Skip to main content

Terbesar, Puskesmas Pulau Burung digelontorkan Dana 5,2M

Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Puskesmas Pulau Burung digelontorkan Dana Rp. 5,2 Miliar.

Hal tersebut diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ns. Edi Chandra, S.Kep., MM, Senin (16/12/2019) kemarin.

Pembangunan Puskesmas Pulau Burung tahun 2019 ini termasuk dalam pembagunan lanjutan, ucapnya.

Kepala Puskesmas Erlina, SKM, Selasa (31/12/2019) menuturkan, perbatasan harus maju dari sisi kesehatan, supaya masyarakat perbatasan tidak perlu jauh berobat.

“Maka diharapkan Puskesmas Pulau Burung dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Pembangunan puskesmas yang menelan anggaran sebesar Rp 5,2 miliar itu, terdiri dari dua lantai.

Pembangunan Puskesmas tersebut merupakan upaya pemerintah kabupaten dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Selain itu Erlina juga mengatakan Puskesmas yang bisa dibilang modern ini merupakan langkah pemerintah dalam mengajak masyarakat untuk tidak ragu dalam melakukan pengobatan di Puskesmas yang dulunya terkesan kurang baik.

“Sehingga dengan Puskesmas Pulau Burung ini fasilitas dan alat kesehatan yang lengkap ini sangat mampu melayani kesehatan masyarakat,” tutupnya.(ded)

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Upt. Puskesmas Pulau Burung Tahun 2019

Dalam rangka memerangi maraknya peredaran gelap narkoba dan pengguna narkoba baik dikalangan dewasa, remaja hingga anak usia sekolah, Puskesmas Pulau Burung mengadakan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang bekerjasama dengan lintas sektor terkait di Gedung Futsal Haqqi Pulau Burung, rabu, (18/12/2019).Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Pulau Burung, Polsek Pulau Burung, Tenaga Kesehatan Puskesmas Pulau Burung dan peserta sosialisasi bahaya narkoba.

Acara ini di buka langsung oleh Camat Pulau Burung Bapak M.Yusuf S.Sos,MM beliau menyampaikan kepada peserta sosialisasi “agar dapat membentengi diri dari pengaruh narkoba yang sangat meresahkan masyarakat’’.

dr.Ranti selaku dokter umum di Puskesmas Pulau Burung yang juga sebagai pemateri menyampaikan ” narkoba adalah musuh masyarakat, peredaran narkoba dan pemakaian narkoba sudah sangat meresahkan, karna mudahnya mendapatkan bahan sehingga narkoba semakin meningkat, tak kenal jenis kelamin dan usia,semua orang beresiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter dan Ada banyak sekali bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan’’.

Salah satu peserta sosialisasi bahaya narkoba Indra Gunawan mengatakan ” saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan ini karena kami semua di sini menjadi tahu apa itu narkoba, dampaknya serta tips untuk menghindari penyalahgunaan narkoba sehingga kami bisa lebih untuk membentengi diri terhadap narkoba”.

Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama.

Perjuangan Luar Biasa, 6 Bangunan Puskesmas Terwujud Tahun Ini

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan daerah. Hingga tahun 2019 ini, setidaknya ada 6 bangunan baru Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H. Zainal Ariffin, SKM., M.Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Ns. Edi Chandra, S.Kep., M.M, Senin (16/12/2019) membenarkan bahwa ada 7 bangunan baru, diantanaya 6 bangunan Puskesmas dan 1 Labor Kesehatan Daerah (Labkesda) yang telah dibangun dan terwujud pada tahun 2019.

Dia beranggapan hal tersebut adalah perjuangan yang sangat luar biasa dan sangat menguras tenaga.

Adapun 7 bangunan itu adalah :

  1. Puskesmas Sungai Raya (Baru)
  2. Puskesmas Keritang Hulu (Baru)
  3. Puskesmas Kota Baru (Pembangunan Lanjutan)
  4. Puskesmas Kuala Enok (Pembangunan Lanjutan)
  5. Puskesmas Pulau Burung (Pembangunan Lanjutan)
  6. Puskesmas Pulau Kijang (Pembangunan Lanjutan)
  7. Labor Kesehatan Daerah (Baru)

Kabid SDK Dinas Kesehatan itu menjelaskan 7 pembangunan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi dan DAK Reguler. Terkait jumlah anggaran dia memapaparkan, Puskesmas Sungai Raya 4M, Puskesmas Keritang Hulu 1.6M, Puskesmas Kota baru 2.4M, Puskesmas Kualan Enok 3M,  Puskesmas Pulau Burung 5.2M, Puskesmas Pulau Kijang 900jt dan Labkesda 1.8M.

