Skip to main content

Penyuluhan Air Bersih, Upt. Puskesmas Sungai Guntung Tahun 2019

Puskesmas Sungai Guntung melakukan Penyuluhan Air Bersih di salah satu tempat pengajian di Jalan Pelajar, Kelurahan Tagaraja Guntung, kamis, (26/12/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat lebih kurang 30 orang.Dalam penyuluhan ini materi di sampaikan oleh Ibu Rosnim br Sipayung, SKM adalah tentang ciri-ciri air bersih dan manfaat air bersih bagi manusia dan lingkungan.

Seperti yang kita ketahui manfaat air bersih bagi manusia dan lingkungan adalah :

  1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  2. Menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh.
  3. Membersihkan badan .
  4. Membersihkan bahan makanan dan masak.
  5. Untuk membantu pekerjaan sehari-hari.
  6. Untuk irigasi pertanian.
  7. Menjaga ekosistem lingkungan.
  8. Penyuplai energi.
  9. Menghemat Pengeluaran.
  10. Terhindar dari gangguan penyakit seperti diare,kolera,disentri,thypus,kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.

Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Ibu Rosnim br Sipayung, SKM mengatakan ” Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indra kita antara lain dapat dilihat, dirasa, dicium dan diraba seperti tidak berwarna, harus bening, jernih, air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu,lumpur,sampah, busa dan kotoran lainnya. Air tidak berasa asin,asam, tidak payau dan tidak pahit, harus bebas dari bahan kimia beracun, air tidak berbau amis,anyir,busuk atau bau belerang’’.

Semoga dengan adanya penyuluhan ini masyarakat menjadi lebih tau apa manfaat dari penggunaan air bersih dan gangguan penyakit apa saja yang bisa terjadi jika kita tidak menggunakan air bersih.

Puskesmas Sungai Guntung Punya 3 Klinik Untuk HIV/AIDS dan Narkoba

Puskesmas Sungai Guntung, Indragiri Hilir (Inhil) berdiri awal tahun 2016, tepatnya berada di jalan lingkar I, Kecamatan Sungai Guntung.

Kepala Puskesmas Sungai Guntung Zainuddin, SKM., M.M., Senin (23/12/2019) sore, menjelaskan pembangunan Puskesmas Sungai Guntung terdiri dari rawat inap dan rawat jalan.

Flashback ditahun 2017, Puskesmas Sungai Guntung juga diamanahkan sebagai Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DPTK).

Melihat maraknya tempat hiburan malam diwilayah kerjanya, Puskesmas Sungai Guntung melakukan perkembangan pembangunan ialah dengan cara mendirikan Klinik.

Bertujuan untuk menekankan penularan HIV/AIDS dan Narkoba, Puskesmas Sungai Guntung telah memiliki 3 bangunan klinik, yaitu ;

Puskesmas Sungai Guntung menyediakan layanan klinik VCT bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV, Klinik ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.

Ditambah lagi, sebagai antisipasi penyebaran penyakit HIV/AIDS Puskesmas Sungai Guntung juga mempunyai Klinik CST, bertujuan untuk memberikan dukungan perawatan, pengobatan kepada pengidap HIV/AIDS agar berada pada kondisi stabil menuju kesembuhan.

Untuk daerah Utara, dijelaskan Zainuddin pusatnya ada di klinik itu, membawahi Puskesmas Batang Tumu, Mandah, Pelangiran, Teluk Belengkong, Pulau Burung dan Guntung.

Khusus kasus Narkoba di Inhil, Dinas Kesehatan telah meamanahkan Puskesmas Sungai Guntung dan Puskesmas Tembilahan Kota sebagai klinik Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Dengan menyandang status IPWL, tentu saja pelayanan kepada para pecandu atau penyalahgunaan obat dan narkotika di wilayah kerjanya bisa terlayani secara maksimal.

Cetus Zai, khususnya bagi pecandu yang belum tersentuh layanan rehabilitasi.

Dengan klinik itu, Zainuddin berharap akan semakin memperluas cakupan layanan pengobatan pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Inhil khususnya di wilayah kerjanya.

Untuk perkembangan Puskesmas Sungai Guntung ditahun 2020 Zainuddin akan memaksimalkan kembali akses jalan masuk.

Menilai kondisi belum bagusnya akses jalan keluar masuk dan harus dilakukan semeninasasi, selain itu Zainuddin juga akan mengusulkan semenisasi akses jalan masuk ke Puskeskesmas termasuk juga gorong-gorong dan jembatan, Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), pagar pembatas puskesmas dengan rumah penduduk dan drainase air (got) karena bila hujan lebat lingk Puskesmas akan terendam.

