Skip to main content

Posyandu Markisa Tanjung Lajau Upt Puskesmas Sapat lakukan Kaji Banding Ke Posyandu Panorama Kota Dumai

Posyandu Markisa Desa Tanjung Lajau Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir Yang Berada Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sapat Melakukan Kaji Banding Ke Posyandu Panorama Di Kelurahan Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Yang Terlaksana Pada Sabtu, 28/12/2019.

Kaji Banding Di Ikuti Oleh Rombongan Dari Posyandu Markisa UPT. Puskesmas Sapat, Dan Tampak Juga Kepala UPT. Puskesmas Sapat Endang Suratmi, SST, Di Dampingi Oleh Kasi Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Hj.Syamsinar, S.Kep.

Kegiatan Diawali Dengan Acara Penyambutan Oleh Kepala UPT. Puskesmas Di Aula Puskesmas Medang Kampai , Turut Pula Dihadiri Kabid Kesehatan Masyarakat Beserta Kasi Promkes Dinas Kesehatan Kota Dumai Yang Menyambut Rombongan Dengan Baik.

Setelah Acara Penyambutan Dilanjutkan Berbagai Macam Diskusi Persoalan Teknis Yang Dihadapi Maupun Kendala Di Lapangan Serta Ide-Ide Inovasi Guna Kemajuan Posyandu Dan Daya Tarik Masyarakat Untuk Lebih Antusias Berkunjung Ke Posyandu.

Dalam Diskusi Tersebut Hj. Syamsinar,S.Kep Selaku Kasi Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Menyampaikan ” Bahwa Masih Kurangnya Dukungan Lintas Sektor Terkait, Baik Di Kecamatan Maupun Desa  Wilayah Kerja Tiap Puskemas Di Indragiri Hilir Pada Program-Program Kesehatan, Dan Hj, Syamsinar Juga Berharap Kedepannya Lintas Sektor Terkait Diwilayah Kerja Dinkes Inhil Bisa Lebih Mendukung Kegiatan Seperti Ini”.

Kepala UPT. Puskesmas Sapat, Endang Suratmi,SST Dalam Kaji Banding Tersebut Berharap Mampu Menambah  Pengetahuan Serta Ilmu Bagi Kader Posyandu Markisa Desa Tanjung Lajau Kecamatan Kuala Indragiri Yang Merupakan Pemenang Terbaik 1 Kategori Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir. Dan Semoga Bisa Menjadi Posyandu Terbaik Provinsi Kelak Ketika Penilaian Posyandu Tingkat Propinsi Berikutnya. Harap Kepala Puskesmas Sapat Itu.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (promkes Puskesmas Sapat)

Tingkatkan Derajat Kesehatan Peserta Didik, UPT. Puskesmas Sapat Menggelar Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah

Sabtu (7/9/2019). Tim Kesehatan UPT. Puskesmas Sapat melakukan kegiatan Penjaringan di SMAN Bina Bhakti Sapat Kecamatan Kuindra. kegiatan ini dilaksankan pada hari sabtu agar tidak mengganggu Aktifitas pembelajaran siswa pada hari senin hingga jum’at.

 “Penjaringan kesehatan diprioritaskan bagi siswa baru dan petugas dari Puskesmas meliputi pelaksana program gizi, promosi kesehatan, Perawat, Dokter serta program lain, agar penjaringan bisa berjalan dengan baik,” terang Ahmad Syarif.

Penjaringan di lakukan bertahap sejak awal Agustus hingga September. Targetnya adalah seluruh siswa baru, tambah ahmad syarif.

Kegiatan penjaringan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan di sekolah diutamakan untuk upaya peningkatan kesehatan dalam bentuk promotif dan preventif. Upayanya antara lain yaitu kegiatan penjaringan kesehatan (screening) pada siswa baru. Selain oleh petugas kesehatan, kegiatan penjaringan untuk mengaktifkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Tekhnik penjaringan dilakukan melalui sejumlah cara seperti, pengisian kuisioner peserta didik yang berisi riwayat kesehatan, riwayat imunisasi, kesehatan reproduksi. Kuisioner tersebut untuk siswa SMP/SMA.