”Seluruh pembangunan fisik Dinas Kesehatan terutama yang besar bersumber dari APBN tidak ada dana APBD,” tutur Edi saat ditemui diruangannya.

Ia berharap pembangunan Puskesmas yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil.

“Kita akan terus berupaya bagaimana derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil ini terus meningkat,” tegas Edi.

Selain menambah jumlah Puskesmas, Dinkes Kabupaten Inhil juga tengah berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Indikasinya, yakni mendongkrak Puskesmas yang masih terakreditasi kategori puskesmas dasar.

“Kita upayakan di tahun 2020 Puskesmas berlevel madya dan utama dan lebih baik lagi paripurna,” ujarnya.(ded)

Penyuluhan Kesehatan Jiwa Pada Remaja Di SMP Swasta 021 Mutiara Hati, Puskesmas Pulau Burung Tahun 2019

Masa remaja merupakan masa yang kritis dalam siklus perkembangan seseorang, karena pada masa ini terjadinya perubahan biologik, psikologik maupun perubahan sosial, untuk itu perlu adanya penyuluhan tentang kesehatan jiwa terhadap remaja seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Pulau Burung pada siswa dan siswi di Aula SMP SWASTA 021 Mutiara Hati, sabtu, (14/12/2019).

Masalah kesehatan mental remaja yang sering terjadi pada saat ini adalah :

  1. Perubahan Psikoseksual
  2. Pengaruh teman sebaya
  3. Perilaku berisiko tinggi
  4. Kegagalan pembentukan identitas diri
  5. Gangguan perkembangan moral
  6. Stres di masa remaja

Untuk mencegah hal tersebut terjadi perlu diadakannya penyuluhan secara dini tentang bagaimana cara menghindari masalah kesehatan mental pada remaja dan tentunya tidak lepas dari pengawasan orang tua dan adanya kerjasama dengan pihak sekolah agar mampu menerapkan dan membudayakan pola hidup dan lingkungan ramah anak.

Kepala Puskesmas Pulau Burung Ibu Erlina, SKM mengatakan ” dengan adanya kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa ini saya berharap bisa meningkatkan pengetahuan remaja tentang apa yang dapat menimbulkan masalah kesehatan jiwa remaja dan tentunya dapat menghindari stres dini atau depresi ”.

Kegiatan ini di akhiri dengan foto bersama.

PELANTIKAN PENGURUS PMI DAN SOSIALISASI PALANG MERAH INDONESIA KECAMATAN PULAU BURUNG TAHUN 2019

Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusian.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir Hj.Zulaikhah Wardan,Sos,ME melantik Pengurus PMI Kecamatan Pulau Burung Masa Bakti 2019-2024 di Aula Kantor Desa Pulau Burung, kamis, (05/12/2019.

Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh Ketua PMI Kabupaten Indragiri Hilir, Sekretaris PMI Kabupaten Indragiri Hilir, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Pemerintah Kecamatan Pulau Burung, Denramil Pulau Burung, Kapolsek Pulau Burung, Puskesmas Pulau Burung, Kepala Desa Sekecamatan Pulau Burung, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan PMR (Palang Merah Remaja).

Kepala Puskesmas Pulau Burung Erlina, SKM setelah dilantik menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pulau Burung dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan saya berharap apa yang diperlukan sekiranya untuk kegiatan dan perkembangan PMI Kecamatan dapat terlaksana dengan baik tentu perlu dukungan dari Ketua PMI Kabupaten dan juga dukungan dari Pembina PMI Kecamatan.

Ketua PMI Kabupaten Indragiri Hilir Ibu Hj.Zulaikhah Wardan,S.Sos, ME mengatakan PMI Kecamatan merupakan perpanjangan tangan dari PMI Kabupaten. Saya mengharapkan tersedianya BANK Darah di Kecamatan, sebab PMI Kabupaten baru mampu memenuhi sekitar 300 kantong perbulan sedangkan kebutuhan darah mencapai 600 kantong perbulannya dan juga saya mengharapkan PMI Kecamatan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar mendonorkan darah bagi yang memenuhi syarat pendonor agar terpenuhi kebutuhan darah perbulannya di Kabupaten Indragiri Hilir, setetes darah bisa selamatkan nyawa.

Kegiatan di akhiri dengan foto Bersama.