Skip to main content

DENGAN FORMULA F100 LANGKAH PUSKESMAS SAPAT LAKUKAN PERBAIKAN ASUPAN GIZI UNTUK TINGKATKAN BERAT BADAN ANAK

Pemberian nutrisi yang tepat dan sesuai menjadi langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan berat badan anak dengan status kurang gizi. Dengan pemberian nutrisi yang tepat diharapkan anak dengan status kurang gizi setidaknya mengalami peningkatan berat badan sedikitnya rata-rata 5-10 gram per hari.

Di hadiri Kepala UPT. Puskesmas Sapat Endang Suratmi, SST , tenaga gizi, tenaga promkes, bidan, dan juga di ikuti ibu-ibu yang memiliki balita dengan status kurang gizi dan sangat kurus (BB/TB), mengadakan kegiatan Demo pembuatan dan pemberian FORMULA F100 yang diadakan di PUSTU DESA TELUK DALAM KECAMATAN KUINDRA. RABU, (24/7/2019).

Ramadhasari, Amd Gz, selaku pemateri mendemokan bagaimana proses pembuatan Formula F100, sekaligus menjelaskan bahwa F100 ini merupakan makanan formula yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia (WHO) untuk menangani balita dengan status kurang gizi atau sangat kurus dimana didalam 100 ml F100 terkandung energi 100 kkal. Kegiatan demo pembuatan F100 ini adalah strategi yang dilakukan oleh kami sebagai tenaga gizi di UPT Puskesmas Sapat untuk menangani permasalahan gizi yaitu balita dengan status gizi kurang dari -3 SD (BB/TB).

Harapan kami dengan adanya kegiatan ini orang tua balita semakin tertarik untuk mempraktekkan pembuatan F100 ini karena F100 ini memiliki banyak sekali manfaat salah satunya untuk mengejar ketertinggalan berat badan anak sehingga berat badannya sesuai dengan tinggi/panjang badannya serta membantu perkembangan  kepandaian motoriknya sesuai dengan umur anak. tutup Ramadhasari.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (Promkes Puskesmas Sapat)

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

MULAI LAH LAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DAN SADANIS SEJAK DINI

Dalam rangka memperingati MILAD Kabupaten INDRAGIRI HILIR KE – 54, Puskesmas sapat bekerjasama dengan lintas sektor melakukan pemeriksaan IVA, SABTU, 06/07/2019 di Puskesmas Sapat kecamatan Kuindra.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh Pihak UPT Puskesmas Sapat dan Lintas sektor serta di hadiri Pihak Pemerintah Kecamatan Kuindra dan Tim penggerak PKK Kecamatan dan kelurahan Sapat.

Target pemeriksaan oleh pihak Puskesmas Sapat sebanyak 73 orang wanita usia subur. Sebelum dilakukan pemeriksaan peserta diberikan penyuluhan tentang  IVA Test.

Kepala UPT Puskesmas Sapat dalam sambutannya menerangkan bahwa Tes IVA (inspeksi visual asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim yang juga bisa digunakan sebagai deteksi pertama, tes IVA cenderung lebih mudah karena pemeriksaan dan hasilnya di olah langsung, tanpa harus menunggu hasil laboratorium. Tes IVA menggunakan asam asetat dengan kadar 3-5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya akan langsung ketahuan, apakah Anda di diagnosa memiliki kanker serviks atau tidak. Meskipun terdengar menyeramkan, sebenarnya pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.

Ketika jaringan leher rahim memiliki sel kanker, maka biasanya jaringan akan terlihat luka, berubah menjadi putih, atau bahkan mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara, jaringan leher rahim yang normal, tidak akan menunjukkan perubahan apapun.

Sadanis atau periksa payudara klinis adalah pemeriksaan pada payudara oleh tenaga kesehatan (nakes) terlatih. Sadanis akan dilakukan sebelum wanita melakukan Inspeksi Vagina dengan Asam aseta (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim. lanjutnya.

