Skip to main content

TEKAN AKI DAN AKB, UPT PUSKESMAS PULAU BURUNG RUTIN ADAKAN KELAS IBU HAMIL

IMG-20170506-WA0001Agenda rutin yang dilakukan UPT Puskesmas Pulau Burung adalah Kelas Ibu Hamil (KIH), yang mana jumlah setiap kelas itu berjumlah 11-14 orang dan waktu pertemuan digelar satu bulan sekali pertemuan. Kepala UPT Puskesmas Pulau Burung yang diwakili oleh Julianisari Amd.Keb selaku bidan penyuluh kelas ibu hamil mengatakan tujuan diadakannya kelas ibu hamil tersebut untuk memberikan pengetahuan seputar masalah kehamilan agar dapat menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

“Ibu hamil wajib datang dalam kegiatan kelas ibu hamil ini sebab banyak informasi yang diberikan serta bisa tanya jawab langsung mengenai seputaran kehamilan dan sangat rugi apa bila ada ibu hamil yang melewatkan kelas ibu hamil ini”, ujar Julianisari Amd.Keb

“Dengan adanya kelas ibu hamil tersebut diharapkan Ibu-ibu dapat berdiskusi, tanya jawab, saling tukar informasi tentang masalah-masalah kehamilan apalagi kelas ibu hamil sangat membantu ibu-ibu muda untuk menghadapi persalinan pertamanya”, tambahnya

Sementara itu menurut masyarakat sekitar bahwa kelas ibu hamil ini sangat membantu mereka untuk memahami hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan.

“Terima kasih kepada UPT Puskesmas Pulau Burung yang telah mengadakan kelas ibu hamil ini”, ucap kamariah salah seorang peserta kelas ibu hamil

“Dengan adanya kelas ibu hamil ini saya merasa terbantu sebab dari yang tidak tahu menjadi tahu dan tentu nya saya bisa tanya jawab langsung dengan bidan”, tutupnya

 

DINKES LAKUKAN PERSIAPAN MAKSIMAL JELANG PUNCAK AKBAR GERMAS HIDUP SEHAT DENGAN BUAH DAN SAYUR

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13Dinas Kesehatan, 29/04/17. Sejumlah sarana kesehatan dipersiapkan menjelang perayaan gerakan masyarakat (GERMAS) yang akan dilaksanakan pagi besok, Minggu 30/04 di lapangan upacara Gajah Mada. puluhan tenda dan standing benner juga tampak memenuhi salah satu tenda menjelang ditempatkan pada posisi yang akan disesuaikan nantinya, gelaran gerakan masyarakat ini nantinya akan dihadiri oleh Bapak Gubernur Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir dan sejumlah pejabat dari tingkat provinsi Riau dan Kabupaten Inhil .

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhil H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes Melalui Kepala Seksi Promosi Kesehatan Ibu. Hj. Samsinar, Amd. Keb, senantiasa memberikan pemantauan persiapan dan bersama Tim Promosi kesehatan yang tersebar di 27 Puskesmas se- Kabupaten Indragiri Hilir mempersiapkan tenda-tenda yang nantinya akan dipergunakan sebagai Stan Pelayanan kesehatan dan berbagai aneka rupa buah-buahan yang hias untuk kemeriahan acara Gerakan masyarakat makan buah dan sayur.

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13(1)Diharapkan dengan Puncak Akbar GERMAS makan buah dan sayur ini masyarakat dapat berpartisipasi dalam perayaan sehingga efeknya akan berimbas ke masyarakat umum khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Puskesmas yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Inhil juga dengan Program GERMAS ini dapat membentuk pola perilaku hidup yang sehat di wilayah kerjanya baik itu sehat lingkungan, makanan, asupan nutrisi dan protein kepada masyarakat.

INHIL REKRUT 21 DOKTER UMUM DAN 11 DOKTER GIGI TAHUN INI

img_2116Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga kurun waktu beberapa tahun terakhir Inhil ‘Zero’ pertumbuhan tenaga medis.

Pasalnya, Zainal mengatakan upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan keterbatasan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.

“Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin.

Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas Pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.

“Dengan keterbatasan ini pula, hanya beberapa Puskesmas di Inhil memiliki dokter baik dari tenaga kesehatan umum dan dokter gigi. Dalam hal ini tentunya Inhil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan Pegawai Negeri,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2017 ini, Dinkes telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Selain dokter umum dan dokter gigi, kita di Inhil juga minim tenaga medis seperti bidan, farmasi dan lain sebagainya,”paparnya.

Meski demikian, Diskes tetap berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan hingga ke seluruh pelosok desa melalui pustu yang ada.

“Yang jelas target kita juga setiap desa memiliki pustu dan kita harapkan petugas Kesehatan selalu berada di tempat bertugas. Setidaknya dengan adanya pustu di tempat dapat memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat yang darurat,” ujarnya.