PEMBAGIAN MASKER GRATIS OLEH PUSKESMAS SELENSEN DI LAPANGAN BOLA RAJA MAHMUD KECAMATAN KEMUNING

Seluruh lapisan masyarakat kecamatan kemuning, mulai dari pelajar SD s/d SMA sederajat, Kantor Camat, dan seluruh staf puskesmas, menyelenggarakan sholat istisqa’, mengingat kondisi kabut asap yang semakin menebal, membuat Puskesmas Selensen berinisiatif membagikan masker sebelum sholat istisqa di lapangan Bola Raja Mahmud, Selensen, Kecamatan Kemuning, kamis (19/09/2019).

Seperti yang kita ketahui bahaya dari dampak kabut asap bisa menyebabkan ISPA, maka dari itu kami berharap semua bisa menggunakan masker pada saat berpergian keluar rumah. Harapan masyarakat semoga dengan telah di laksanakan sholat istisqa ini hujan cepat turun dan kabut asapnya bisa hilang dan udara yang di hirup bisa kembali segar seperti sediakala.

Kepala Puskesmas Selensen melalui Tenaga Promosi Kesehatan ( PROMKES) Okky Perdana Putra, SKM mengatakan ” selama terjadinya kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan ini agar masyarakat menghindari aktifitas di luar ruangan terlalu lama, menggunakan masker saat keluar rumah, perbanyak konsumsi air putih dan konsultasikan ke dokter terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan’’.

Semoga kita semua terhindar dari dampak buruk kabut asap, dan hujan segera turun .

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

UPT. PUSKESMAS SELENSEN MELAKSANAKAN SOSIALISASI GERMAS DAN GEMA CERMAT DI DESA KERITANG HULU

UPT. Puskesmas Selensen melaksanakan kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat ( GEMA CERMAT) dalam acara yasinan ibu-ibu di Desa Keritang Hulu, jumat, (10/05/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Promkes, Tenaga Farmasi dan ibu-ibu yasinan.

Tujuan dari sosialisasi ini adalah agar masyarakat berprilaku hidup sehat dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar dan tepat. Dalam sosialisasi ini sasarannya adalah ibu-ibu karena di harapkan ibu-ibu bisa menjadi kader kesehatan di rumahnya sendiri untuk menyampaikan kepada suami dan anak-anaknya.

Tenaga Promkes Okky Perdana Putra, SKM menjelaskan kegiatan utama yang dilakukan dalam rangka GERMAS adalah :

  1. Peningkatan aktivitas fisik.
  2. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.
  3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi.
  4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit.
  5. Peningkatan kualitas lingkungan.
  6. Peningkatan edukasi hidup sehat.

Kemudian dalam sosialisasi ini Sariyatna, S.Farm sebagai Tenaga Farmasi menyampaikan tentang semua golongan obat, bahaya penyalahgunaan obat dan penggunaan resep obat dengan benar. Keberhasilan gerakan masyarakat hidup sehat dan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat ini sangat tergantung pada partisipasi aktif semua stakeholder dan masyarakat.

Semoga dengan adanya sosialisasi ini kesehatan masyarakat semakin meningkat.

UPT.PUSKESMAS SELENSEN MELAKUKAN PEMERIKSAAN LANSIA

Lansia merupakan seorang dewasa sehat yang mengalami proses perubahan menjadi seorang yang lemah dan renta yang diakibatkan karena berkurangnya sebagian besar cadangan sistem fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu Upt.Puskesmas Selensen melaksanakan kegiatan rutin Posyandu Lansia di Aula Kantor Lurah Selensen, kamis (21/03/2019).

Pelaksanaan kegiatan meliputi pendaftaran, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan kemudian pencatatan yg di lakukan oleh Kader Posyandu Lansia. Berdasarkan hasil pemeriksaan untuk penderita tekanan darah tinggi / hipertensi pada lansia masih banyak di temukan. Maka dari itu Tenaga Promosi Kesehatan Okky Perdana Putra, SKM memberikan penyuluhan tentang hipertensi, bahaya hipertensi, dan cara pencegahan hipertensi.

