,” ujarnya.

TIM NUSANTARA SEHAT BERSAMA PKK LAKUKAN PEMBINAAN DESA SIAGA AKTIF

”Menjadi masyaIMG_0019rakat sehat adalah harapan dan cita-cita bersama. Ketika kita sehat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Sebaliknya jika kita sakit maka segalanya akan tidak dapat berjalan dengan baik, bekerjapun tidak dapat dilakukan, anak-anak juga susah untuk belajar.”  Kata Nurul Khairani kepada penduduk Desa Sungai Teritip.

Tim Based Nusantara Sehat Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman menggelar sosialisasi tentang desa siaga aktif kepada masyarakat yang ada di wiayah kerja, Sabtu (18/2/2017) pagi. Desa Sungai Teritip menjadi tempat sosialisasi perdana di Kecamatan tersebut dan akan diikuti di desa dan kelurahan selanjutnya.

Sebagai Penyelenggara yakni dari Tim Nusantara Sehat, menghadirkan TP PKK Kecamatan serta kader Posyandu bersama-sama melakukan pembinaan intensif. Sedangkan peserta yang hadir dalam sosialisasi Desa Siaga Aktif tersebut yakni para Aparat Desa, TP PKK Desa, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut kami sampaikan bahwa, desa siaga aktif adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumbar daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah terutama tentang kesehatan masyarakat.

Seperti bidang Kesehatan, kasus gawatdarurat yang dapat diatasi secara mandiri. Evaluasi tahun lalu memiliki catatan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Kateman yang tinggi. Dengan melakukan kemandirian atau kesiagaan masyarakat diharapkan dapat mengurangi dan menurunkan resiko kasus tersebut di tahun kedepan nanti.

Desa Teritip menjadi sasaran program ini, karena sering ditemukan kasus bayi/balita bawah garis merah (BGM) atau kurang gizi, adanya kasus suspect Demam Berdarah (DBD) yang terjadi setiap tahun. Selain itu ada juga kasus TB, HIV, dan penyakit lain yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat.IMG_0081

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada UPT Puskesmas Sungai Guntung bersama Tim NS yang menaruh harapan besar kepada masyarakat guna meningkatkan kesehatan di desa ini. Sesuai dengan amanat Perda Desa Siaga Aktif ini kami mendukung penuh pelaksanaannya.” Sambut Bapak Qahar yang merupakan Kepala Desa Sungai Teritip.

 

Penulis : Bagus Dwi Prayitno (Nusantara Sehat PKM Sungai Guntung)

PUSTU KUALA SELAT SOSIALISASIKAN PKPR DAN PHBS KE SEKOLAH-SEKOLAH, GUNA TINGKATKAN PEMAHAMAN KESEHATAN REMAJA

Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masalah kesehaphbsstan di usia remaja, Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Puskesmas Sungai Guntung, tepatnya Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kuala Selat mengunjungi sekolah-sekolah setingkat SMP dan SMA.

Kunjungan tersebut, tidak lain untuk mensosialisasikan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan.

”Kegiatan itu telah kita laksanakan di tiga sekolah, yaitu SMK Ankasa, SMP Satu Atap dan MTS An-Nur yang terletak di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman,” jelas Pauzi, Kepala Pustu Kuala Selat.

Pauzi menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan oleh para petugas kesehatan di Pustu Kuala Selat.

”Insya Allah kegiatan ini akan kita laksanakan secara berkesinambungan, karena kita ingin meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM  ) generasi muda dan menjauhkan mereka dari pengaruh narkoba dan masalah kesehatan lainnya di kalangan remaja,” tukas Pauzi.