Skip to main content

Pelantikan Pengurus PMI dan Sosialisasi Palang Merah Indonesia Kecamatan Pulau Burung Tahun 2019

Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusian.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir Hj.Zulaikhah Wardan,Sos,ME melantik Pengurus PMI Kecamatan Pulau Burung Masa Bakti 2019-2024 di Aula Kantor Desa Pulau Burung, kamis, (05/12/2019.

Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh Ketua PMI Kabupaten Indragiri Hilir, Sekretaris PMI Kabupaten Indragiri Hilir, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Pemerintah Kecamatan Pulau Burung, Denramil Pulau Burung, Kapolsek Pulau Burung, Puskesmas Pulau Burung, Kepala Desa Sekecamatan Pulau Burung, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan PMR (Palang Merah Remaja).

Kepala Puskesmas Pulau Burung Erlina, SKM setelah dilantik menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pulau Burung dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan saya berharap apa yang diperlukan sekiranya untuk kegiatan dan perkembangan PMI Kecamatan dapat terlaksana dengan baik tentu perlu dukungan dari Ketua PMI Kabupaten dan juga dukungan dari Pembina PMI Kecamatan.

Ketua PMI Kabupaten Indragiri Hilir Ibu Hj.Zulaikhah Wardan,S.Sos, ME mengatakan ” PMI Kecamatan merupakan perpanjangan tangan dari PMI Kabupaten. Saya mengharapkan tersedianya BANK Darah di Kecamatan, sebab PMI Kabupaten baru mampu memenuhi sekitar 300 kantong perbulan sedangkan kebutuhan darah mencapai 600 kantong perbulannya dan juga saya mengharapkan PMI Kecamatan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar mendonorkan darah bagi yang memenuhi syarat pendonor agar terpenuhi kebutuhan darah perbulannya di Kabupaten Indragiri Hilir, setetes darah bisa selamatkan nyawa”.

Kegiatan di akhiri dengan foto Bersama.

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

UPT PUSKESMAS SUNGAI GUNTUNG BERIKAN SOSIALISASI PENANGANAN JENAZAH BERESIKO PENYAKIT MENULAR

Sebagai langkah awal dalam melakukan pencegahan penyakit menular di masyarakat, Puskesmas Sungai Guntung mensosialisasikan tata cara penanganan jenazah (memandikan jenazah) yang beresiko dan mempunyai penyakit menular, seperti HIV/AIDS, TBC, Hepatitis, Sars, dan penyakit lainnya.

Kegiatan yang di gelar di aula UPT Puskesmas Sungai Guntung ini di hadiri oleh Kepala Puskesmas Sungai Guntung, Lurah Bandar Sri Gemilang, Ketua MUI Kecamatan Kateman, KUA Kecamtan Kateman, Kepala KKP Kecamatan Kateman, Babinsa, Kapolsek, serta undangan petugas yang melaksanakan memandikan jenazah sekitar 30 orang.

Pada Sosialisasi penanganan jenazah beresiko dan penyakit menular tersebut diberikan pemaparan dan penjelasan  dalam hal tata cara memandikan jenazah yang beresiko terjangkit penyakit menular.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung Zainuddin, SKM, MM mengatakan dengan sosialisasi ini dapat diberikan pemaparan dan pemahaman bagi petugas yang memandikan jenazah, bagaimana cara mengantisipasi dalam menghadapi orang atau jenazah yang terjangkit penyakit menular, dan masih banyak petugas memandikan jenazah yang belum tau cara menghadapi orang atau jenazah yang terjangkit penyakit menular khusunya HIV/AIDS.

“Sosialisasi ini menjadi langkah positif untuk kegiatan pencegahan penyakit menular, nanti juga akan diberikan materi tentang penyakit menular lainnya agar mereka bisa menyebarkan informasi ini kepada masyarakat lainnya. Agar masyarkat tahu dan mengerti bagaimana cara menghadapi penyakit tersebut, sekaligus meminimalisir penyebaran virus penyakit mematikan tersebut” Tutupnya.

