Refreshing Kader Posyandu, Upt. Puskesmas Pulau Kijang Tahun 2019

Jelang akhir Tahun 2019, UPT.Puskesmas Pulau Kijang mengadakan refresing/pertemuan bagi kader posyandu baik kader posyandu balita, lansia dan posbindu di Aula Puskesmas Pulau Kijang, sabtu, (21/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 130 kader dari setiap posyandu yang ada di wilayah Kecamatan Reteh. Dalam kegiatan ini materi yang di sampaikan oleh Ibu drg.Israwati Sarbia adalah tentang posyandu balita dan Ibu Roulina Sinurat,Str.Keb tentang posyandu lansia dan tentang peran dan fungsi kader, baik sebelum hari buka posyandu maupun hari setelah posyandu serta pembagian tugas 5 meja saat posyandu.Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan dari masing-masing program yang terintegrasi dengan posyandu KIA, Lansia Gizi, Imunisasi dan Anak.

Kepala Puskesmas Pulau Kijang Bapak Mustakim,SKM mengatakan ” kegiatan ini dilaksanakan selain sebagai bentuk pembinaan/penyegaran bagi kader juga sebagai ajang silaturahmi antara sesama kader dan juga dengan keluarga besar Puskesmas Pulau Kijang dan harapan saya semoga kedepannya posyandu dapat berjalan dengan lebih baik dan kader dapat melaksanakan peran dan fungsinya dengan sebaik-baiknya’’.

Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama.

Perjuangan Luar Biasa, 6 Bangunan Puskesmas Terwujud Tahun Ini

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan daerah. Hingga tahun 2019 ini, setidaknya ada 6 bangunan baru Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H. Zainal Ariffin, SKM., M.Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Ns. Edi Chandra, S.Kep., M.M, Senin (16/12/2019) membenarkan bahwa ada 7 bangunan baru, diantanaya 6 bangunan Puskesmas dan 1 Labor Kesehatan Daerah (Labkesda) yang telah dibangun dan terwujud pada tahun 2019.

Dia beranggapan hal tersebut adalah perjuangan yang sangat luar biasa dan sangat menguras tenaga.

Adapun 7 bangunan itu adalah :

  1. Puskesmas Sungai Raya (Baru)
  2. Puskesmas Keritang Hulu (Baru)
  3. Puskesmas Kota Baru (Pembangunan Lanjutan)
  4. Puskesmas Kuala Enok (Pembangunan Lanjutan)
  5. Puskesmas Pulau Burung (Pembangunan Lanjutan)
  6. Puskesmas Pulau Kijang (Pembangunan Lanjutan)
  7. Labor Kesehatan Daerah (Baru)

Kabid SDK Dinas Kesehatan itu menjelaskan 7 pembangunan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi dan DAK Reguler. Terkait jumlah anggaran dia memapaparkan, Puskesmas Sungai Raya 4M, Puskesmas Keritang Hulu 1.6M, Puskesmas Kota baru 2.4M, Puskesmas Kualan Enok 3M,  Puskesmas Pulau Burung 5.2M, Puskesmas Pulau Kijang 900jt dan Labkesda 1.8M.

”Seluruh pembangunan fisik Dinas Kesehatan terutama yang besar bersumber dari APBN tidak ada dana APBD,” tutur Edi saat ditemui diruangannya.

Ia berharap pembangunan Puskesmas yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil.

“Kita akan terus berupaya bagaimana derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil ini terus meningkat,” tegas Edi.

Selain menambah jumlah Puskesmas, Dinkes Kabupaten Inhil juga tengah berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Indikasinya, yakni mendongkrak Puskesmas yang masih terakreditasi kategori puskesmas dasar.

“Kita upayakan di tahun 2020 Puskesmas berlevel madya dan utama dan lebih baik lagi paripurna,” ujarnya.(ded)

PKM Pulau Kijang Road Show Pemeriksaan Iva di Desa Sungai Undan

Puskesmas (PKM) Pulau Kijang melakukan Road Show pemeriksaan kesehatan berupa inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) dan deteksi kanker payudara dengan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) di Desa Sungai Undan, Road Show tersebut dilaksanakan, Rabu (11/12/2019).

Kepala PKM Pulau Kijang Mustakim, SKM melalui Bidan Koordinator Laila Elma, Amd.Keb mengatakan tujuan pemeriksaan kesehatan adalah untuk mengetahui dan mengantisipasi gejala awal yang ditimbulkan kanker serviks dan kanker payudara.

“Semoga dalam kegiatan ini masyarakat Desa Sungai Undan, khususnya kaum perempuan, lebih memahami dan mengetahui bahaya dari kanker serviks dan kanker payudara,” kata Laila.

Selain itu, dia juga berharap agar kegiatan ini mampu menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus menjaga dan memperhatikan kesehatan.

“Tentunya agar masyarakat lebih menjaga kesehatan sesuai petunjuk yang diberikan oleh narasumber,” ujarnya.(ded)

Selain Pemeriksaan Berkala, Petugas Home Care Lansia PKM Pulau Kijang Rutin Kunjungi Rumah Warga

Program Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Puskesmas (PKM) Pulau Kijang yakni home care lanjut usia (lansia) yang diterapkan, kini nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya di Kecamatan Reteh.

Pasalnya, tenaga medis yang telah disiapkan oleh PKM Pulau Kijang rutin mengunjungi rumah-rumah warga hingga pelosok untuk mengecek kondisi kesehatan.

Seperti yang dilakukan pemegang program lansia Roulina Sinurat, STr. Keb., Rabu (11/12/2019) terlihat sedang memberikan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka.

Tujuannya kata dia, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar pasien mendapat kulitas hidup yang lebih baik. Dalam mewujudkan hal itu, pihaknya intes melakukan pemeriksaan.

“Kalau di wilayah Puskesmas Pulau Kijang khususnya seminggu sekali,” ujar Roulina Sinurat.

Lebih lanjut Roulina menjelaskan, setiap turun kerumah warga Roulina didampingi oleh kader lansia.(ded)

PERTEMUAN KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN, PUSKESMAS PULAU KIJANG TAHUN 2019

Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta upaya meningkatkan pelayanan terhadap ibu hamil,ibu nifas dan neonatus, Puskesmas Pulau Kijang melaksanakan kegiatan Pertemuan Kemitraan Bidan dan Dukun di Aula Puskesmas Pulau Kijang, senin, (07/10/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Reteh, Polsek, Danramil, Lurah, Kepala Desa, PKK Kecamatan, Bidan, Dukun paraji dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya Ibu Oktaviana Andriyamarta, S.Sos, M.Si selaku Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengatakan ” angka kematian ibu dan bayi di Indragiri Hilir masih tinggi salah satu faktor penyebabnya adalah persalinan yang di tolong bukan dengan tenaga kesehatan dan tidak di fasilitas kesehatan, oleh karena itu semua ibu harus bersalin di fasilitas kesehatan dan tidak boleh lagi bersalin di rumah’’.

Kepala Puskesmas Pulau Kijang Bapak Mustakim,SKM mengatakan ” kegiatan kemitraan bidan dan dukun bayi sebagai upaya untuk meningkatkan akses ibu dan bayi terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatkan peran dukun bayi dari penolong persalinan menjadi mitra bidan dalam menolong persalinan, sehingga kematian ibu dan bayi dapat dicegah’’.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan antara bidan dan dukun yang diketahui oleh Camat, Polsek, Denramil, Lurah/Kepala Desa dan Kepala Puskesmas Pulau Kijang.