“Saya berharap masyarakat bisa manfaatkan Puskesmas yabg sudah akreditasi Madya, dikarenakan tenaga kesehatan kita sudah dikatakan cukup, alat telah lengkap kita sediakan,” papar Zai.

Untuk informasi luas tanah Puskesmas Sungai Guntung adalah 105×97 meter.

Melalui MMD, PKM Sungai Guntung Ajak Masyrakat Mengenal Masalah Kesehatan

Puskesmas (PKM) Sungai Guntung melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarat Desa (MMD) di 3 kelurahan dan 8 desa, Kamis (12/12/2019).

MMD adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas dan menindaklanjuti hasil Survey Mawar Diri (SMD) serta hasil pendataan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS PK).

Kepala PKM Sungai Guntung, Zainuddin, SKM, M.M mengatakan bahwa, melalui MMD masyarakat dapat mengetahui apa saja masalah kesehatan yang ada dan ikut berpartisipasi dalam penanggulangan masalah kesehatan yang ada di desanya.

“Kegiatan ini merupakan dasar untuk menyusun rencana usulan kegiatan Puskesmas tahun 2020, tujuan kegiatan ini agar masyarakat mengenal masalah kesehatan yang ada di wilayahnya, serta masyarakat ikut dan sepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan desa, dan masayarakat juga yang menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatannya masing-masing,” ujarnya.

Adapun yang terlibat dalam kegiatan MMD ini diantaranya perwakilan dari Puskesmas 4 orang, Lurah dan Kades, Tim PKK Kelurahan atau Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan kader Posyandu.

“Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisis dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui survey,” tutupnya.(ded)

Puskesmas Sungai Guntung Melakukan Imunisasi Vaksin MR Ke Sekolah SDN 016 Sungai Guntung

Puskesmas Sungai Guntung melakukan imunisasi vaksin MR kepada Siswa dan Siswi di Sekolah Dasar Negeri 016 Sungai Guntung, senin, (16/12/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh sekiar 25 orang siswa dan siswi.Vaksin MR diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.

Ciri-ciri yang terkena penyakit campak dan rubella adalah :

  1. Ruam merah yang bermula di wajah, lalu menyebar ke badan dan tungkai.
  2. Demam.
  3. Sakit kepala.
  4. Pilek dan hidung tersumbat.
  5. Tidak nafsu makan.
  6. Mata merah.
  7. Nyeri sendi, terutama pada remaja wanita.
  8. Mengeluarkan cairan kuning dari mata.
  9. Terlihat sangat pucat, lemah dan lunglai.

Kepala Puskesmas Sungai Guntung Bapak Zainuddin,SKM,MM mengatakan ” virus rubella pada saat kehamilan adalah penyakit kalainan bawaan, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental, imunisasi MR ini sangat penting untuk kekebalan tubuh, untuk itu semuanya harus pro aktif mensosialisasikan imunisasi MR ini’’.

Semoga kita semua terhindar dari penyakit campak dan rubella.

PKM Sungai Guntung Lakukan Screning HIV di Tempat Hiburan Malam

Tim Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile UPT Puskesmas Sungai Guntung melakukan kegiatan Screning HIV ke tempat-tempat hiburan malam yang ada di Sungai Guntung, Sabtu (15/12/2019) Malam.

VCT adalah proses konseling pra-testing, konseling post-testing dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential (rahasia) dan secara lebih dini membantu orang mengatahui akan status kesehatannya.

Kegiatan VCT Mobile yang dipimpin langsung Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung Zainuddin, SKM, M.M., serta didampingi lintas sektor anggota Koramil 06 Kateman, anggota Polsek Kateman, Satpol PP Kecamatan Kateman, Perwakilan Lurah Tagaraja, Pokja HIV/AIDS Kecamatan Kateman serta KPA/WPA Kecamatan Kateman.

Zainuddin, SKM, M.M., mengatakan kegiatan ini juga bertujuan untuk menemukan secara dini kasus penderia HIV.

“Dengan adanya VCT Mobile ini agar penanganan lebih awal bisa dilakukan pada kasus yang ditemukan dan diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan penularan HIV/AIDS di Sungai Guntung,” ujarnya.

Karena menurutnya, kebanyakan kasus yang terjadi selama ini, orang yang terinfeksi sudah berada dalam fase AIDS, yaitu sudah munculnya gejala infeksi akibat penyakit sehingga berpengaruh pada proses perawatan.

Kegiatan screning ini sekaligus memberikan edukasi atas resiko perbuatan-perbuatan negatif yang bisa menyebabkan tertularnya virus HIV.

“Selain melakukan screning ke tempat-tempat hiburan malam, tim VCT Mobile juga melakukan screning ke salon-salon yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Guntung,” tutupnya.(ded)