Skip to main content

PEMKAB INHIL MELALUI DINAS KESEHATAN GELAR SEMINAR IMUNISASI

666TEMBILAHAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Seminar imunisasi di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (10/8/2017).

Kegiatan yang ditaja melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) ini dibuka resmi oleh Sekdakab Inhil H Said Syarifuddin dan dihadiri Kepala Dinkes Inhil H Zainal Arifin, unsur Forkopimda Inhil, sejumlah pengurus organisasi profesi kesehatan dan ratusan peserta seminar.

Mewakili Bupati Inhil, Sekda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak terkait yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan seminar tersebut, baik dari penyelenggara, narasumber hingga para peserta seminar.

Menurutnya, imunisasi ini penting untuk mewujudkan generasi bangsa yang sehat, kuat, cerdas dan berkualitas. Sebab, imunisasi ini merupakan suatu upaya pengebalan terhadap penyakit dalam bidang kesehatan, dicontohkannya seperti pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada balita.

“Saya berharap, kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan, terutama para bidan yang berada di garda terdepan dalam melakukan kegiatan imunisasi,” ucap Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinkes Inhil H Zainal Arifin menambahkan bahwa keberhasilan program imunisasi tersebut ditentukan dengan membuat strategi pencapaian, yakni dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi melalui peningkatan pengetahuan SDM.

“Melalui peningkatan pengetahuan SDM ini dilakukan dengan beberapa kegiatan salah satunya seperti seminar hari ini. Untuk itu, saya himbau kepada para peserta kiranya dapat memperhatikan dan mengikuti secara seksama materi yang disampaikan oleh narasumber,” tuturnya.

Sekedar untuk diketahui, seminar yang bertemakan ‘peran bidan dalam mewujudkan generasi emas Inhil melalui pentingnya imunisasi dasar lengkap’ ini diisi oleh beberapa pemateri diantaranya dari Kasubdit Imunisasi Kemenkes RI, Komdat Kipi Provinsi Riau, Dinkes Provinsi Riau dan Ketua IBI Provinsi Riau.

INHIL PERINGKAT PERTAMA PELAKSANA IVA TES TINGKAT PROVINSI RIAU

IMG-20170719-WA019Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) keluar sebagai juara I pelaksanaan Inspeksi Visual Asam (IVA) Tes tingkat Provinsi Riau, kemenangan diraih Negeri Seribu Parit ini berkat Kecamatan Tembilahan yang telah melakukan IVA Tes kepada 15.153 sasaran.
Penghargaan diserahkan langsung oleh, Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim kepada Wakil Ketua IV TP PKK Inhil, Raihana Razak, Selasa (18/7/2017) malam.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Ketua TP PKK Inhil, Zulaikhah Wardan mengucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatian yang besar sehingga PKK Inhil dapat melaksanakan program dengan baik dan lancar.
”Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan bekerjasama, khususnya dalam kegiatan IVA Tes ini, saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga Kepada Kadisek, Kepala Pukesmas se-Inhil beserta jajaran, Camat dan Ketua PKK se-Inhil atas kerja keras dan kesungguhannya dalam melaksanakan program IVA Tes sehingga kita berhsil mendapat juara I tingkat Provinsi Riau,” ujar istri dari Bupati Inhil, HM Wardan itu. 
Selanjutnya, dalam waktu dekat, dikatakan wanita yang akrab disapa Ikha ini, Tim Nasional akan turun ke Inhil untuk melaksanakan penilaian tingkat Nasional mewakili Riau, mohon dukungan dan kerjasama kita semua terutama OPD terkait, semoga kita berhasil sukses untuk tingkat Nasional mewakili Riau,” tukas Zulaikhah Wardan.
Untuk diketahui, Inhil meraih peringkat pertama untuk IVA tes dikarenakan telah melakukan pemeriksaan kepada 15.153 orang, diman untuk Kecamatan Tembilahan saja, sudah dilakukan IVA tes kepada 1.456 orang.
IVA tes sendiri merupakan  pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5 persen. Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.
Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatife dari pap smear karena biasanya lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi.

DINKES LAKUKAN PERSIAPAN MAKSIMAL JELANG PUNCAK AKBAR GERMAS HIDUP SEHAT DENGAN BUAH DAN SAYUR

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13Dinas Kesehatan, 29/04/17. Sejumlah sarana kesehatan dipersiapkan menjelang perayaan gerakan masyarakat (GERMAS) yang akan dilaksanakan pagi besok, Minggu 30/04 di lapangan upacara Gajah Mada. puluhan tenda dan standing benner juga tampak memenuhi salah satu tenda menjelang ditempatkan pada posisi yang akan disesuaikan nantinya, gelaran gerakan masyarakat ini nantinya akan dihadiri oleh Bapak Gubernur Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir dan sejumlah pejabat dari tingkat provinsi Riau dan Kabupaten Inhil .