Sementara itu untuk siswa SD, dilakukan pemeriksaan kesehatan status gizi, kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut dan kesehatan lainnya. “Seminggu sebelum pelaksanaan kegiatan Penjatingan disekolah tenaga Promkes telah menyurati pihak seolah dan mengumumkan kepada siswa agar mempersiapkan diri.

Pada kegiatan penjaringan, para siswa diajak untuk mempraktikan cara menjaga kesehatan. Diantaranya dengan mengajak membawa sikat gigi dari rumah kemudian diberikan pemahaman cara menggosok gigi yang benar. Selain itu siswa dikenalkan pula dengan pola hidup bersih dan sehat. Seperti melakukan cuci tangan, selain itu petugas pelaksana program gizi dan UKS juga melakukan pemeriksaan kondisi WC hingga kantin sekolah.

Endang Suratmi, SST Selaku Kepala UPT. Puskesmas Sapat melalui tenaga Promotor Kesehatan Ahmad Syarif, SKM menjelaskan, bahwa penanganan kesehatan sejak dini sangat penting. Deteksi dini di butuhkan untuk mengetahui sejak awal masalah kesehatan yang dihadapi para siswa. Hal itu untuk membantu memberikan penanganan sedini mungkin. Tutupnya.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (Promkes Puskesmas Sapat).

 

PELAKSANAAN DAN EVALUASI KELAS IBU BALITA OLEH UPT. PUSKESMAS SAPAT

UPT. Puskesmas Sapat mengadakan kegiatan kelas ibu balita, Kegiatan ini di hadiri oleh kepala Puskesmas Sapat, Ahli gizi dan penanggung jawab program kia UPT. Puskesmas Sapat, serta ibu-ibu kelurahan sapat yang memiliki balita, kegiatan ini Di adakan di Aula gedung BKKBN kecamatan Kuala Indragiri , pada hari Kamis pagi tanggal 05/09/2019.

Ramadhasari, Amd. Gz Selaku ahli gizi UPT. Puskesmas Sapat menjelaskan Adapun tujuan dari kelas balita ini yaitu untuk Meningkatkan kesadaran pemberian ASI secara eksklusif, Meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya imunisasi pada bayi, Meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MP ASI dan gizi seimbang kepada Balita, Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan Balita dan Meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gigi balita dan mencuci tangan yang benar serta Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak sekaligus cara pencegahan dan perawatan balita.

Endang Suratmi, SST selaku Kepala Puskesmas Sapat mengharapkan kepada pemegang program terkait yang juga berperan sebagai fasilitator bisa mereview kembali apa yang pernah di diskusikan pada pertemuan sebelumnya untuk pertemuan yang akan datang dan insyaallah kami akan mengadakan doorprize bagi peserta kelas ini dengan harapan kami dapat mengevaluasi kegiatan ini dengan metode yang lebih santai dan lebih bermanfaat. Ujarnya.

Kami sangat berharap dengan metode ringan seperti ini mampu memicu semangat belajar dan keingintahuan dari ibu-ibu balita tersebut. selain itu pada pertemuan kali ini kami juga mendemokan cara pembuatan formula 100 untuk ibu-ibu yang mempunyai anak dengan berat badan sangat kurus berdasarkan indeks  BB/TB dan langsung di evaluasi dengan cara memberikan pertanyaan lisan seputar f100 itu sendiri. Tambah kepala puskesmas sapat Endang Suratmi.

LOKA KARYA MINI, Puskesmas Sapat lakukan Pemeriksaan EKG

Mungkin masih banyak masyarakat awam yang belum mengetahui apa itu EKG, (EKG) Elektrokardiogram adalah tes sederhana untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung, Tes ini menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik yang disebut elektrokardiograf. Elektrokardiograf akan menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik yang ditampilkan pada layar pemantau.

Senin, (26/08/19). UPT. Puskesmas Sapat melakukan pemeriksaan EKG DI sela kegiatan Lokakarya Mini (LOKMIN). selain pemeriksaan juga di berikan penjelasan tentang EKG yang dalam hal ini di lakukan oleh dr.Bayu Hartomi.

Pemeriksaan EKG yang dilakukan ini bertujuan untuk mengintip grafik denyut jantung seseorang. Dengan demikian dapat diketahui secara dini apabila ada tanda-tanda kelainan irama jantung. Ujar dr. Bayu.