Untuk penderita Hipertensi dan penyakit lainnya dilakukan juga pelayanan medis berupa pemeriksaan dan pengobatan oleh Tenaga Medis Nini susanti, Amd. Kep, Titis Tanjung Makarti, Amk dan Fitriansyah Sadam, A.Md.AK.

Menurut Okky Perdana Putra, SKM selaku Tenaga Promkes mengatakan “ Semoga masyarakat lebih aktif mengajak / menghimbau  Orang Tuanya yang sudah lanjut usia untuk datang ke Posyandu Lansia, karena seperti yang kita ketahui manfaat dari Posyandu Lansia adalah mempertahankan kesehatan fisik dan psikologis para lansia ”, Tutupnya.

 

3 DESA DEKLARASIKAN STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KECAMATAN KEMUNING

Dalam rangka 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Indragiri Hilir, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Program Nasional STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) menggelar Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, untuk Desa Kemuning Muda, Desa Kemuning Tua, Desa Limau Manis yang dipusatkan di Gedung Olahraga Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning (21/01/2019).

Tampak hadir saat Dekralasi ODF yaitu Sekretaris Camat Kemuning H. Santoso, S.Sos, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia, SKM. MH, Kasi Kesehatan lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Fitrianto, SKM.MARS , Kepala Upt. Puskesmas Selensen Didik Suhardiman, S.Kep, Babinsa, Babinkabtimnas, seluruh Kepala Desa/ Kelurahan yang ada di Kecamatan Kemuning, Ketua PKK, Kader Kesehatan, dan Tokoh Masyarakat.

Sekretaris Camat Kecamatan Kemuning, H. Santoso, S.Sos dalam sambutannya mengatakan dekralasi ini sangat penting karena bisa mengurangi sikap masyarakat agar tidak buang air besar sembarangan, sebab perilaku ini bisa menimbulkan berbagai penyakit.

“Terima kasih sudah menetapkan 3 desa kami sudah ODF (Open Defication Free) yang artinya adalah masyarakat yang sudah bebas dari buang air besar disembarangan tempat”, ucap Sekcam Kemuning H. Santoso, S.Sos

“Dengan harapan nantinya kedepan bisa bertambah ke desa lain yang bebas ODF, 3 desa ini menjadi contoh untuk yang lainnya”, tambahnya

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan ribuan terima kasih sudah perduli terhadap masyarakat kami, semoga masyarakat kami bisa melakukan pola Hidup sehat selalu”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia, SKM. MH mengungkapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menekankan pada 5 pilar perubahan prilaku yang higienis meliputi :

  1. Tidak buang air besar (BAB) sembarangan
  2. Mencuci tangan pakai sabun.
  3. Mengelola air minum dan makanan yang aman.
  4. Mengelola sampah dengan benar.
  5. Mengelola limbah cair rumah tangga yang aman.

“Deklarasi ODF (Open Defecation Free) ini merupakan moment berbagi tantangan dan menguatkan komitmen, meningkatkan tekad dan semangat kita semua untuk lebih memberi makna pada kita semua akan pentingnya kesehatan”, ucap Kabid Kesmas Hj. Devi Natalia

“Semangat melayani, semangat menggerakan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan dalam pencapaian derajat kesehatan harus menjadi konsep pembangunan nasional”, tambahnya

“Saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan untuk kesejahteraan masyarakat”, tutupnya

Selanjutnya dilakukan Penyerahan Sertifikat Desa ODF atau desa yang sudah bebas buang air besar sembarangan, serta pembacaan ikrar dalam kegiatan STBM dan Germas oleh 9 Desa dan Kelurahan yang belum tercapai ODF di Kecamatan Kemuning. Berikut Nama-nama Desa yang belum ODF di Kecamatan Kemuning : Desa Tuk Jimun, Sekara, Air Balui, Lubuk Besar, Batu Ampar, Keritang Hulu, Sekayan, Talang Jangkang dan Kelurahan Selensen.