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhil H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes Melalui Kepala Seksi Promosi Kesehatan Ibu. Hj. Samsinar, Amd. Keb, senantiasa memberikan pemantauan persiapan dan bersama Tim Promosi kesehatan yang tersebar di 27 Puskesmas se- Kabupaten Indragiri Hilir mempersiapkan tenda-tenda yang nantinya akan dipergunakan sebagai Stan Pelayanan kesehatan dan berbagai aneka rupa buah-buahan yang hias untuk kemeriahan acara Gerakan masyarakat makan buah dan sayur.

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13(1)Diharapkan dengan Puncak Akbar GERMAS makan buah dan sayur ini masyarakat dapat berpartisipasi dalam perayaan sehingga efeknya akan berimbas ke masyarakat umum khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Puskesmas yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Inhil juga dengan Program GERMAS ini dapat membentuk pola perilaku hidup yang sehat di wilayah kerjanya baik itu sehat lingkungan, makanan, asupan nutrisi dan protein kepada masyarakat.

JANGAN SALAH LAGI INI JENIS DAN MANFAAT VITAMIN A YANG COCOK UNTUK BUAH HATI ANDA

IMG-20170228-WA0021Pulau Kijang, pemberian Vitamin A sudah lama menjadi program pemerintah dan sampai saat ini tetap dilaksanakan yaitu dua kali dalam setahun. Pada bulan Februari Vitamin A ini diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di seluruh sarana fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, puskesmas  pembantu (Pustu), polindes/poskesdes, balai pengobatan, praktek dokter/bidan swasta), posyandu, sekolah Taman Kanak-kanak, PAUD termasuk kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan sebagainya. Salah satu dampak kekurangan Vitamin A adalahkelainan pada mata yang umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan – 59 bulan yang menjadi penyebab utama kebutaan.

Sasaran program ini adalah balita dari usia 6 bulan sampai 59 bulan yaitu dengan diberikannya dua jenis Vitamin A yaitu Vitamin berwarna biru untuk bayi usia 6 sampai dengan 11 bulan, dan jenis Vitamin berwarna merah untuk usia 12 sampai dengan 59 bulan, bukan hanya di setiap Posyandu akan tetapi Sekolah-sekolah juga menjadi sasaran pemberian Vitamin A seperti yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Kijang, Selasa 21/02/ tim Vitamin A bergerak ke Sekolah TK Mukarrabin dalam pemberian Vitamin A.

Bersama team dari Puskesmas Ibu Lina Marni, Amk bersama rekannya Suhaiba, Amk dan Nur Syamsuryani, SKM. Sambil bermain dan bernyanyi bersama anak–anak. uniknya perilaku ini mengundang respon positif dari semua anak Taman Kanak-kanak tersebut tanpa mereka merasa takut ataupun trauma setelahnya. selain pemberian Vitamin A kegiatan juga disertai penimbangan berat badan, tinggi badan dan pengukuran lingkar kepala.IMG-20170228-WA0020

Puskesmas Pulau Kijang sebagai salah satu sarana kesehatan masyarakat yang berada di wilayah kecamatan Reteh sangat mendukung Program pemerintah dalam menggalakan Bulan Februari sebagai bulan Vitamin A, melalui program ini diharapkan tidak ada lagi anak-anak khususnya yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pulau Kijang yang tidak mendapatkan asupan Vitamin A yang cukup.

Sumber: Tenaga Promkes Suryani

INHIL REKRUT 21 DOKTER UMUM DAN 11 DOKTER GIGI TAHUN INI

img_2116Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga kurun waktu beberapa tahun terakhir Inhil ‘Zero’ pertumbuhan tenaga medis.

Pasalnya, Zainal mengatakan upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan keterbatasan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.

“Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin.

Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas Pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.

“Dengan keterbatasan ini pula, hanya beberapa Puskesmas di Inhil memiliki dokter baik dari tenaga kesehatan umum dan dokter gigi. Dalam hal ini tentunya Inhil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan Pegawai Negeri,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2017 ini, Dinkes telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Selain dokter umum dan dokter gigi, kita di Inhil juga minim tenaga medis seperti bidan, farmasi dan lain sebagainya,”paparnya.

Meski demikian, Diskes tetap berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan hingga ke seluruh pelosok desa melalui pustu yang ada.

“Yang jelas target kita juga setiap desa memiliki pustu dan kita harapkan petugas Kesehatan selalu berada di tempat bertugas. Setidaknya dengan adanya pustu di tempat dapat memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat yang darurat,” ujarnya.