Pemeriksaan ini dianggap pemeriksaan awal yang efektif dan murah untuk mendeteksi kanker serviks dan sadanis. Pasalnya, tidak dibutuhkan waktu dan pengamatan laboratorium lagi untuk tahu hasilnya. Selain itu, kelebihan lainnya adalah pemeriksaan ini aman dilakukan. Mulai saat ini lakukanlah pemeriksaan iva dan sadanis ke puskesmas terdekat.

KELAS IBU BALITA UPT. PUSKESMAS SAPAT

Kelas Ibu Balita merupakan kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia 0-5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi, dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator dengan menggunakan buku KIA.

SABTU, 06/04/19. Puskesmas Sapat mengadakan Kegiatan kelas ibu balita, kegiatan ini dilaksanakan di gedung serba guna pulau mas kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra oleh Penanggung jawab  Program KIA bersama Tenaga pelaksana gizi UPT. puskesmas Sapat guna meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku ibu balita sehingga terwujud tumbuh kembang anak yang optimal.

Adapun Manfaat Bagi ibu balita dan keluarganya, kelas ibu balita merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, dan memperoleh informasi penting yang harus dipraktekkan. Dan Bagi petugas kesehatan, penyelenggaraan kelas ibu balita merupakan media untuk lebih mengetahui tentang kesehatan ibu balita, anak dan keluarganya serta dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan ibu balita serta keluarganya dan masyarakat.

RamadaSari Amd.Gz selaku pemateri menjelaskan “bahwa kegiatan kelas balita merupakan kegiatan  partisipatif artinya para ibu tidak diposisikan hanya menerima informasi karena posisi pasif cenderung tidak efektif dalam merubah perilaku. Oleh karena itu kelas ibu balita dirancang dengan metode belajar partisipatoris, dimana si ibu tidak dipandang sebagai murid melainkan sebagai warga belajar. Dalam prakteknya para ibu di dorong untuk belajar dari pengalaman sesama, sementara fasilitator berperan sebagai pengarah kepada pengetahuan yang benar. Pelan-pelan metode seperti ini bisa di ikuti oleh peserta, terlihat dari respon ibu-ibu pada pertemuan ini yang mau di ajak berdiskusi terkait pemberian Asi eksklusif dan makanan dengan gizi seimbang untuk balita”.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (promkes Puskesmas Sapat)

UPT PUSKESMAS SAPAT MEMBERIKAN PEMBINAAN KESEHATAN PADA CALON JEMA’AH HAJI

Puskesmas Sapat kecamatan Kuindra melakukan Pembinaan dan Pemeriksaan kesehatan pada calon jema’ah haji, Selasa (26/3/2019). yang dihadiri oleh kepala Puskesmas  Endang Suratmi,S.ST dan tenaga Promkes serta Tenaga kesehatan puskesmas Sapat yang terlibat dalam kegiatan ini.

Dalam kegiatan ini tenaga promosi kesehatan puskesmas Sapat Ahmad Syarif, SKM menjelaskan tentang penyelenggaraan kesehatan calon jemaah yang akan melaksanakan  Ibadah Haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya kepada Jemaah haji, melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang baik agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan aman sesuai dengan tuntutan ajaran Agama Islam.

Penyelenggaraan kesehatan haji bertujuan untuk mencapai kondisi Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, mengendalikan faktor risiko kesehatan haji, menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama di Indonesia, selama perjalanan, dan saat melakukan ibadah haji sampai saat pulang kembali ke indonesia, serta mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan atau masuk oleh Jema’ah Haji dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji.

HJ. Kasmawati, S.Kep selaku pemateri pada kegiatan ini juga menjelaskan bahwa Puskesmas sapat melakukan Pembinaan terhadap Jemaah Calon Haji tahun 2019 ini rutin setiap bulannya di Puskesmas Sapat. baik bagi calon jema’ah haji yang masih dalam masa tunggu, maupun yang dalam masa keberangkatan, harapannya agar calon jema’ah haji pada masa tunggu dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta pengukuran kebugaran setiap tiga bulan sekali.

 

Promkes Puskesmas Sapat : Ahmad Syarif, SKM