SUMBER : M. RUDINI (PROMKES PKM SUNGAI GUNTUNG)

PEDULI TB, UPT. PUSKESMAS SUNGAI GUNTUNG MENGADAKAN SOSIALISASI EDUKASI TB CARE KELUARGA

TBC merupakan salah satu penyakit menular yang cepat penularannya, yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan adalah :

  • Batuk + 2 minggu (berdahak maupun tidak berdahak atau bahkan bercampur darah)
  • Demam yang disertai meriang berkepanjangan
  • Sesak nafas dan nyeri dada
  • Berkeringat dingin (terutama pada sore dan malam hari)
  • Badan lemas dan nafsu makan berkurang dan
  • Berat badan menurun

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Kecamatan Kateman agar lebih peduli dan tanggap terhadap penyakit TBC, UPT Puskesmas Sungai Guntung mengadakan Sosialisasi Kelas Edukasi TB Care Keluarga dengan melibatkan masyarakat dan pasien penderita TB serta anggota Pramuka Saka Bakti Husada (SBH) 03 Kateman.

Kepala UPT. Puskesmas Sungai Guntung Zainuddin, SKM, MM mengatakan Drop out atau stop minum obat sebelum waktunya membuat tidak tuntasnya pengobatan tuberculosis atau TBC. Cara seperti ini pun berpotensi memicu TB MDR (Multi Drug Resistence). untuk menghindari ini, Maka edukasi sangat penting diberikan pada pasien TB. Hanya saja, kadang ada pasien yang hanya mengiyakan ketika diberikan edukasi tapi pada praktiknya, pasien tidak mengindahkan anjuran untuk patuh minum obat.

Kegiatan edukasi ini di adakan agar masyarkat dapat ikut berperan aktif menyebarluaskan informasi tentang TB dan juga dapat di ajak berperan sebagai pengawas menelan obat (PMO) agar penderita TB disiplin menelan obat, serta ikut beperan mencari terduga TB dilingkungan tempat tinggalnya untuk diajak memeriksakan dan berobat ke puskesmas, Dengan adanya kegiatan edukasi ini masyarakat jadi paham dan mengetahui, dan peduli dalam mencegah penularan penyakit TBC.

NARASUMBER : MUHAMMAD RUDINI, SKM (PROMKES Sungai Guntung)

SAH, PUSKESMAS RAWAT INAP SUNGAI GUNTUNG RESMI DIGUNAKAN

Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meresmikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawat Inap di Sungai Guntung, Kecamatan Kateman (06/02/2018).

Peresmian ini di awali dengan pemotongan pita oleh Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan dengan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, Wakil ketua Dprd inhil DR. Feryandi, Ketua Komisi IV DPRD Ustad Sumardi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Indragiri Hilir, Edyi Hariyanto Sindrang dan Camat Kateman serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Puskesmas rawat inap yang pembangunannya baru saja selesai dengan sumber pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) memiliki berbagai fasilitas penunjang, seperti gudang farmasi, gedung perlengkapan, ambulans dan peralatan kesehatan lainnya.

Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak Puskesmas untuk selalu merawat sarana kesehatan yang telah disediakan ini.

“Dalam kurun waktu 3 tahun belakangan, pengadaan alkes (alat kesehatan, red) di Inhil sangat luar biasa. Saya sangat mengapresiasi hal ini,” ucap bupati.

Lebih lanjut Bupati menuturkan, terdapat cukup banyak alokasi dana anggaran untum Kabupaten Inhil di bidang kesehatan, baik melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat I (Satu) Provinsi Riau maupun yang datang dari Pusat menggunakan APBN.

“Baru-baru ini ada bankeu (Bantuan Keuangan, red) yang juga dialokasikan di bidang kesehatan. Tentunya, Ini merupakan suatu hal yang menggembirakan,” terang bupati.

Bupati berharap, dengan adanya pembangunan Puskesmas Rawat Inap ini, pelayanan prima di bidang kesehatan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil bagi masyarakat setempat dapat tercapai.