Di jelaskannya bahwa Elektrokardiogram (EKG) umumnya berlangsung 5-8 menit. Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas pemeriksaan EKG, dan pengerjaannya biasa dilakukan oleh perawat. Namun Sebelum berbaring di tempat tidur pasien akan diminta untuk melepaskan pakaian atas, serta melepas aksesoris atau benda yang terdapat dalam kantong pakaian yang mungkin dapat mempengaruhi hasil pemeriksan.

Setelah berbaring di tempat tidur, elektrode-elektrode akan ditempelkan di dada, lengan, dan tungkai pasien. Waspa dan Hindari berbicara dan menggerakkan anggota tubuh karena dapat mengacaukan hasil tes. Dan disini Tiap kabel elektrode tersambung ke mesin EKG dan akan merekam aktivitas kelistrikan jantung. Dokter akan menginterpretasi aktivitas kelistrikan jantung berdasarkan gelombang yang ditampilkan di layar pemantau dan akan dicetak pada kertas. tambahnya

Adapun Beberapa informasi yang bisa didapatkan dari pemeriksaan EKG adalah:

Denyut jantung. Normal, terlalu lambat, atau terlalu cepat.Irama jantung. Teratur atau tidak teratur.Perubahan struktur otot jantung. EKG dapat melihat kemungkinan terdapat pembesaran dari bilik atau dinding jantung.Suplai oksigen untuk otot jantung. Seseorang dengan suplai oksigen yang kurang dapat dicurigai terkena penyakit jantung koroner atau bahkan sedang mengalami serangan jantung. Biasanya hal ini ditandai oleh nyeri dada.

Endang Suratmi, SST, kepala Puskesmas Sapat “berharap dengan pemeriksaan EKG ini, dapat meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya memperhatikan gejala dan tanda kelainan pada jantung, serta penyebaran pengetahuan kesehatan untuk masyarakat.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (Promkes puskesmas Sapat)

DEMI GENERASI SEHAT, UPT PUSKESMAS SAPAT BERIKAN OBAT CACING PADA ANAK

Cacingan menjadi salah satu hal paling ditakutkan orangtua terjadi pada anak-anaknya. Cacing yang tumbuh dalam tubuh anak bisa menyerap nutrisi dan membuat anak jadi lemas, pertumbuhannya tak berjalan baik dan akan berdampak negatif pada konsentrasi serta prestasinya di sekolah. Anak yang menderita infeksi cacing mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan nutrisi, serta gangguan tumbuh kembang.

UPT. Puskesmas Sapat dalam hal ini melakukan kegiatan Pemberian obat cacing dengan sasaran Anak usia 2 tahun ke atas hingga anak Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Kuindra, indragiri Hilir. Senin, (19/08/2019)

Promotor Kesehatan UPT. Puskesmas Sapat, Ahmad Syarif, SKM yang turut serta dalam kegiatan itu menjelaskan tentang Gejala infeksi cacing yaitu ada ringan hingga berat. Pada infeksi cacing ringan, gejalanya cenderung tidak tampak. gejala umum yang harus dikenali adalah lesu, tidak bersemangat, sering mengantuk, pucat dan kurang gizi. Infeksi cacing berpengaruh terhadap pencernaan, penyerapan, serta pengolahan makanan sehingga berakibat hilangnya protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin dalam jumlah besar. Selain itu dapat menimbulkan anemia, diare dan gangguan respon imun. Anak yang menderita infeksi cacing mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan nutrisi, serta gangguan tumbuh kembang.

Selain menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing. Oleh karena itu Pemberian obat cacing sasaran kami adalah anak usia mulai 2 tahun. Hal ini, disebabkan karena pada anak usia mulai 2 tahun mulai terjadi adanya kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing. Jelas Ahmad Syarif.

” Kepala UPT Puskesmas sapat, Endang Suratmi, sst berharap Kedepannya agar Anak-anak Khususnya Di wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sapat se kecamatan Kuindra semoga dapat terbebas dari cacingan dengan usaha yang telah kami lakukan”. Tutup Pemegang Promkes Puskesmas Sapat itu.

 

Sumber : Ahmad Syarif , SKM (Promkes Puskesmas Sapat)